Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Datangi DPRD Batam, Mahasiswa Sampaikan Lima Tuntutan Kebijakan Nasional
    11 jam lalu
    Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
    1 hari lalu
    ‘Rayap Besi’ Tutup Drainase di Terowongan Pelita Tertangkap
    1 hari lalu
    Data Pendaftar SPMB Batam Diduga Bocor
    1 hari lalu
    Tiga Orang Diamankan BNNP Kepri Terkait Peredaran Vape Mengandung Narkoba
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
    11 jam lalu
    Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
    20 jam lalu
    Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
    20 jam lalu
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    3 hari lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Benan, Lingga
    20 jam lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    2 hari lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    4 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    6 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    17 jam lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Akau-Akau di Tanjungpinang (1960-an -1980-an)

Editor Admin 6 tahun lalu 5.2k disimak

AKAU begitu populer di Tanjungpinang. Itu sejenis ‘pasar kuliner’ khas kota Tanjungpinang. Pada era 60 hingga 80-an silam, lokasinya tersebar di beberapa ruas jalan.

Pada masa silam, pasar kuliner khas Tanjungpinang ini biasanya buka pada sore hingga tengah malam dan menggunakan ruas-ruas jalan yang ada di kota tua ini.

Seperti di jalan Temiang, Pos dan Gambir. Akau di jalan Potong Lembu yang masih bisa kita kunjungi saat ini.

Kuliner yang dijajakan oleh pedagang yang rata-rata keturunan Tionghoa tersebut juga beragam.

Mulai jenis makanan laut, mie hingga minuman seperti es teh yang biasa disebut teh obeng serta kopi panas atau biasa disebut orang Kepulauan Riau sebagai kopi o. Ada satu lagi yang khas, es cendol dengan kacang merah yang melegenda.

Ada beberapa cerita tentang asal mula nama Akau untuk menyebut pasar kuliner khas Tanjungpinang ini.

Namun dari beberapa cerita itu, ada satu yang paling popular di kalangan orang-orang tua yang tinggal di Jl. Temiang, Tanjungpinang.

Akau asalnya adalah nama seorang Tionghoa, yang biasa disapa dengan nama panggilan A-kau.

Konon, beliau adalah seorang penjual kopi tiaam (kopi manis dalam loghat orang Tio-chiu) di emperan toko di sekitar Jl. Temiang pada awal tahun 1960-an.

Suasana akau di jalan Temiang, Tanjungpinang dengan pengunjung yang sedang menunggu pesanan, sekitar tahun 1983, foto : ist.

Gerobak kopinya buka sejak petang hingga malam hari. Karena seduhan kopinya enak, nama A-kau semakin populer. Banyak orang datang dan duduk di sana untuk menikmati kopi buatannya di sana. Apabila ditanya dimana tempat minum kopi yang enak kala malam di Tanjungpinang tempo dulu, maka orang akan mengatakan A-kau lah tempatnya.

Nama A-kau semakin populer dan kemudian lekat menjadi nama kawasan tempat ia berjualan di Jl. Temiang.

Lama kelamaan usaha kaki lima yang dirintis oleh A-Kau dikuti oleh orang lain yang berjualan makanan dan minuman lain pula. Makin lama makin banyak orang berjualan makanan dan minuman dari sore hingga malam di sisi kiri dan kanan  Jl. Temiang itu, sampai ke Simpang dekat kelenteng.

Karena nama A-Kau yang telah menjadi ‘label’ nama kawasan itu pada malam hari, maka lekatlah nama Akau sebagai pusat kuliner kala malam di Tanjungpinang.

Di Jalan Temiang Itulah Akau pertama di Kota Tanjungpinang.

Sebagai pasar kuliner malam hari, tempat berjualan di Akau sebenarnya tidak permanen. Sejak sore meja dan gerobak dagangan digelar dan tengah malam dibersihkan kembali.

Pada pagi harinya, Jalan Temiang kembali menjadi jalan umum.

Begitu juga dengan kawasan tempat para pedagang Akau berusaha. Tidak pernah permanen. Paling tidak telah beberapa kali pindah tempat sejak di Jalan Temiang pada awal tahun 1960-an hingga pada tempat yang sekarang di kawasan Potong Lembu. Lokasi yang sekarang biasa disebut orang sebagai Akau Potong Lembu.

Akau pertama di Jalan Temiang bertahan hingga dekade 80-an. Kemudian berkembang juga Akau-Akau sejenis di dekade itu. Seperti Akau jalan Pos hingga Akau di terminal bus dan taksi di jalan Teuku Umar.

Selain berkembang Akau di jalan Pos, pada era yang sama juga tumbuh Akau di jalan Gambir, dekat Pasar Mutiara. Orang-orang Tionghoa dulu menyebut kawasan ini Po-boi.

suasana AKAU jl. Pos waktu malam. Dijepret dari teras Hotel Tanjungpinang, Foto : ist/ facebook

Pada akhir tahun 1980-an, pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Administratif Tanjungpinang, memindahkan aktifitas para pedagang kuliner jalanan di jalan Pos, Gambir hingga Temiang ke lokasi terminal bus dan taksi di jalan Teuku Umar. Aktifitas para pedagang Akau disatukan di lokasi ini. Namun, ada juga pedagang yang memilih lokasi berjualam baru di jalan Potong Lembu.

model meja dan kursi di AKAU Jl. Pos. Pasti banyak yang pernah duduk di kursi-kursi itu. Foto : ist./ Facebook

Aktifitas para pedagang kuliner di lokasi terminal bus dan taksi di jalan Teuku Umar, tidak bertahan lama. Akau di Jl. Teuku Umar ini ditutup ketika Bupati Kepulauan Riau kala itu, Abdul Manan Saiman, mengalihkan lokasi parkir dan terminal ke batu 8 pada dekade 90-an.

(*/nes)

Kaitan Akau, histori, sejarah, tanjungpinang, top
Admin 4 Oktober 2020 4 Oktober 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali2
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Singapura Mengkonfirmasi 6 Kasus Baru, Terendah Sejak 5 Maret 2020
Artikel Selanjutnya Semenit Ikut Razia, Dapat 3 Pelanggar Protokol Kesehatan

APA YANG BARU?

Datangi DPRD Batam, Mahasiswa Sampaikan Lima Tuntutan Kebijakan Nasional
Artikel 11 jam lalu 135 disimak
Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
Pendidikan 11 jam lalu 165 disimak
#ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
Documentary 17 jam lalu 229 disimak
Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
Catatan Netizen 20 jam lalu 203 disimak
Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
Catatan Netizen 20 jam lalu 204 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
Sports 6 hari lalu 662 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 4 hari lalu 626 disimak
Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
Sports 5 hari lalu 604 disimak
Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
Artikel 5 hari lalu 597 disimak
Gagal ke Final, Tim Garuda U19 Kalah Tipis dari Australia
Sports 6 hari lalu 595 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?