Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    KJRI Johor Bahru Pulangkan 232 WNI dan PMI via Batam
    1 hari lalu
    Pengendara Motor Tewas Ditabrak Fortuner Yang Dikendarai WNA
    1 hari lalu
    Pemprov Kepri Bentuk BLUD Konservasi Perairan Bintan
    1 hari lalu
    Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Batam
    2 hari lalu
    Kembali Menuai Sorotan Terkait Keluhan WNA, Imigrasi Batam Berikan Penjelasan
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
    1 hari lalu
    PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
    3 hari lalu
    Inter Milan Raih Scudetto ke 21, Pesta Biru Hitam di Kota Milano
    6 hari lalu
    Disdik Batam Himbau Keluarga Mampu Pilih Sekolah Swasta
    6 hari lalu
    “Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
    7 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    4 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    7 hari lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    7 hari lalu
    Pulau Pecong, Batam
    2 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Warga di Tanjungpinang Suarakan Penolakan Relokasi Warga Rempang

Massa Minta Peraturan Daerah (Perda) Adat dan Tanah Ulayat Direalisasikan

Editor Admin 3 tahun lalu 2.1k disimak
Warga yang tergabung dalam Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga, ikut menyuarakan penolakan warga pulau Rempang, Kamis (31/8/2023). F. Ist./ disediakan oleh GoWest.ID

PULUHAN warga yang tergabung dalam Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga, ikut menyuarakan penolakan warga pulau Rempang. Suara penolakan disampaikan di depan kantor Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) di Dompak, Kamis (31/8/2023).

Massa pendemo menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk ikut menolak rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan merelokasi ribuan warga di Pulau Rempang, sehubungan proyek Ecocity yang digagas di sana.

Aksi demonstrasi dijaga ketat anggota kepolisian. Massa dihadang kawat berduri yang dipasang di depan pintu masuk kawasan perkantoran Gubernur Kepri.

“Kita minta Gubernur Kepri untuk menyurati Presiden maupun BP Batam hari ini, untuk menghentikan relokasi Pulau Rempang. Karena di sana terdapat 5.000 orang jiwa,” ujar Pemangku Adat Kesultanan Riau Lingga, Tengku Muhammad Fuad saat aksi, Kamis (31/8/2023).

Menurutnya, BP Batam akan merelokasi warga Pulau Rempang demi membangun beberapa proyek. Padahal, warga yang akan direlokasi tersebut adalah warga asli dan sudah turun temurun tinggal di Pulau Rempang.

“Kita menolak, karena yang tinggal di sana orang asli melayu Batam. Mereka sudah turun temurun di sana,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, semua warga Pulau Rempang sangat khawatir dengan adanya rencana relokasi ini. Jadi dengan disuratinya BP Batam, warga dapat mencari nafkah seperti biasa.

Selain menyampaikan penolakan soal rencana relokasi warga di pulau Rempang, massa pendemo juga meminta Gubernur Kepri segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) adat dan tanah ulayat.

Jika Perda ini terbit, masalah relokasi tersebut dapat diselesaikan secara hukum.

“Di Kepri banyak pulau, kenapa harus ngotot di sini. Kita tidak menolak pembangunan, tapi jangan rakyat yang dikorbankan. Kita masih menunggu proses Perda ini,” tegasnya.

Tanggapan Pemprov Kepri

Usai melakukan demonstrasi, Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga melakukan audiensi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Adi Prihantara. Dari hasil audiensi ini, Pemprov Kepri akan segera menyurati BP Batam untuk menunda pengukuran dan pemasangan patok proyek di Pulau Rempang.

“Dan disepakati bersama, akan kita surati BP Batam, dan tembusannya akan dibawa oleh LAKRL,” kata Adi Prihantara usai melakukan audiensi, Kamis (31/8/2023).

Keputusan ini, kata Adi, agar ribuan warga di Pulau Rempang dapat tenang menjalani aktivitasnya. Sebab, warga enggan meninggalkan Pulau Rempang sedetikpun dan tidak membiarkan BP Batam melakukan pembangunan.

“Intinya akan kita surati dulu. Biar masyarakat nyaman dan tenang. Sekarang penuh dengan kekhawatiran,” ungkapnya.

Untuk penerbitan Perda adat dan tanah ulayat, menurutnya, harus ada kajian secara mendalam oleh akademisi. Jika sudah ada kajian akademisi, maka rancangan perda tersebut akan disusun.

“Jika terbit, harus dievaluasi oleh Kemendagri. karena syarat Perda harus mendapatkan evaluasi dari Kemendagri,” kata Adi.

(nes)

Kaitan Bp batam, Masyarakat adat, Rempang, Riau lingga, tanjungpinang
Admin 31 Agustus 2023 31 Agustus 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pertamax 92 Diusulkan Jadi BBM Subsidi, Pertalite Dihapus
Artikel Selanjutnya Deretan Batu Bata ‘Batam’ di Bunker Tua Belanda

APA YANG BARU?

KJRI Johor Bahru Pulangkan 232 WNI dan PMI via Batam
Artikel 1 hari lalu 260 disimak
Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
Pendidikan 1 hari lalu 269 disimak
Pengendara Motor Tewas Ditabrak Fortuner Yang Dikendarai WNA
Artikel 1 hari lalu 271 disimak
Pemprov Kepri Bentuk BLUD Konservasi Perairan Bintan
Artikel 1 hari lalu 271 disimak
Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Batam
Artikel 2 hari lalu 339 disimak

POPULER PEKAN INI

“Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
Histori 7 hari lalu 739 disimak
Prakiraan Cuaca, Potensi Hujan Masih Terjadi di Batam dan Sekitarnya
Artikel 5 hari lalu 626 disimak
Polsek Bengkong Amankan Pelaku Pelecehan Seksual Kepada Anak Di Bawah Umur
Artikel 6 hari lalu 591 disimak
Disdik Batam Himbau Keluarga Mampu Pilih Sekolah Swasta
Pendidikan 6 hari lalu 574 disimak
Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
Statistik 4 hari lalu 511 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?