Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Lupa Matikan Kompor, Dapur Warung di Tanjungpinang Ludes Terbakar
    7 jam lalu
    Sempat Ditahan di Malaysia, 4 Nelayan Asal Bintan Akhirnya Dipulangkan KJRI Johor Bahru
    8 jam lalu
    Anggaran Terbatas, Pemko Batam Baru Bisa Cover 4.000 Lansia dari 20 Ribu Target Penerima
    12 jam lalu
    Harga Emas di Batam Naik Lagi
    12 jam lalu
    Cuaca di Kota Batam Jum’at (3/07) Diprediksi Cerah Berawan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Austria 0-3, Tim Matador isi 1 Slot di Babak 16 Besar
    17 jam lalu
    Susul Kanada dan Meksiko, Tuan Rumah Amerika Masuk Babak 16 Besar
    1 hari lalu
    Dramatis Belgia Kontra Senegal, Belgia Unggul 3-2
    2 hari lalu
    Dual Gol Harry Kane ke Gawang Kongo Bawa Inggris ke Babak Selanjutnya
    2 hari lalu
    Catatan Rekor Mengesankan Iringi Meksiko Lolos ke Babak 16 Besar
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    7 jam lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    8 jam lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    11 jam lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    4 hari lalu
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Pendidikan

Tari Rengkam dan Antusiasnya Siswa SMAN 22 Pulau Pecong

Editor Admin 3 tahun lalu 1.5k disimak
Daftar Gambar 1/11
IMG_0030-1536×1024-1
IMG_0104-scaled-1
IMG-20230920-WA0011
IMG_0038-1536×1024-1
IMG_0015-1536×1024-1
IMG_0040-1536×1024-1
IMG_0072-1536×1024-1
IMG_0011-1536×1024-1
IMG_0066-1536×1024-1
FB_IMG_1695124578994
IMG_0025-1536×1024-1

SMAN 22 Pecong berdiri sejak tahun 2016 di Pulau Pecong, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. Roadshow tim Batam Creator Academy, Selasa (19/9/2023) disambut hangat di sekolah itu.

“Kami menyambut semua tamu dengan tarian Rengkam, kreasi siswa SMAN 22 dan binaan guru,”kata Kepala Sekolah SMAN 22 Slamet Munawar di sanggar seni budaya Hulubalang Laot, sekolah itu.

Siswa siswi SMAN 22 pulau Pecong menyambut tim Batam Creator Academy dengan tarian Rengkam, khas pulau Pecong, Selasa (19/9/2023). © F. Arif – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Selain mengenalkan budaya Melayu, kata Slamet Munawar, pihaknya juga memberi kesempatan siswa tampil di depan umum. Total jumlah siswa 150 orang. Sebagian dari Pulau Pecong, sebagian dari Pulau Jaloh dan pulau sekitarnya.

SMAN 22 adalah sekolah pertama di hinterland yang dikunjungi tim Batam Creator Academy. Naik boat pancung dari Sekupang, waktu tempuh 1 jam ke Pulau Pecong dari pelabuhan penyeberangan antar pulau di Sekupang.

Perjalanan menuju pulau Pecong, © F. Eri Syahrial – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Siswa dibekali pelatihan tentang kreator digital, konten kegiatan sekolah dan masyarakat Pulau Pecong. “Sejarah Pulau Pecong, Darat Keramat, menarik dibikin konten,” kata Socrates dan Bintoro Suryo yang membriefing siswa.

Direktur Batam Creator Academy, Socrates bersama seorang siswa di SMAN 22 pulau Pecong, Batam, Selasa (19/9/2023). © Rizki – SocratesTalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Kepala Sekolah Batam Creator Academy yang juga aktivis perlindungan anak Eri Syahrial, juga memberikan materi sekolah ramah anak. ” Tidak boleh lagi ada bulliying di sekolah,” katanya.

Kepala SMAN 22 pulau Pecong, Slamet Munawar bersama Kepala Sekolah Batam Creator Academy, Eri Syahrial. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Siswa SMAN 22 Pulau Pecong, memiliki semangat untuk maju. Termasuk di bidang literasi digital. Motto mereka, siap kerja, siap kuliah. Sayangnya, sinyal internet hilang timbul di Pulau Pecong. Padahal, ada tower BTS Telkomsel di pulau itu.


Selain SMA, fasilitas pendidikan di pulau kecil ini terbilang lengkap, walau secara kualitas tidak banyak.

“Ada SMA, PAUD, TK, SD, SMP. Masing-masing satu unit sekolah. Jadi, anak-anak Pecong tidak perlu lagi keluar pulau untuk sekolah”, ujar sang Kepala Sekolah, Slamet Munawar.

Sementara untuk siswa lain dari sekitar pulau Pecong, pemerintah juga sudah mengoperasikan boat pancung sekolah. Perannya sama seperti bus sekolah dengan operasional ditanggung pemerintah provinsi Kepri.

Para siswa SMAN 22 pulau Pecong antusias mengikuti materi kelas dari tim Batam Creator Academy. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

“Jadi, anak-anak dari luar seperti dari pulau Jaloh, diantar jemput setiap hari dengan boat pancung sekolah”, lanjutnya.

“Saat ini, 60 persen anak yang bersekolah di sini berasal dari pulau Pecong sendiri, hampir 40 persen lainnya dari pulau Jaloh yang bertetangga dengan Pecong. Ada juga beberapa lainnya yang berasal dari pulau-pulau kecil di sekitar Pecong. Bahkan beberapa anak dari Karimun, melanjutkan SLTA-nya di sini”, lanjutnya.

Gedung SMAN 22 Batam yang berada di ketinggian di pulau Pecong. © F. Arif – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

SMAN 22 terletak di atas bukit yang tinggi di pulau ini. Fasilitas ruang belajar hingga perumahan untuk gurunya juga terbilang lengkap. Ada satu ruang kelas yang difungsikan sebagai mushala sekolah. Ruang ini selalu ramai pada jam menjelang dan setelah shalat zuhur. Siswa-siswi muslim di sini, dibiasakan shalat zuhur secara berjamaah dan diikuti kultum yang dilakukan bergantian oleh para siswanya.

“Tidak ada istilah siswa bodoh, semua punya kelebihan. Saya berusaha mendukung mereka dengan apa yang mereka bisa”, kata Slamet Munawar soal metode pengajaran dan pendekatan ke para siswa di pulau Pecong ini.

Para siswa SMAN 22 pulau Pecong antusias mengikuti materi kelas dari tim Batam Creator Academy. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Misalnya menurutnya, ada siswa yang punya kemampuan olahraga sepakbola dan ada turnamen yang perlu diikutinya di luar Pecong.

“Saya izinkan itu, nggak ada masalah karena itu positif untuk perkembangannya, walaupun misalnya sampai seminggu”, katanya.

Kepala SMAN 22 Batam, Slamet Munawar berdialog bersama tim Batam Creator Academy. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan GoWest.ID

Saat pelatihan tentang kreator digital, konten kegiatan sekolah dan masyarakat Pulau Pecong yang dilakukan Batam Creator Academy di sini, seorang siswi, Siti NurAin Hasan, adalah salah satu yang berbakat.

Video karya Siti NurAin Hasan, siswi SMAN 22 yang menggeluti kegiatan videografi di pulau Pecong.

Ain, panggilannya, sudah membuat berbagai konten tentang pulau tempat kelahirannya itu, selain konten video pembelajaran sekolah.

“Ini menarik, bagus. Makin banyak informasi positif tentang pulau Pecong dibuat, publik akan semakin kenal Pecong. Ayo kita buat Pecong mendunia dengan sumberdaya dan keunggulannya”, kata salah satu instruktur Batam Creator Academy, Bintoro Suryo, menyemangati para siswa di SMAN 22 pulau Pecong.

Salah satu Instruktur Batam Creator Academy, Bintoro Suryo memberi pengarahan ke siswa SMAN 22 pulau Pecong sebelum melakukan kegiatan eksplorasi. © F. Socrates – socratestalk.com/ Disediakan oleh GoWest.ID

WALAU jauh dari keramaian Batam, kreatifitas para siswa di sini, patut diacungi jempol. Mereka aktif di kegiatan seni seperti menggeluti seni tarian khas Melayu hingga konten kreasi.

Tari Rengkam yang mereka bawakan untuk semua tamu SMAN 22 yang berkunjung ke sini, sarat pesan lokal dan menjadi ciri khas masyarakat pulau Pecong. Tari Rengkam mendeskripsikan aktifitas harian warga di pulau itu yang rata-rata membudidaya Rengkam atau rumput laut.

Rengkam atau Rumput laut yang menjadi salah satu sumber penghasilan warga di pulau Pecong. © F. Socrates – Socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

“Rata-rata, mata pencaharian masyarakat di sini, kalau tak melaut, ya mencari dan membudidaya Rengkam”,
ujar Feranica Fathanah yang biasa dipanggil Bu Fera oleh para siswa di sini. Ia adalah guru bahasa Indonesia di SMAN 22 pulau Pecong yang merangkap sebagai Humas sekolah.

Tari Rengkam yang kini menjadi ikon seni di SMAN 22 pulau Pecong, merupakan hasil koreografi Fera. Wanita 30-an tahun yang sudah menjadi guru di sekolah itu sejak 2016, merupakan anak kelahiran pulau Pecong.

“Kembali ke kampung halaman, saya senang di sini”, kata Fera yang alumni Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Foto bersama para siswa siswi yang tergabung di sanggar seni dan tari Hulubalang Laot SMAN 22 Batam. © F. Rizki – socratestalk.com. Disediakan oleh GoWest.ID

Baginya, mengajar di SMAN 22 menyenangkan. Ia hapal setiap detil pulau ini, masyarakatnya dan kehidupan sosial budayanya.

“Anak-anak yang bersekolah di SMAN 22, saya kenal semua keluarganya. Hampir semua masih terkait saudara”, katanya tersenyum.

(*)

Artikel ini terbit pertama kali di : socratestalk.com

Admin 24 September 2023 24 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira1
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Harga Beras Meroket, Warga Kepri Diminta Beralih ke Beras SPHP
Artikel Selanjutnya Liga Batam 2023, PS Seuramoe Tantang Batam City di Final

APA YANG BARU?

Lupa Matikan Kompor, Dapur Warung di Tanjungpinang Ludes Terbakar
Artikel 7 jam lalu 135 disimak
Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
Seni 7 jam lalu 118 disimak
Sempat Ditahan di Malaysia, 4 Nelayan Asal Bintan Akhirnya Dipulangkan KJRI Johor Bahru
Artikel 8 jam lalu 107 disimak
Pulau Los, Tanjungpinang
Wilayah 8 jam lalu 114 disimak
Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
Statistik 11 jam lalu 130 disimak

POPULER PEKAN INI

Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
Lingkungan 6 hari lalu 509 disimak
Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
Statistik 6 hari lalu 405 disimak
Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
Rupa 6 hari lalu 339 disimak
Debarkasi Haji Batam Hampir Tuntas, 10.516 Jamaah Pulang, Tinggal Kloter 25 di Madinah
Artikel 5 hari lalu 320 disimak
Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
Artikel 4 hari lalu 308 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?