Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
    2 jam lalu
    3 Tersangka Jambret Mahasiswi di Batam Kota Ditangkap
    2 jam lalu
    Perbaikan Pipa SPAM Simpang Plamo Rampung
    2 jam lalu
    Prakiraan Cuaca Kepri: Didominasi Awan Tebal dan Potensi Hujan Ringan
    3 jam lalu
    Khawatir Ganggu Stabilitas Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
    9 menit lalu
    Lewat Inovasi “Ojek Sampah”, Miswanto Raih Kalpataru Adya 2026
    2 jam lalu
    Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Meksiko Sukses Taklukan Afrika Selatan 2-0
    23 jam lalu
    Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
    1 hari lalu
    Gagal ke Final, Tim Garuda U19 Kalah Tipis dari Australia
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    1 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    2 hari lalu
    Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
    3 hari lalu
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    6 hari lalu
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Kurang Mampu Berinteraksi Sosial dan Mudah Kesepian

Survei: Anak muda Singapura

Editor Admin 2 tahun lalu 730 disimak
Ilustrasi, disediakan oleh GoWest.ID

LEBIH dari separuh anak muda berusia 21 hingga 34 tahun mengungkapkan mereka merasa cemas ketika berbicara secara langsung dengan orang lain dan merasa lebih mudah berkomunikasi secara online. 

Daftar Isi
ISOLASI SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPERMASALAHAN KELUARGA DAN HUBUNGANTEMUAN MENARIK LAINNYA 

TEMUAN ini merupakan bagian dari hasil survei yang melibatkan lebih dari 2.000 responden di Singapura yang menyimpulkan bahwa sebagian besar anak muda mengalami penurunan kemampuan dalam berinteraksi sosial dan mudah merasa kesepian.

Survei tersebut diselenggarakan oleh Institute of Policy Studies (IPS) menjelang konferensi Singapore Perspectives 2024 pada hari Senin (29/1). Konferensi ini berfokus memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di bidang kebijakan publik. 

Survei yang diikuti oleh 2.356 warga Singapura dan penduduk tetap berusia 21 hingga 64 tahun ini mencakup berbagai bidang, seperti keluarga, pekerjaan, kesejahteraan dan keterlibatan sipil. Berikut beberapa temuan penting dari survei tersebut.

ISOLASI SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Survei menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah menurunkan interaksi sosial antara teman dan keluarga dengan berbagai penerapan karantina wilayah dan isolasi sosial. Alhasil, tingkat kesepian di dalam masyarakat semakin meningkat, menimbulkan fenomena yang disebut “epidemi kesepian”. 

Permasalahan kesepian sebelumnya selalu dikaitkan dengan para lansia. Namun, survei ini menunjukkan bahwa fenomena itu pun dialami oleh anak-anak muda.

Survei menunjukkan bahwa sebanyak 53 persen responden berusia 21 hingga 34 tahun merasa lebih mudah berbicara dengan orang lain secara online ketimbang secara offline.

Selain itu, sebanyak 56 persen responden berusia 21 hingga 34 tahun melaporkan mereka terkadang merasa cemas jika harus berbicara dengan orang lain secara langsung.

Survei dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan terkait dengan tema kesepian kepada pada responden, antara lain sebagai berikut: 

  • Seberapa sering kamu merasa kurang memiliki teman? 
  • Seberapa sering kamu merasa ditinggalkan? 
  • Seberapa sering kamu merasa terisolasi dari orang lain? 

Responden kemudian diminta memberi jawaban melalui angka, yakni angka 1 untuk jawaban “hampir tidak pernah” dan angka 3 untuk jawaban “sering”. Jawaban mereka pun ditotalkan sehingga dapat disimpulkan responden yang memiliki jumlah skor lebih tinggi menunjukkan rasa kesepian yang tinggi pula.

Hasilnya, responden anak muda dalam rentang usia 21 hingga 34 tahun cenderung melaporkan tingkat kesepian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. 

Temuan lengkap survei tersebut antara lain:

  • Responden berusia 21 hingga 34 tahun melaporkan skor rata-rata tertinggi sebesar 5,53. 
  • Responden berusia 35 hingga 49 tahun menunjukkan skor rata-rata 5,09.
  • Responden berusia 50 hingga 64 tahun justru melaporkan skor rata-rata terendah sebesar 5,03. 
  • Para lajang berusia 21 hingga 34 tahun juga melaporkan skor kesepian yang lebih tinggi, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang berpacaran atau berpasangan.

“Alasan mengapa anak muda melaporkan tingkat isolasi sosial yang lebih tinggi adalah karena mereka berada pada tahap kehidupan ketika mereka seharusnya melakukan transisi ke tempat kerja, transisi ke pendidikan tinggi, tetapi melewatkan banyak peluang bersosialisasi selama pandemi,” kata peneliti senior IPS, dr. Chew Han Ei.

“Mereka tidak mengikuti masa orientasi di kampus, tidak mengikuti study tour ke luar negeri, dan tidak terlibat dalam percakapan ringan di tempat kerja atau menjalani masa orientasi yang membuat mereka dapat berkeliling untuk berkenalan dengan banyak orang. Jadi mereka melewatkan kesempatan untuk membangun hubungan sosial ini, dan saya pikir ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa responden anak muda melaporkan tingkat kesepian yang lebih tinggi,” ujarnya.

PERMASALAHAN KELUARGA DAN HUBUNGAN

Anak muda di Singapura juga tampaknya memiliki daftar pencapaian tertentu, tidak seperti generasi yang lebih tua, kata dr. Chew.

“Ketika kita berbicara dengan anak muda, sebagian besar memiliki daftar hal-hal yang ingin mereka capai sebelum menikah dan menjadi orang tua. Sebagian besar dari daftar pencapaian itu terkait dengan materi — mereka menginginkan kehidupan yang nyaman, pekerjaan yang baik, dan memiliki rumah — baru kemudian mereka memikirkan untuk menikah,” katanya.

“Sementara dibandingkan dengan dua generasi sebelumnya, daftar pencapaian itu adalah: Saya menikah, mendapatkan pekerjaan, lalu memiliki anak. Tidak ada hal yang harus dicapai sebelum menikah. Namun, saat ini saya pikir, anak muda ingin kehidupan yang nyaman terlebih dahulu.”

Mereka juga enggan menukar kehidupan individual yang nyaman dengan pernikahan, imbuhnya. 

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa para lajang berusia 21 hingga 34 tahun lebih cenderung memiliki prioritas lain — termasuk pekerjaan, studi, dan pencarian jati diri — yang harus mereka fokuskan, dan mereka tidak memiliki waktu ataupun semangat untuk berkencan.

Selain itu, lebih dari separuh responden lajang berusia 21 hingga 34 tahun bercita-cita untuk menikah dan menjadi orang tua, meskipun sebagian besar meyakini bahwa tidak perlu menikah atau memiliki anak dalam sebuah pernikahan.

TEMUAN MENARIK LAINNYA 

Hampir setiap enam dari 10 responden pada kelompok usia 21-34 tahun memperkirakan bahwa mereka perlu atau ingin berganti karier beberapa kali selama hidup mereka.

Selain itu, sebanyak 53 persen responden pada kelompok usia 21-34 tahun merasa cukup atau sangat siap untuk menyambut kemajuan teknologi — seperti kecerdasan buatan generatif, Web3, dan blockchain — di tempat kerja, dibandingkan dengan 48 persen responden pada kelompok usia 35-49 tahun dan 46 persen responden pada kelompok 50-64 tahun.

IPS mengatakan temuan survei ini menunjukkan para pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi para anak muda sehingga mereka dapat lebih siap menyongsong masa depan, baik terkait tujuan karir maupun pencapaian pribadi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih kuat untuk negara.

Hal ini termasuk dengan memberikan akses yang lebih luas ke layanan kesehatan mental untuk membantu mereka mengatasi kesepian dan isolasi sosial, serta menjalin dan mempertahankan hubungan. 

(*)

Sumber: Channel News Asia
Judul asli : "Survei: Anak muda Singapura kurang mampu berinteraksi sosial dan mudah kesepian"

Kaitan Gen z, singapore, singapura, survei
Admin 28 Februari 2024 28 Februari 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Perekonomian Paska Pilpres, Kepri Urutan 9 Inflasi Tertinggi di Indonesia
Artikel Selanjutnya Pembangunan Infrastruktur Dorong Peningkatan Ekonomi di Batam

APA YANG BARU?

Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
Sports 9 menit lalu 46 disimak
Lewat Inovasi “Ojek Sampah”, Miswanto Raih Kalpataru Adya 2026
Lingkungan 2 jam lalu 92 disimak
Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
Artikel 2 jam lalu 88 disimak
3 Tersangka Jambret Mahasiswi di Batam Kota Ditangkap
Artikel 2 jam lalu 100 disimak
Perbaikan Pipa SPAM Simpang Plamo Rampung
Artikel 2 jam lalu 82 disimak

POPULER PEKAN INI

Potong 17 Hewan Qurban, Rangkaian Kegiatan Idul Qurban Masjid Al-Ishlaah Resmi Ditutup
Artikel 5 hari lalu 827 disimak
Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
Peristiwa 6 hari lalu 765 disimak
Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
Statistik 7 hari lalu 720 disimak
Bagaimana Kota Pesisir Pengaruhi Kesehatan Terumbu Karang: Kisah dari Batam dan Natuna
Catatan Netizen 6 hari lalu 678 disimak
Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
Artikel 7 hari lalu 618 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?