Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
    16 jam lalu
    SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
    17 jam lalu
    BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
    18 jam lalu
    Jaringan Curanmor Batam Dibongkar, 40 Motor Sitaan Dipajang di Mapolresta Barelang
    19 jam lalu
    Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    2 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    3 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    4 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    4 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    6 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Deretan Batu Bata ‘Batam’ di Bunker Tua Belanda

Editor Admin 3 tahun lalu 1.7k disimak
Bunker tua, diperkirakan sudah ada sejak akhir abad ke-19, berada di Desa Rantau Kasih Kecamatan Lawang Wetan, kabupaten Musi Banyuasin. F. © harianmuba/ disediakan oleh GoWest.ID

SEBUAH bunker tua, diperkirakan sudah ada sejak akhir abad ke-19, berada di Desa Rantau Kasih Kecamatan Lawang Wetan, kabupaten Musi Banyuasin. Bunker tersusun dari deretan batu bata tua sepanjang 100 meter. Yang menarik, pada deretan batu bata tua tersebut, terdapat tulisan : ‘Batam’.

Tim GoWest.ID melansir informasi dari laman harianmuba, lokasi bunker tua itu terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan. Peninggalan bersejarah tersebut hampir terkubur.

“Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin tidak banyak yang mengetahui hal ini karena minimnya publikasi dan dokumentasi sejarah peninggalan masa kolonial ini,” jelas Sekretaris POKDARWIS Muba, Hardoni Syafriansyah.

Masyarakat sekitar yang mengetahui keberadaan situs sejarah tua ini, biasa menyebutnya sebagai Goa Belanda. Lokasinya terhampar pada lahan seluas 100 meter persegi. Sudah banyak bebatuan yang runtuh termakan usia.

“Pada bunker dan sisa reruntuhan ditemukan batu bata bertuliskan ‘Batam’ dan ‘Benson’, ” lanjut Doni.

Doni menjelaskan Berdasarkan catatan sejarah, batu bata merk ‘Batam’ dibuat oleh perusahaan Batam Brick Work yang didirikan oleh Raja Haji Kelana pada tahun 1898. Sementara pabrik batu bata ‘Benson’ berdiri Pada tahun 1894 di bagian timur Kota Benson yang disebut Sekolah Riverside. 

Doni menjelaskan dari data yang dihimpun, selain bunker, dulu ada menara, tiang-tiang bangunan, dan juga lubang semacam kolam, dulunya. Ia tidak mengetahui fungsi dan kegunaannya.

“Namun, sekarang menara dan tiang bangunan tersebut sudah hancur, serta kolam-kolam itu semakin lapuk ditutupi semak belukar,’ lanjutnya.

Pabrik Batu Bata ‘Batam’

Berdasar catatan sejarah, pabrik batu bata pertama di Batam didirikan oleh Raja Ali Kelana bersama seorang pengusaha kaya dari Singapura bernama Ong Sam Leong, sekitar tahun 1896 – 1898 silam.

Sumur tua di pulau Buluh yang dibangun menggunakan batu bata merk ‘Batam’. F. Ist/ disediakan oleh GoWest.ID

Lokasinya, diperkirakan berada di sekitar kawasan industri Tanjung Uncang saat ini. Beberapa waktu lalu, tim sejarah pemerintah kota Batam, menemukan cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works yang berlokasi di Tanjung Uncang, depan PT Viking Engineering Kecamatan Batu Aji.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Muhammad Zen mengatakan, ada rencana pemindahan cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works menjadi salah satu koleksi Musuem Batam Raja Ali Haji.

Ia menyebutkan cerobong asap ini memiliki ukuran tinggi 3,5 meter, lebar 170 centi meter, diameter cerobong asap 65 centi meter, dan tebal bangunan 52 centi meter.

Pada masa Raja Ali Kelana, pabrik Batam Brick Works mampu memproduksi 30.000 batu bata keras (hard burnt brick) dengan kualitas bagus per hari-nya. Pada produk batu bata tersebut, biasanya tertulis kata “BATAM”.

(ham)

Kaitan Batu bata Batam, Bunker Belanda, Muba, sumsel
Admin 23 September 2023 23 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Warga di Tanjungpinang Suarakan Penolakan Relokasi Warga Rempang
Artikel Selanjutnya Saat Kedai Kopi Kampung Kian Termarjinalkan

APA YANG BARU?

Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
Artikel 16 jam lalu 195 disimak
SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
Artikel 17 jam lalu 183 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 18 jam lalu 289 disimak
Jaringan Curanmor Batam Dibongkar, 40 Motor Sitaan Dipajang di Mapolresta Barelang
Artikel 19 jam lalu 256 disimak
Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 1 hari lalu 285 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 1 hari lalu 520 disimak
Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 6 hari lalu 503 disimak
Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 6 hari lalu 387 disimak
BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
Artikel 6 hari lalu 352 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 4 hari lalu 343 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?