Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
    8 jam lalu
    13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
    10 jam lalu
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    1 hari lalu
    Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
    1 hari lalu
    BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
    17 jam lalu
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    22 jam lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    1 hari lalu
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    3 hari lalu
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    6 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Roebiono Kertopati, Bapak Persandian Indonesia

Editor Admin 4 tahun lalu 1.2k disimak

DOKTER yang memimpin lembaga sandi negara selama lebih dari separuh hidupnya. Tipe pekerja yang tidak suka bermain politik.

Jika Amerika Serikat punya John Edgar Hoover, direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) pertama, yang menjabat selama 37 tahun dari tahun 1935 hingga kematiannya pada 1972. Maka, Indonesia punya Roebiono Kertopati, kepala Lembaga Sandi Negara pertama yang menjabat hampir 38 tahun, sejak bernama Dinas Code (1946), Djawatan Sandi (1949), Lembaga Sandi Negara (1972) hingga kematiannya pada 1984.

Sejak awal bergabung dengan Republik Indonesia, Roebiono sudah berkecimpung mengurusi persandian.

Arsip Kementerian Pertahanan Republik Indonesia No. 738 tentang organisasi Kementerian Pertahanan Bagian B menyebut Roebiono menjadi penasihat dan kepala bagian kode dan radio. Dia dibantu dua pegawai perempuan: Raden Roro Roekmini dan Sriwati.

Bagian B adalah badan intelijen yang didirikan Amir Sjarifuddin. Setelah Bagian B dibubarkan dan diganti Kementerian Pertahanan Bagian V (KP-V), Roebiono masih dilibatkan.

Ken Conboy dalam Intel: Menguak Tabir Badan Intelijen Indonesia menyebut Roebiono masih mengurusi persandian di badan yang dikuasai politisi sayap kiri itu. Roebiono tampaknya manusia tipe pekerja yang bisa diandalkan tapi tidak suka ikut-ikutan berpolitik dengan ideologi tertentu, hingga dia terus dipercaya mengurus sandi negara hingga akhir hayatnya.

Sebelumnya, Roebiono yang lahir di Ciamis, Jawa Barat pada 11 April 1914, hanya seorang dokter. “Dokter Roebiono tamatan Sekolah Dokter di Surabaya, setahun atau dua tahun setelah saya tamat dari sekolah yang sama,” kata Mayjen dr. Soemarno Sastroatmodjo dalam otobiografinya, Dari Rimba Raya ke Jakarta Raya. Almamater mereka adalah Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) Surabaya. Alumni NIAS lain adalah Ibnu Sutowo.

Menurut Mara Karma dalam Ibnu Sutowo: Pelopor Sistem Bagi Hasil di Bidang Perminyakan, sejak lama Roebiono berkawan dengan Ibnu Sutowo dan G.A. Siwabessy. Mereka sering menyantap nasi goreng dan menenggak bir bersama. Roebiono lulus sebagai dokter sebelum Jepang datang, sekitar tahun 1939. Ketika Jepang datang, Roebiono berada di Merauke. Masa-masa pendudukan Jepang adalah masa-masa petualangan baginya.

“[Roebiono] Menjadi dokter pemerintah (Hindia Belanda) di Merauke dan tiba pada 7 Oktober 1943 di Australia. Ditempatkan di NEFIS III. Pada 1 Maret 1944 dilantik menjadi perwira kesehatan kelas dua (setara letnan) ditempatkan di Detasemen Melbourne,” catat Benjamin Bouman dalam Van Driekleur tot Rood-Wit: De Indonesische officieren uit het KNIL 1900–1950.

Roebiono kemudian ditempatkan di Morotai yang sudah direbut dari tentara Jepang. Di Morotai, dia memimpin pemberantasan penyakit malaria.

Koran Trouw, 14 Desember 1944, menyebut Roebiono yang bekerja bekerja di rumah sakit Eugenie (dibangun sekitar akhir September 1944) harus merawat sebanyak 400 orang. Baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Sebelumnya, tentara Jepang tidak ambil pusing dengan kesehatan masyarakat di sana.

Roebiono juga menangani kesehatan 2.200 orang, yang di antaranya pengungsi perang. Keterbatasan tenaga medis memaksa Roebiono melatih anak laki-laki dan perempuan Indonesia untuk dijadikan perawat sementara.

Setelah Indonesia merdeka, Roebiono dimanfaatkan NEFIS untuk masuk ke Jawa. Dia mendarat ketika rakyat Indonesia merebut senjata tentara Jepang di Jawa. Tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia, pesawat Angkatan Udara Inggris Royal Air Force (RAF) menerjunkan 15 orang di Malang pada 29 September 1945.

“Dari nama-nama mereka dapat diketahui bahwa sebagian terbesar rombongan itu terdiri dari orang-orang Belanda, hanya beberapa orang saja yang berkebangsaan Inggris, bahkan seorang di antaranya berkebangsaan Indonesia, ialah Letnan dr. Roebiono,” kata Asmadi dalam Pelajar Pejuang.

Mereka terlihat seperti Palang Merah internasional yang akan mengurusi tawanan dan korban perang. Menurut catatan Soepardijo dalam PETA: Tentara Sukarela Pembela Tanah Air, tim medis itu berkantor di Splendid. Tim yang di dalamnya ada dokter Belanda itu lalu dicurigai sebagai mata-mata Sekutu-Belanda. Mereka pun ditangkap. Roebiono kala itu dapat izin untuk bertemu keluarganya di Yogyakarta.

Bouman menyebut Roebiono sempat dipenjara oleh pihak Republik sebelum akhirnya dipekerjakan di badan intel sebagai petugas kode. Hal itu karena, menurut Conboy, Roebiono pernah dilatih militer Sekutu di Nugini, termasuk dalam hal sandi. Mantan NEFIS lain yang dipekerjakan pemerintah Republik Indonesia adalah Letnan Laut Belanda Abdulrachman Atmosudirdjo.

Jawatan Sandi berkantor di Jalan Batanawarsa ketika ibu kota Republik Indonesia berada di Yogyakarta. Roebiono menunjukkan kesetiaan dan jasanya ketika Yogyakarta diduduki Belanda. Dia ikut melayani perhubungan antarpejabat pemerintahan Indonesia yang tersisa dan tempatnya berjauhan, agar maksud pesannya tidak dipahami pihak Belanda.

Para politisi dari berbagai ideologi dan kepentingan politik hanya menganggap Roebiono sebagai pekerja, sehingga dia tak pernah disingkirkan dalam posisinya sebagai kepala dinas kode oleh para menteri pertahanan atau perdana menteri manapun dalam sejarah Indonesia. Tak heran jika Roebiono memimpin jawatan sandi lebih dari separuh hidupnya.

Selain kepala jawatan sandi negara, Roebiono juga dokter tentara kepercayaaan Presiden Sukarno. Harsya Bachtiar dalam Siapa Dia Perwira Tinggi TNI-AD menyebut, pada 1963 Roebiono menjadi Ketua Tim Dokter Kepresidenan. Dia juga termasuk dokter yang ikut mengotopsi jenazah Pahlawan Revolusi.

“Roebiono itu bukan patolog!” kata dokter ahli patologi Liaw Yan Siang yang ikut memeriksa jenazah Pahlawan Revolusi. Roebiono tidak banyak bicara terkait hasil otopsi Pahlawan Revolusi yang katanya disilet-silet itu. Kala itu, sebagai Brigadir Jenderal Angkatan Darat, dia harus satu pendapat dengan orang nomor satu di Angkatan Darat, Jenderal TNI Soeharto.

Selama Orde Baru, Mayor Jenderal TNI Roebiono Kertopati tetap pada posisinya sebagai kelapa Sandi Negara hingga ajal menjemputnya pada 23 Juni 1984. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan History, intelijen, negara, Sandi
Admin 16 Juli 2022 16 Juli 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Sekda Batam Lepas Atlet Sepeda Kepri ke Kejurnas di Banyuwangi
Artikel Selanjutnya Rudi Serahkan Rancangan KUA dan PPAS 2023 Kepada DPRD Batam

APA YANG BARU?

Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 8 jam lalu 79 disimak
13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
Artikel 10 jam lalu 85 disimak
Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
Pendidikan 17 jam lalu 83 disimak
Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 22 jam lalu 247 disimak
Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
Artikel 1 hari lalu 290 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 6 hari lalu 761 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 6 hari lalu 670 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 6 hari lalu 656 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 6 hari lalu 634 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 6 hari lalu 612 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?