Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dishub Batam Lakukan Patroli Pengawasan Juru Parkir Liar
    22 jam lalu
    Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
    23 jam lalu
    Buang Sampah Sembarangan? Siap-siap Disuruh Pungut Sampah Pakai Rompi
    1 hari lalu
    Perluas Sekolah Vokasi, Pemprov Kepri Bangun SMKN 13 dan 14 di Batam
    2 hari lalu
    Berkas P-21, Empat Pelaku Penganiyaan Bripda Natanael Segera Disidang
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    4 jam lalu
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    1 hari lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    2 hari lalu
    SD-SMP Negeri di Batam Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
    3 hari lalu
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

Menuju Pulau Subang Puteri Raja

Cerita Subang Mas dan Pulau Tunjuk (Bagian 1)

Editor Admin 1 tahun lalu 1.4k disimak
Daftar Gambar 1/7
AIRAJA9-768×426-1
IMG20231216131454-768×1024-1
IMG20231216110433-768×1024-1
IMG20231216103031-768×576-1
IMG20231216111314-768×1024-1
IMG20231216115401-768×1024-1
IMG20231216115503-768×1024-1

BANYAK cerita dibangun untuk memberi identitas suatu tempat. Sebagai nama atau penanda. Ada nama yang didapat dari cerita turun-temurun, dari hikayat, fakta sejarah atau malah dibangun belakangan dari pengalaman yang diperoleh warganya.

Oleh: Bintoro Suryo


“Kita di Subang Mas, pulau Subang (giwang, pen) emas dari puteri raja”, kata saya setelah membaca beberapa referensi dan catatan tentang sejarah nama pulau kecil ini kepada Domu, Yodha dan Sania. Rombongan kecil kami baru saja menapak di bagian dermaganya.

Pulau Subang Mas terletak di gugus kepulauan besar Batam – Rempang – Galang. Berhampiran pulau Combon yang cuma dipisahkan selat kecil dengan pulau Rempang.

Tak banyak yang mendiaminya. Cuma beberapa Kepala Keluarga (KK) saja. Dermaganya sudah dibangun dari beton oleh pemerintah kota Batam sejak beberapa tahun lalu. Pulau ini juga berstatus administrasi sebagai sebuah kelurahan sendiri.

“Pak, nomor telepon Abang itu”, kata Domu berbisik, mengingatkan saya untuk meminta nomor telepon Tekong pembawa kami kali ini.

Namanya Badol. Suku laut yang tinggal di pulau Todak. Ia satu-satunya Tekong yang bersedia mengantarkan kami ke pulau kecil ini dari pelabuhan rakyat Punggur di Batam.

Bang Badol, Tekong pembawa kami. © F. Bintoro Suryo. Disediakan oleh GoWest.ID

Angin Utara membuat banyak yang enggan beranjak dari dermaga itu. Apalagi, rute menuju pulau kecil ini melintasi selat Uban yang terhubung ke perairan laut cina selatan yang rawan.

Domu, Yodha dan Sania di dalam perahu boat menuju pulau Subang Mas. © F. Bintoro Suryo. Disediakan oleh GoWest.ID

Gelombang sedang besar, terutama di selat perlintasan antara pulau Ngenang dan Air Raja. Perahu boat fiber yang kami tumpangi, berkali-kali melompat saat bertemu gelombang besar.

“Saya nunggu di pelantar sana, bang. Agak terlindung dari ombak”, kata bang Badol setelah memberikan nomor ponselnya ke saya.

“Nanti sore kami hubungi, bang. Kita akan lanjut ke pulau Tunjuk yang di depan itu”, kata saya padanya.

Domu, Yodha dan Sania sudah berjalan lebih dulu menyusur pelantar.


Pulau ini tergolong sepi. Kami hanya bertemu beberapa remaja di ujung pelantar.

Pelantar di Dermaga pulau Subang Mas yang tenang. © F. Bintoro Suryo. Disediakan oleh GoWest.ID

Dek, kalau mau ke komplek makam Puteri Dahlia, lewat mana? Jauh dari sini?”, tanya Domu ke kelompok remaja itu.

“Itu, bang. Yang ujung sana makamnya. Tak jauh dari sini”, kata salah satunya.

Di Subang Mas ini, kami berencana mengeksplorasinya, juga mengunjungi sebuah komplek makam tua yang disebut sebagai komplek makam pertama yang ada di pulau ini.

Referensi awal yang kami diperoleh, pulau ini pernah menjadi lokasi pelarian rombongan puteri raja dari kerajaan Daik di Lingga ratusan tahun lalu. Rombongan berdiam di pulau ini hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di sini.

Di sebuah warung yang sepi, kami juga dapat informasi tentang nama juru kunci penjaganya. Namanya pak Senin. Seorang warga asli Subang Mas.

“Saya bisa antarkan ke rumah pak Senin, tak jauh lah dari sini”, ujar sang pemilik warung yang ramah kepada kami.

Pria itu merupakan pendatang asal Sumatera Barat yang akhirnya memutuskan tinggal di pulau ini.

“Kok bisa sampai sini, bang. Jauh merantaunya?”, kata saya padanya.

“Panjang ceritanya, bang. Tapi yang jelas, isteri saya orang asli Subang Mas. Kami bertemu di Tanjungpinang saat saya bekerja di sana”, jawabnya sambil tersenyum.

Pandemi Covid-19 memaksa pria itu untuk kembali ke kampung halaman sang isteri.

“Banyak usaha yang berhenti beroperasi, bang. Termasuk tempat kerja saya. Mau tak mau, kami akhirnya kembali ke sini”, ujarnya lirih.

Di pulau seluas 15 hektare ini, pasangan itu memulai kehidupan yang baru. Selain membuka warung kelontong bahan pokok untuk kehidupan sehari-hari warga di sini, mereka juga membuka warung makan kecil-kecilan. Tak banyak yang dijual, hanya Indomie rebus dan minuman ringan.

“Itu juga jarang-jarang yang beli, paling kalau ada pengunjung seperti Abang ini. Sehari-hari mengandalkan warung sembako saja”, katanya.

“Gimana mendatangkan sembako ke sini?” tanya saya.

“Pesan, bang. Nanti didatangkan pakai perahu. Barangnya dari Punggur (Batam, pen). Sekali pesan harus banyak karena ongkos transport-nya lumayan, hehe”, katanya.

Pulau Subang Mas yang kami datangi ini, masuk dalam administrasi kelurahan Subang Mas, kecamatan Galang, kota Batam. Penduduknya hanya sekitar 60 Kepala Keluarga saja. Pekerjaan mereka kebanyakan nelayan. Generasi mudanya lebih banyak memilih untuk merantau, bekerja di pabrik-pabrik di pulau Batam.

Di pulau ini baru ada 1 sekolah dasar, yaitu SD Negeri 003 Galang. Satu gedung sekolah dasar lainnya, walau terletak dalam kelurahan yang sama, namun berada di wilayah kampung baru yang berbeda pulau dengan pulau ini.

Sementara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, anak-anak usia sekolah di sini harus menyeberang ke pulau Air Raja, pulau di sebelahnya.

Kantor kelurahan Subang Mas di pulau Subang Mas. © F. Bintoro Suryo. Disediakan oleh GoWest.ID

Beruntung, sejak beberapa tahun terakhir ini, sudah ada jembatan penyeberangan di antara keduanya. Walau terbuat dari kayu dan cuma bisa dilintasi sepeda motor, namun cukup membuka akses keduanya untuk saling lebih terhubung secara sosial, ekonomi dan berbagi fasilitas umum.

Jembatan kayu Raja Mas yang menghubungkan pulau Subang Mas dan Pulau Air Raja. © F. Domu. Disediakan oleh GoWest.ID

Jembatan yang diberi nama Raja Mas itu, memiliki tinggi sekitar 4 meter, panjang 6,5 meter dan lebar meter. Sampai sebelum dioperasikan pada 2021, akses masyarakat Subang Mas dan Air Raja yang tinggal berdekatan itu, biasa dilakukan via jalur laut. 

“Nah itu rumahnya, bang”, kata si pemilik warung yang bersedia mengantarkan kami.

“Pakcik, ada tamu,” lanjutnya ke seorang pria yang sedang duduk di bale-bale di depan rumah tersebut. Usianya saya kira sekitar 60 tahunan.

Sania dan pak Senin di Bale-Bale Pinggir laut pulau Subang Mas. © F. Bintoro Suryo. Disediakan oleh GoWest.ID

Itu pak Senin, juru kunci makam Puteri Dahlia. Seorang puteri raja Daik Lingga yang dikabarkan sempat tinggal di pulau kecil ini, dalam upaya melarikan diri dari istana raja ratusan tahun silam.

Domu, Sania dan pak Senin. © F. Bintoro Suryo. Disediakan oleh GoWest.ID

“Subang tu giwang, Subang Puteri Dahlia”, ujar pak Senin saat kami sudah mulai terlibat obrolan tentang asal mula nama pulau kecil ini.

(*)

Bersambung, Selanjutnya : "Pulau Pelanduk yang Terlindungi
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com

Kaitan batam, Daik lingga, Pulau Tunjuk, Puteri Dahlia, SUBANG MAS
Admin 23 Maret 2025 23 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali2
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 14 Kendaraan Diamankan Petugas Polsek Lubukbaja
Artikel Selanjutnya Rybakina Juara Stuttgart Open

APA YANG BARU?

Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
Sports 4 jam lalu 90 disimak
Dishub Batam Lakukan Patroli Pengawasan Juru Parkir Liar
Artikel 22 jam lalu 106 disimak
Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 23 jam lalu 177 disimak
Buang Sampah Sembarangan? Siap-siap Disuruh Pungut Sampah Pakai Rompi
Artikel 1 hari lalu 120 disimak
Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
Sports 1 hari lalu 150 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 5 hari lalu 362 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 4 hari lalu 321 disimak
Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
Sports 6 hari lalu 321 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Mendata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 6 hari lalu 300 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 4 hari lalu 295 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?