Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Resmi Digulirkan Gema Batam ASRI, Goro Rutin Setiap Selasa dan Jum’at
    6 jam lalu
    3 SPPG di Bintan Telah Miliki SLHS, Belasan Lainya Masih Mengurus
    8 jam lalu
    Diduga Sakit Hati, Suami Bunuh Istrinya Sendiri
    11 jam lalu
    Polres Bintan Tangkap 3 Orang Tersangka Pelaku Peredaran Narkoba
    13 jam lalu
    Pemko Batam Gelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Ishlaah, Berikan Bantuan Rp40 Jt
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    4 hari lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    5 hari lalu
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    7 hari lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    1 minggu lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    24 jam lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Kurang Mampu Berinteraksi Sosial dan Mudah Kesepian

Survei: Anak muda Singapura

Editor Admin 2 tahun lalu 655 disimak
Ilustrasi, disediakan oleh GoWest.ID

LEBIH dari separuh anak muda berusia 21 hingga 34 tahun mengungkapkan mereka merasa cemas ketika berbicara secara langsung dengan orang lain dan merasa lebih mudah berkomunikasi secara online. 

Daftar Isi
ISOLASI SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPERMASALAHAN KELUARGA DAN HUBUNGANTEMUAN MENARIK LAINNYA 

TEMUAN ini merupakan bagian dari hasil survei yang melibatkan lebih dari 2.000 responden di Singapura yang menyimpulkan bahwa sebagian besar anak muda mengalami penurunan kemampuan dalam berinteraksi sosial dan mudah merasa kesepian.

Survei tersebut diselenggarakan oleh Institute of Policy Studies (IPS) menjelang konferensi Singapore Perspectives 2024 pada hari Senin (29/1). Konferensi ini berfokus memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di bidang kebijakan publik. 

Survei yang diikuti oleh 2.356 warga Singapura dan penduduk tetap berusia 21 hingga 64 tahun ini mencakup berbagai bidang, seperti keluarga, pekerjaan, kesejahteraan dan keterlibatan sipil. Berikut beberapa temuan penting dari survei tersebut.

ISOLASI SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Survei menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah menurunkan interaksi sosial antara teman dan keluarga dengan berbagai penerapan karantina wilayah dan isolasi sosial. Alhasil, tingkat kesepian di dalam masyarakat semakin meningkat, menimbulkan fenomena yang disebut “epidemi kesepian”. 

Permasalahan kesepian sebelumnya selalu dikaitkan dengan para lansia. Namun, survei ini menunjukkan bahwa fenomena itu pun dialami oleh anak-anak muda.

Survei menunjukkan bahwa sebanyak 53 persen responden berusia 21 hingga 34 tahun merasa lebih mudah berbicara dengan orang lain secara online ketimbang secara offline.

Selain itu, sebanyak 56 persen responden berusia 21 hingga 34 tahun melaporkan mereka terkadang merasa cemas jika harus berbicara dengan orang lain secara langsung.

Survei dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan terkait dengan tema kesepian kepada pada responden, antara lain sebagai berikut: 

  • Seberapa sering kamu merasa kurang memiliki teman? 
  • Seberapa sering kamu merasa ditinggalkan? 
  • Seberapa sering kamu merasa terisolasi dari orang lain? 

Responden kemudian diminta memberi jawaban melalui angka, yakni angka 1 untuk jawaban “hampir tidak pernah” dan angka 3 untuk jawaban “sering”. Jawaban mereka pun ditotalkan sehingga dapat disimpulkan responden yang memiliki jumlah skor lebih tinggi menunjukkan rasa kesepian yang tinggi pula.

Hasilnya, responden anak muda dalam rentang usia 21 hingga 34 tahun cenderung melaporkan tingkat kesepian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. 

Temuan lengkap survei tersebut antara lain:

  • Responden berusia 21 hingga 34 tahun melaporkan skor rata-rata tertinggi sebesar 5,53. 
  • Responden berusia 35 hingga 49 tahun menunjukkan skor rata-rata 5,09.
  • Responden berusia 50 hingga 64 tahun justru melaporkan skor rata-rata terendah sebesar 5,03. 
  • Para lajang berusia 21 hingga 34 tahun juga melaporkan skor kesepian yang lebih tinggi, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang berpacaran atau berpasangan.

“Alasan mengapa anak muda melaporkan tingkat isolasi sosial yang lebih tinggi adalah karena mereka berada pada tahap kehidupan ketika mereka seharusnya melakukan transisi ke tempat kerja, transisi ke pendidikan tinggi, tetapi melewatkan banyak peluang bersosialisasi selama pandemi,” kata peneliti senior IPS, dr. Chew Han Ei.

“Mereka tidak mengikuti masa orientasi di kampus, tidak mengikuti study tour ke luar negeri, dan tidak terlibat dalam percakapan ringan di tempat kerja atau menjalani masa orientasi yang membuat mereka dapat berkeliling untuk berkenalan dengan banyak orang. Jadi mereka melewatkan kesempatan untuk membangun hubungan sosial ini, dan saya pikir ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa responden anak muda melaporkan tingkat kesepian yang lebih tinggi,” ujarnya.

PERMASALAHAN KELUARGA DAN HUBUNGAN

Anak muda di Singapura juga tampaknya memiliki daftar pencapaian tertentu, tidak seperti generasi yang lebih tua, kata dr. Chew.

“Ketika kita berbicara dengan anak muda, sebagian besar memiliki daftar hal-hal yang ingin mereka capai sebelum menikah dan menjadi orang tua. Sebagian besar dari daftar pencapaian itu terkait dengan materi — mereka menginginkan kehidupan yang nyaman, pekerjaan yang baik, dan memiliki rumah — baru kemudian mereka memikirkan untuk menikah,” katanya.

“Sementara dibandingkan dengan dua generasi sebelumnya, daftar pencapaian itu adalah: Saya menikah, mendapatkan pekerjaan, lalu memiliki anak. Tidak ada hal yang harus dicapai sebelum menikah. Namun, saat ini saya pikir, anak muda ingin kehidupan yang nyaman terlebih dahulu.”

Mereka juga enggan menukar kehidupan individual yang nyaman dengan pernikahan, imbuhnya. 

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa para lajang berusia 21 hingga 34 tahun lebih cenderung memiliki prioritas lain — termasuk pekerjaan, studi, dan pencarian jati diri — yang harus mereka fokuskan, dan mereka tidak memiliki waktu ataupun semangat untuk berkencan.

Selain itu, lebih dari separuh responden lajang berusia 21 hingga 34 tahun bercita-cita untuk menikah dan menjadi orang tua, meskipun sebagian besar meyakini bahwa tidak perlu menikah atau memiliki anak dalam sebuah pernikahan.

TEMUAN MENARIK LAINNYA 

Hampir setiap enam dari 10 responden pada kelompok usia 21-34 tahun memperkirakan bahwa mereka perlu atau ingin berganti karier beberapa kali selama hidup mereka.

Selain itu, sebanyak 53 persen responden pada kelompok usia 21-34 tahun merasa cukup atau sangat siap untuk menyambut kemajuan teknologi — seperti kecerdasan buatan generatif, Web3, dan blockchain — di tempat kerja, dibandingkan dengan 48 persen responden pada kelompok usia 35-49 tahun dan 46 persen responden pada kelompok 50-64 tahun.

IPS mengatakan temuan survei ini menunjukkan para pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi para anak muda sehingga mereka dapat lebih siap menyongsong masa depan, baik terkait tujuan karir maupun pencapaian pribadi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih kuat untuk negara.

Hal ini termasuk dengan memberikan akses yang lebih luas ke layanan kesehatan mental untuk membantu mereka mengatasi kesepian dan isolasi sosial, serta menjalin dan mempertahankan hubungan. 

(*)

Sumber: Channel News Asia
Judul asli : "Survei: Anak muda Singapura kurang mampu berinteraksi sosial dan mudah kesepian"

Kaitan Gen z, singapore, singapura, survei
Admin 28 Februari 2024 28 Februari 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Perekonomian Paska Pilpres, Kepri Urutan 9 Inflasi Tertinggi di Indonesia
Artikel Selanjutnya Pembangunan Infrastruktur Dorong Peningkatan Ekonomi di Batam

APA YANG BARU?

Resmi Digulirkan Gema Batam ASRI, Goro Rutin Setiap Selasa dan Jum’at
Artikel 6 jam lalu 71 disimak
3 SPPG di Bintan Telah Miliki SLHS, Belasan Lainya Masih Mengurus
Artikel 8 jam lalu 73 disimak
Diduga Sakit Hati, Suami Bunuh Istrinya Sendiri
Artikel 11 jam lalu 69 disimak
Polres Bintan Tangkap 3 Orang Tersangka Pelaku Peredaran Narkoba
Artikel 13 jam lalu 80 disimak
Pemko Batam Gelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Ishlaah, Berikan Bantuan Rp40 Jt
Artikel 20 jam lalu 243 disimak

POPULER PEKAN INI

Komisi III DPR RI Soroti Tuntutan Hukuman Mati ABK Kapal Pembawa Sabu
Artikel 3 hari lalu 314 disimak
BP Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang
Artikel 3 hari lalu 307 disimak
Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
Pendidikan 4 hari lalu 288 disimak
MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
Artikel 4 hari lalu 277 disimak
KTP Luar Daerah Tidak Bisa Urus Kartu Kuning di Batam per 1 Maret 2026
Artikel 4 hari lalu 275 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?