PT ASDP akan membangun dermaga tambahan di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Dermaga kedua ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 guna mengurangi penumpukan kapal, seiring bertambahnya pengguna jasa kapal RoRo di pelabuhan tersebut.
Menurut Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Ainul Yaqin, proyek pembangunan dermaga baru dikerjakan pada tahun ini oleh PT Nindya Karya, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi.
Meski pekerjaan konstruksi belum dimulai, aktivitas pendukung seperti tugboat dan tongkang sudah terlihat berada di area dermaga Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara, Mentigi.
“Sepertinya masih tahap persiapan,” sebut Ainul.
Ainul sendiri belum dapat memastikan kapan pembangunan dimulai maupun kapan proyek selesai. Namun, berdasarkan informasi yang ia terima, dermaga ditargetkan dapat digunakan pada tahun 2027, meski ia belum mengetahui bulan pastinya.
“Infonya 2027 sudah bisa digunakan, tetapi bulannya belum tahu,” ujarnya.
Dengan penambahan menjadi dua dermaga, Ainul berharap proses sandar kapal RoRo di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban akan berjalan lebih lancar, sehingga tidak lagi terjadi antrean kapal di laut sebelum merapat.
Selain itu, pihaknya juga berharap kegiatan bongkar muat penumpang dan kendaraan dapat berlangsung lebih cepat.
Sementara itu, salah satu pengguna jasa kapal RoRo, Yani, menyambut baik rencana penambahan dermaga. Ia juga menilai pelabuhan-pelabuhan lain, seperti Pelabuhan ASDP Telaga Punggur di Batam, yang sudah memiliki dua dermaga, memberikan gambaran bahwa peningkatan fasilitas dapat membantu mengurangi antrean saat periode ramai.
“Kami menyambut positif. Jadi saat libur hari besar seperti Lebaran, ketika kami dari Uban mau ke Batam, tidak antre lama-lama karena kapalnya sudah banyak,” ujarnya.
(nes)


