DALAM membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menurunkan kasus stunting atau masalah gizi kronis, Tim Penggerak (TP) PKK Bintan turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan sosialisasi.
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani, mengatakan penurunan angka stunting menjadi prioritas mereka sejak tahun lalu. Hal ini terus ditunjukkannya dengan kegiatan rutin sosialisasi stunting hingga geliat Kader PKK dan Kader Posyandu yang diturunkan ke rumah-rumah warga.
Hafizha menuturkan, dari laporan yang ia terima bahwa dua orang batita (bawah tiga tahun) yang dianggap memiliki potensi stunting yang cukup besar. Masing-masing adalah Bilal (2 tahun) yang berdomisili di Perumahan Octavia Korindo, dan Bagas (1 tahun 1 bulan) yang berdomisili di Kampung Jawa, Kelurahan Sei Lekop.
Menindaklanjuti hal tersebut, berselang satu hari, ia bersama kader PKK lainnya langsung turun ke lapangan menuju rumah warga tersebut. Di kediaman Bilal maupun Bagas, Hafizha menitipkan pesan kepada orang tua batita.
“Ya, Bu, ya, kita yang memang harus berbuat, yang penting Ibu rutin ke Posyandu, imunisasinya harus dijalani semua, jangan segan-segan ya, Bu, kalau mau konsultasi atau bertanya ke Kader Posyandu dan Kader PKK yang ada,” tegas Hafizha, Jumat (7/4/2023) kemarin.
Hafizha kemudian menyampaikan pesan kepada semua masyarakat bahwa stunting bukanlah aib. Stunting bisa berupa gejala yang masih bisa diatasi dengan banyak terobosan.
“Jangan sampai orang tuanya diam, harus dilaporkan dan konsultasikan. Kita mau anak-anak kita semuanya sehat dan tumbuh kembangnya maksimal,” tutupnya.
(*/pir)


