Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Lonjakan Kebakaran Hutan di Tanjungpinang Saat Musim Kemarau
    8 jam lalu
    Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi
    8 jam lalu
    Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jalan Jembatan dan Pembangunan SMK di Bengkong
    8 jam lalu
    Perdagangan Luar Negeri Batam Awal 2026: Ekspor Menurun, Impor Naik
    8 jam lalu
    Bocah SD di Batam Jadi Korban Tabrak Lari, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
    8 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    2 hari lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    4 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    6 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    6 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Akau-Akau di Tanjungpinang (1960-an -1980-an)

Editor Admin 6 tahun lalu 5.1k disimak

AKAU begitu populer di Tanjungpinang. Itu sejenis ‘pasar kuliner’ khas kota Tanjungpinang. Pada era 60 hingga 80-an silam, lokasinya tersebar di beberapa ruas jalan.

Pada masa silam, pasar kuliner khas Tanjungpinang ini biasanya buka pada sore hingga tengah malam dan menggunakan ruas-ruas jalan yang ada di kota tua ini.

Seperti di jalan Temiang, Pos dan Gambir. Akau di jalan Potong Lembu yang masih bisa kita kunjungi saat ini.

Kuliner yang dijajakan oleh pedagang yang rata-rata keturunan Tionghoa tersebut juga beragam.

Mulai jenis makanan laut, mie hingga minuman seperti es teh yang biasa disebut teh obeng serta kopi panas atau biasa disebut orang Kepulauan Riau sebagai kopi o. Ada satu lagi yang khas, es cendol dengan kacang merah yang melegenda.

Ada beberapa cerita tentang asal mula nama Akau untuk menyebut pasar kuliner khas Tanjungpinang ini.

Namun dari beberapa cerita itu, ada satu yang paling popular di kalangan orang-orang tua yang tinggal di Jl. Temiang, Tanjungpinang.

Akau asalnya adalah nama seorang Tionghoa, yang biasa disapa dengan nama panggilan A-kau.

Konon, beliau adalah seorang penjual kopi tiaam (kopi manis dalam loghat orang Tio-chiu) di emperan toko di sekitar Jl. Temiang pada awal tahun 1960-an.

Suasana akau di jalan Temiang, Tanjungpinang dengan pengunjung yang sedang menunggu pesanan, sekitar tahun 1983, foto : ist.

Gerobak kopinya buka sejak petang hingga malam hari. Karena seduhan kopinya enak, nama A-kau semakin populer. Banyak orang datang dan duduk di sana untuk menikmati kopi buatannya di sana. Apabila ditanya dimana tempat minum kopi yang enak kala malam di Tanjungpinang tempo dulu, maka orang akan mengatakan A-kau lah tempatnya.

Nama A-kau semakin populer dan kemudian lekat menjadi nama kawasan tempat ia berjualan di Jl. Temiang.

Lama kelamaan usaha kaki lima yang dirintis oleh A-Kau dikuti oleh orang lain yang berjualan makanan dan minuman lain pula. Makin lama makin banyak orang berjualan makanan dan minuman dari sore hingga malam di sisi kiri dan kanan  Jl. Temiang itu, sampai ke Simpang dekat kelenteng.

Karena nama A-Kau yang telah menjadi ‘label’ nama kawasan itu pada malam hari, maka lekatlah nama Akau sebagai pusat kuliner kala malam di Tanjungpinang.

Di Jalan Temiang Itulah Akau pertama di Kota Tanjungpinang.

Sebagai pasar kuliner malam hari, tempat berjualan di Akau sebenarnya tidak permanen. Sejak sore meja dan gerobak dagangan digelar dan tengah malam dibersihkan kembali.

Pada pagi harinya, Jalan Temiang kembali menjadi jalan umum.

Begitu juga dengan kawasan tempat para pedagang Akau berusaha. Tidak pernah permanen. Paling tidak telah beberapa kali pindah tempat sejak di Jalan Temiang pada awal tahun 1960-an hingga pada tempat yang sekarang di kawasan Potong Lembu. Lokasi yang sekarang biasa disebut orang sebagai Akau Potong Lembu.

Akau pertama di Jalan Temiang bertahan hingga dekade 80-an. Kemudian berkembang juga Akau-Akau sejenis di dekade itu. Seperti Akau jalan Pos hingga Akau di terminal bus dan taksi di jalan Teuku Umar.

Selain berkembang Akau di jalan Pos, pada era yang sama juga tumbuh Akau di jalan Gambir, dekat Pasar Mutiara. Orang-orang Tionghoa dulu menyebut kawasan ini Po-boi.

suasana AKAU jl. Pos waktu malam. Dijepret dari teras Hotel Tanjungpinang, Foto : ist/ facebook

Pada akhir tahun 1980-an, pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Administratif Tanjungpinang, memindahkan aktifitas para pedagang kuliner jalanan di jalan Pos, Gambir hingga Temiang ke lokasi terminal bus dan taksi di jalan Teuku Umar. Aktifitas para pedagang Akau disatukan di lokasi ini. Namun, ada juga pedagang yang memilih lokasi berjualam baru di jalan Potong Lembu.

model meja dan kursi di AKAU Jl. Pos. Pasti banyak yang pernah duduk di kursi-kursi itu. Foto : ist./ Facebook

Aktifitas para pedagang kuliner di lokasi terminal bus dan taksi di jalan Teuku Umar, tidak bertahan lama. Akau di Jl. Teuku Umar ini ditutup ketika Bupati Kepulauan Riau kala itu, Abdul Manan Saiman, mengalihkan lokasi parkir dan terminal ke batu 8 pada dekade 90-an.

(*/nes)

Kaitan Akau, histori, sejarah, tanjungpinang, top
Admin 4 Oktober 2020 4 Oktober 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali2
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Singapura Mengkonfirmasi 6 Kasus Baru, Terendah Sejak 5 Maret 2020
Artikel Selanjutnya Semenit Ikut Razia, Dapat 3 Pelanggar Protokol Kesehatan

APA YANG BARU?

Lonjakan Kebakaran Hutan di Tanjungpinang Saat Musim Kemarau
Artikel 8 jam lalu 89 disimak
Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi
In Depth 8 jam lalu 82 disimak
Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jalan Jembatan dan Pembangunan SMK di Bengkong
Artikel 8 jam lalu 82 disimak
Perdagangan Luar Negeri Batam Awal 2026: Ekspor Menurun, Impor Naik
Artikel 8 jam lalu 85 disimak
Bocah SD di Batam Jadi Korban Tabrak Lari, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
Artikel 8 jam lalu 89 disimak

POPULER PEKAN INI

Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 3 hari lalu 369 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 6 hari lalu 282 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 6 hari lalu 263 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 6 hari lalu 261 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 6 hari lalu 254 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?