Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    SAR Gabungan Sisir Perairan Tanjung Budus Cari Nelayan Hilang
    14 jam lalu
    Lonjakan Malaria di Tanjungpinang, Senggarang dan Kampung Bugis Fokus Ditangani
    15 jam lalu
    Jalan Lingkar Selatan Batam Dibangun, Tahap Awal Rp15 Miliar
    15 jam lalu
    53 Dapur SPPG Batam Kembali Beroperasi Usai Dana Operasional Dicairkan
    15 jam lalu
    Kronologi Demo Mahasiswa Batam Yang Ricuh
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Liga Takraw Season 2 2026 Tuntas, Tim Juara Terima Piala dan Uang Pembinaan
    2 hari lalu
    Puluhan Ribu Calon Murid Baru SMA dan SMK di Kepri Bersaing Ketat Masuk Sekolah Negeri
    2 hari lalu
    Pelatih Iran Nilai Timnya Paling “Tertindas” di Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
    3 hari lalu
    Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Benan, Lingga
    3 hari lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    4 hari lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    6 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    1 minggu lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 hari lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Infrastruktur

Kamp Pengungsi Vietnam, Galang

Editor Admin 9 bulan lalu 1.3k disimak
  • Nama : Kamp Pengungsi Galang
  • Lokasi : Pulau Galang, Kepulauan Riau
  • Masa Operasi : 1979 – 1997
  • Jumlah Pengungsi : +/- 250.000 jiwa

KAMP pengungsi Galang adalah tempat pengungsian orang Vietnam yang pada tahun 1979 – 1996 sering dikenal sebagai manusia sampan. Kamp ini berada di pulau Galang di bagian selatan pulau Batam dengan jarak lebih kurang 7 km. Selama kurun waktu 7 tahun, lembaga UNHCR, PBB mengumpulkan para pengungsi perang Vietnam ini, yang tersebar di beberapa pulau seperti: pulau Natuna, Terempa, pulau Anambas dan sekitarnya menjadi satu di tempat ini.

Daftar Isi
SejarahPengaturan Kamp saat Dioperasikan

Kamp ini dulunya mempunyai beberapa macam fasilitas, seperti: klinik PMI, kantor administrasi dari PBB, tempat pendidikan anak-anak, tempat peribadatan/kuil, dan tempat makam bagi mereka yang meninggal dunia karena terserang penyakit. Selama berada di tempat ini, para pengungsi tersebut mempelajari bahasa Inggris dan beberapa bahasa lain serta mengikuti berbagai latihan ketrampilan, sambil menunggu keputusan dari pihak PBB. Tempat ini kemudian ditutup oleh PBB secara resmi pada tahun 1997. Pada tahun 2000, kamp ini berganti nama menjadi Wisata Sejarah Galang Batam.

Sejarah

SEJARAH Camp. Vietnam untuk penampungan sekitar 250.000 pengungsi, berawal saat para pengungsi perang asal Vietnam melarikan diri dari negaranya karena konflik yang berkepanjangan.

Pengungsian ini dimulai pada tanggal 29 april 1975, dan dilakukan secara besar – besaran. Ada ratusan ribu warga vietnam yang mengungsi pada saat itu.

Foto pengungsi asal Vietnam di pulau Galang, periode 1980 – 1982. © F. Gaylord Barr/ dokumentasi GoWest.ID

Hal ini terjadi karena kalahnya pasukan AS dan berkuasanya rezim komunis. Para pengungsi meninggalkan Vietnam menggunakan transportasi laut dengan kapal-kapal. Mereka mengarungi lautan tanpa tujuan yang jelas.

Hingga pada akhirnya rombongan pertama pengungsi tiba di pulau Natuna pada tanggal 21 Mei,  tahun 1975.

Rombongan pertama ini berjumlah 75 orang. Semakin hari semakin bertambah jumlah rombongan yang tiba di perairan Kepulauan Riau. Mereka tersebar dimana-mana dengan jumlah yang sangat banyak.

Hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan di beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Melihat kondisi para pengungsi yang sangat memprihatinkan, akhirnya PBB melalui UNHCR melakukan rapat dengan beberapa negara di Bangkok dan menetapkan salah satu pulau di Indonesia sebagai tempat pengungsian. Salah satunya di pulau Galang.

Dari pengumpulan di semua lokasi di Indonesia saat itu, akhirnya terkumpul kurang lebih 250.000 jiwa pengungsi.

Kamp pengungsian ini dibuat exclusive dan tertutup bagi orang luar, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit Vietnam Rose yang banyak terjadi semasa perang Vietnam.

Selama dalam pengungsian, seluruh biaya hidup mereka di tanggung oleh UNHCR. Mulai dari biaya makan, kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan kesehatan.

Foto pengungsi asal Vietnam di pulau Galang, periode 1980 – 1982. © F. Gaylord Barr/ dokumentasi GoWest.ID

Di sini juga disediakan sekolah, rumah sakit, pemakaman umum, dan tempat ibadah bagi seluruh Agama. Sistem pengairan juga sangat baik. Ada pipa-pipa besar untuk menyalurkan air dari luar pulau Galang. Sistem kelistrikan juga baik. Bisa dilihat dari tiang-tiang listrik yang masih berdiri di lokasi ini sampai sekarang. Di pengungsian itu juga terdapat penjara bagi para pengungsi yang melakukan kejahatan.

Setelah perang vietnam mereda, mereka pun mulai dikembalikan lagi ke negara asal secara bertahap. Pemulangan ini didukung penuh oleh pemerintah indonesia sejak tahun 1994.

Pengaturan Kamp saat Dioperasikan

Kamp Galang memiliki dua bagian:

  1. Kamp pertama untuk pengungsi baru, yang belum mendapat izin penempatan dari Amerika Serikat atau negara penempatan lainnya.
  2. Setelah ada persetujuan, pengungsi dipindahkan ke Kamp Kedua, di mana mereka mendapat instruksi dalam bahasa Inggris sekaligus informasi budaya di tempat baru. Kamp Kedua juga menampung pengungsi Kamboja yang telah ditampung dan diberi persetujuan di Thailand, yang menyebabkan ketegangan dengan pengungsi Vietnam yang merupakan mayoritas.

Pengaturan dilakukan oleh kepolisian Indonesia. Sementara pekerja sosial dan dan pekerja hukum, disediakan oleh negara partisipan dan PBB.

Hubungan antara pengungsi dan pengawas kepolisian Indonesia tidak selalu mudah. Dari waktu ke waktu ada laporan tentang gesekan besar mengenai kondisi sosial dan administrasi di kamp.

(ham)


Kaitan barelang, batam, galang, Kamp pengungsi, vietnam
Admin 30 September 2025 30 September 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemprov Kepri Siapkan SK Pengangkatan 747 PPPK, 1 Oktober 2025 Diserahkan
Artikel Selanjutnya Kepala BP Batam Kunjungi Singapura, Dorong Penguatan Investasi dan Ekonomi

APA YANG BARU?

SAR Gabungan Sisir Perairan Tanjung Budus Cari Nelayan Hilang
Artikel 14 jam lalu 170 disimak
Lonjakan Malaria di Tanjungpinang, Senggarang dan Kampung Bugis Fokus Ditangani
Artikel 15 jam lalu 148 disimak
Jalan Lingkar Selatan Batam Dibangun, Tahap Awal Rp15 Miliar
Artikel 15 jam lalu 170 disimak
53 Dapur SPPG Batam Kembali Beroperasi Usai Dana Operasional Dicairkan
Artikel 15 jam lalu 149 disimak
Kronologi Demo Mahasiswa Batam Yang Ricuh
Artikel 20 jam lalu 164 disimak

POPULER PEKAN INI

ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 6 hari lalu 821 disimak
Ada Subsidi Pendidikan bagi Siswa Batam Tidak Tertampung di Sekolah Negeri
Pendidikan 6 hari lalu 691 disimak
Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
Pendidikan 5 hari lalu 569 disimak
Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
Pendidikan 5 hari lalu 565 disimak
Mahasiswa Batam Akan Gelar Aksi 18 Juni 2026 dengan Sembilan Tuntutan “Tuntutan 45”
Artikel 5 hari lalu 531 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?