Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Mahasiswa Batam Akan Gelar Aksi 18 Juni 2026 dengan Sembilan Tuntutan “Tuntutan 45”
    9 menit lalu
    Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Jambret di Mangsang, Korban Rugi Rp8,7 Juta
    36 menit lalu
    Tiga Dugaan Korupsi; Kejari Tanjungpinang Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
    23 jam lalu
    Hubungan Remaja Berujung Bayi, Polsek Bintan Timur Amankan Tersangka
    23 jam lalu
    Harga Emas Antam di Pegadaian Batam Naik, UBS Stagnan pada Minggu (14/6)
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    23 menit lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    30 menit lalu
    Parade Kemilau Nusantara Kepri 2026
    23 jam lalu
    Ada Subsidi Pendidikan bagi Siswa Batam Tidak Tertampung di Sekolah Negeri
    23 jam lalu
    Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    22 jam lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    3 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    5 hari lalu
    Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
    6 hari lalu
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Gegara Ulah Manusia, Bunga Sakura Jepang Mekar Lebih Cepat, Kok Bisa!

Editor Admin 4 tahun lalu 582 disimak

SETIAP tahun masyarakat Jepang dan wisatawan berbondong-bondong menyambut datangnya musim semi untuk menyaksikan mekarnya bunga sakura, yang dikenal dengan sebutan hanami. Namun, ada fenomena aneh dari bunga sakura yang mekar tahun ini.

Bunga sakura Jepang tahun ini mengalami musim mekar yang lebih cepat dari biasanya. Bunga sakura yang biasanya mekar di bulan April sekarang mekar lebih awal, membuat Kyoto berubah warna lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kejadian mekarnya bunga sakura yang tak sesuai ini pun menjadi peristiwa mekar paling awal yang terjadi dalam 1200 tahun di Jepang. Bukti itu dikuatkan dengan arsip dokumen festival bunga sakura yang berasal dari tahun 812 Masehi.

Namun, di balik suka cita wisatawan menikmati indahnya sakura, ada kekhawatiran yang tersembunyi di balik bunga sakura yang mekar lebih awal.

Tanaman dengan bunga berwarna merah muda itu disebut cepat mekar karena perubahan iklim yang disebabkan oleh ulah manusia.

Para peneliti dari Met Office di Inggris dan Osaka Metropolitan University di Jepang mengatakan krisis iklim dan pemanasan perkotaan telah memicu majunya periode berbunga dari “puncak mekar” sakura selama 11 hari.

Pada 2021, bunga sakura di pusat kota bersejarah Kyoto mencapai puncaknya pada 26 Maret, yang merupakan periode mekar penuh paling awal dalam 1.200 tahun terakhir. Pada tahun ini, bunga sakura bermekaran pada 1 April.

Para ilmuwan menyebut proses mekar bunga sakura saat ini merupakan sesuatu yang umum.

Tren sakura mekar dilaporkan bertepatan dengan kenaikan suhu yang terjadi di sejumlah wilayah Jepang. Suhu rata-rata pada Maret di pusat kota Kyoto disebut meningkat beberapa derajat sejak masa pra-industri. Para ilmuwan menilai hal tersebut dikarenakan pengaruh perubahan iklim dan pemanasan perkotaan.

Mereka mengatakan peningkatan urbanisasi menyebabkan kota cenderung lebih hangat dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya. Itu karena bangunan dan jalan menyerap panas matahari lebih banyak daripada pemandangan alam. Fenomena ini dikenal sebagai efek pulau panas.

Meski begitu, para ilmuwan menyebut alasan utama sakura mekar lebih cepat yakni karena krisis iklim. Krisis iklim disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil yang mengakibatkan suhu di seluruh wilayah dan dunia meningkat.

Menurut studi yang dilakukan Met Office, bila emisi gas rumah kaca terus berlanjut, diperkirakan akhir abad ini bunga sakura Kyoto bisa mulai datang lebih awal yakni sekitar satu minggu lagi.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa tidak hanya perubahan iklim yang disebabkan manusia dan pemanasan perkotaan yang telah berdampak pada musim mekar bunga sakura di Kyoto, tetapi musim mekar yang sangat awal seperti pada tahun 2021, sekarang diperkirakan 15 kali lebih mungkin, dan diperkirakan terjadi setidaknya sekali dalam satu abad,” kata doktor dan penulis utama dan ilmuwan iklim Met Office, Nikos Christidis, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (21/5/2022).

“Peristiwa seperti itu diproyeksikan terjadi setiap beberapa tahun pada tahun 2100 ketika mereka tidak lagi dianggap ekstrem.”

Bunga sakura sebelumnya memiliki konsekuensi yang lebih luas bagi ekonomi dan ekologi Jepang. Gejala dari krisis iklim yang lebih besar akibat cepat mekarnya sakura mengancam ekosistem di mana-mana.

Studi Met Office menyebut kenaikan suhu pada kalender alam berdampak pada praktik pertanian dan pengelolaan lahan di negara itu.

Hal tersebut juga berdampak pada tanaman, serangga, dan hewan yang sangat bergantung satu sama lain untuk perkembangan dan siklus hidup mereka. Perubahan siklus ini dapat memulai reaksi berantai yang menyebabkan kerusakan ekosistem.

Misalnya, tanaman merasakan suhu di sekitar mereka yang jika cukup hangat dengan periode konsisten, bunga dan daunnya dapat bermunculan. Begitu pula dengan panas yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada serangga dan hewan lainnya menjadi lebih cepat.

Perubahan tanggal berbunga tidak terbatas pada Jepang maupun bunga sakura. Tahun ini, musim semi datang lebih awal di beberapa bagian Inggris.

Perubahan iklim menyebabkan tanaman di seluruh Kepulauan Inggris berbunga, yang rata-rata sebulan lebih awal dari biasanya.

Fenomena yang sama juga telah terjadi pada sejumlah tanaman yang bernilai ekonomi. Hal ini menimbulkan masalah besar bagi ketahanan pangan dan mata pencaharian petani.

(*)

sumber: detik.com

Kaitan Bunga sakura, jepang, Perubahan iklim, wisatawan
Admin 21 Mei 2022 21 Mei 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Warga Tembesi Tower Menuntut Kejelasan Status Lahan yang Ditempati Selama 22 Tahun
Artikel Selanjutnya Batal ke Real Madrid, Kylian Mbappe Pilih Bertahan di PSG

APA YANG BARU?

Mahasiswa Batam Akan Gelar Aksi 18 Juni 2026 dengan Sembilan Tuntutan “Tuntutan 45”
Artikel 9 menit lalu 34 disimak
Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
Pendidikan 23 menit lalu 48 disimak
Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
Pendidikan 30 menit lalu 39 disimak
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Jambret di Mangsang, Korban Rugi Rp8,7 Juta
Artikel 36 menit lalu 63 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 22 jam lalu 317 disimak

POPULER PEKAN INI

Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap Babak Penyisihan Grup
Sports 6 hari lalu 733 disimak
Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
Statistik 6 hari lalu 662 disimak
Gol Tunggal Ole Romeny Menangkan Timnas Garuda Atas Mozambik
Sports 5 hari lalu 612 disimak
Timbul Kekhawatiran Pencemaran Laut Terjadi Akibat Tenggelamnya Kapal MV Golden Star 1
Artikel 6 hari lalu 518 disimak
Prakiraan Cuaca Batam, Selasa dan Rabu Waspadai Hujan dan Petir
Artikel 6 hari lalu 497 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?