Hubungi kami di

Ini Batam

Angkot Tak Layak Jalan Masuk Kotak

Terbit

|

Ilustrasi, sebuah Angkutan umum mengalami kecelakaan tunggal : Istimewa

KONDISI transportasi.umum di Batam, memang belum sebaik kota-kota besar lainnya. Masih banyak angkutan kota yang tidak layak jalan.

Kondisinya miris, mengkhawatirkan bagi pengguna jasanya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi akhirnya angkat bicara juga tentang masih compang-campingnya angkutan umum di kota industri ini.

Rudi meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menertibkan angkutan umum penumpang yang tak layak jalan.

Kata Rudi, Dishub jangan meluluskan uji KIR bila memang kendaraan tak layak lagi.

“Layak tidak layak jadi acuan pertama. Maka saya sampaikan ke Kabid Angkutan, bahwa yang tidak layak tak boleh diluluskan. Baik angkutan atau apapun yang penting angkutan umum orang. Yang jelas kalau tidak layak jangan diperpanjang lagi,” kata Rudi di Batam Kota, Selasa (13/2).

BACA JUGA :  Lindungi Aset Negara | BP Batam Jalin Kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia

Selain itu, Rudi juga minta Dishub Batam untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Dishub kota Batam diminta mengajukan bantuan bus ke provinsi.

“Kita berupaya minta ke pusat supaya bus ditambah. Juga minta ke provinsi, bus yang mangkrak itu boleh tak untuk kita saja,” katanya berusaha memecah solusi angkutan umum di kota ini.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Batam, Syafrul Bahri menjelaskan izin operasional angkutan umum trayek utama, untuk usia kendaraan maksimal 18 tahun. Sedangkan untuk trayek cabang usia kendaraan 15 tahun. Hal ini tertuang dalam Keputusan Walikota Batam nomor 15/2003 tentang usia operasional kendaraan umum.

BACA JUGA :  Hang Nadim Makin Melar, Pengembangan Sesuai Perkembangan Zaman

Trayek utama membawahi sembilan badan usaha dengan jumlah kendaraan 617 unit. Sebanyak 312 unit masih layak jalan, usia kendaraan di bawah 18 tahun. Sedangkan 305 lainnya tidak layak beroperasi.

“Dari 305 ini masih ada yang beroperasi juga. Upaya kita, razia gabungan. Ada beberapa unit yang dikandangkan. Kita sampaikan supaya diperbarui. Ada juga beberapa yang dihitamkan platnya, ada puluhan,” kata dia.

Sementara untuk trayek cabang jumlahnya 1.745 unit. Kendaraan yang layak operasi 483 unit, dan sisanya 1.262 unit tak layak.

“Ada yang masih operasi juga tapi enggak sampai seribuan ini, mungkin ada seratusan. Ada yang sudah discrap juga,” kata Syafrul.

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook