MENGHADAPI fenomena El Nino di kota Tanjungpinang, warga dipersiapkan stok air bersih hingga 20 ton. Stok tersebut disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang.
“Kami punya stok 20 ton air bersih di kantor BPBD, dengan satu armada lori berkapasitas 5 ton,” kata Kasi Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Tanjungpinang, Prayoga Dwi Putra, Rabu (23/8/2023).
Prayoga menyebut pasokan air bersih disiapkan BPBD sebagai upaya mitigasi fenomena el-nino yang diprediksi bertahan sampai akhir tahun 2023.
“Dampak el-nino bisa memicu kekeringan serta kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Apalagi, sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2023, tercatat ada sekitar 20 titik kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di wilayah Tanjungpinang. Hal itu dipicu cuaca ekstrem dan angin kencang.
Namun berdasarkan hasil investigasi di lapangan, kebakaran itu bukan hanya akibat faktor cuaca, tapi juga human error. Yakni, warga membakar sampah sembarangan lalu ditinggal begitu saja, sehingga abu hasil pembakaran itu terbang ditiup angin menuju lahan kosong dan memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Baru-baru ini, kebakaran hutan dan lahan agak besar terjadi di lokasi TPA Ganet dan Pinang Kencana, di mana petugas pemadam harus bertahan sampai pukul 01.00 Wib dinihari untuk memadamkan api,” ungkap Prayoga.
Ia menambahkan sebagai upaya penanganan bencana, saat ini kantor BPBD Tanjungpinang siaga 1×24 jam untuk menerima laporan warga apabila terjadi bencana di daerah sekitar.
Selama tahun 2023, sambungnya, ada beberapa bencana yang sudah terjadi di Tanjungpinang, seperti angin kencang disertai hujan lebat, pohon tumbang, tanah longsor, banjir rob, dan paling dominan ialah kebakaran hutan dan lahan.
(*/dha)


