PAWAI budaya di kota Tanjungpinang yang digelar di kawasan Taman Laman Boenda Tepi Laut Tanjungpinang, Sabtu (3/9/2023), diikuti 116 peserta dari siswa SMP dan SMA, instansi vertikal, sanggar seni, paguyuban, serta organisasi masyarakat.
Even ini berdampak positif bagi para pedagang dan pelaku UMKM Tanjungpinang. Pedagang sejak pukul 06.00 WIB, sudah siap untuk berjualan, baik berupa jajanan makan dan minum ataupun hasil produk UMKM.
Sepanjang jalan dari depan Gedung Mal Pelayanan Publik sampai ke depan Gedung Daerah ramai dipadati oleh pengunjung yang berbelanja.
Ribuan masyarakat Tanjungpinang menyaksikan pawai budaya dan mobil hias tersebut membuat dagangan mereka laris manis.
Jika digabung maka total perputaran omset para pedagan tembus ratusan juta rupiah. Baik peserta pawai dan penonton terlihat ramai membeli dagangan para penjual makan dan minum.
Salah satu pedagang Irwan mengaku, pendapatan meningkat saat kegiatan pawai budaya dan mobil hias ini dibandingkan dengan hari biasanya.
“Hari biasa Rp200 ribu dari sore sampai dengan jam 12 malam. Sekarang baru dua jam jualan sudah dapat omset Rp400 ribu,” ujarnya yang sehari-hari berjualan kacang dan jagung.
Pria yang baru setahun berjualan di kawasan Tepi Laut ini merasa bersyukur event yang dilaksanakan membawa berkah bagi mereka.
“Harapan saya pemerintah sering-seringlah membuat kegiatan yang mengundang orang ramai macam ini, kalau bisa setiap tahun ada,” imbuhnya.
Heri salah satu pedagang jajanan lainnya di area tepi laut merasa bersyukur dengan kegiatan ini. Karena hanya dalam hitungan jam berjualan dagangan yang disiapkannya habis diborong pembeli.
“Alhamdulilah sekali atas event ini, sangat membantu kami sebagai pedagang yang selama ini sangat menanti acara seperti ini. Terima kasih Ibu Wali Kota”, ucapnya bersyukur.
Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang lain Mulyadi. Bahkan pedagang Es Krim ini mengaku hanya berjualan dengan durasi sekitar 5 jam, sudah mendapatkan omzet sebesar Rp1 juta.
“Kalau hari biasa saya jualan hanya dapat sekitar Rp 400 ribu per hari,” katanya.
Mulyadi pun mengucapkan terima kasih kepada Pemko Tanjungpinang dan stakeholder terkait yang sudah menyelenggarakan event skala besar ini.
“Semoga pemerintah rutin gelar kegiatan seperti ini, karena sangat berdampak positif bagi kami sebagai rakyat kecil,” ucapnya. (
Mereka menampilkan berbagai macam pertunjukan mulai dari atraksi Drumband, tari-tarian, pakaian adat hingga penampilan baju profesi.
“Kegiatan ini semata-mata agar kita bisa bersilaturahmi, dan mendorong perekonomian masyarakat kota Tanjungpinang melalui kegiatan pelestarian budaya,” kata Walikota Tanjungpinang, Rahma.
(dha)


