Hubungi kami di

Berita

Apple Akan Bangun Pusat Riset di 3 Kota

iqbal fadillah

Terbit

|

MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah ingin mendorong peningkatan inovasi. Dia bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ingin membuat regulasi yang tidak hanya berfokus kepada industri perangkat keras atau hardware.

“Karena itu, Apple Innovation Center akan didirikan di Indonesia. Mereka akan bangun tiga innovation center di tiga kota. Salah satunya di Jakarta. Bandung masih bidding, Jogja juga bidding. Malang salah satu potensi,” kata Airlangga di Grand Sahid Jaya, Jakarta, seperti dikutip dari tempo.co Sabtu, 10 Desember 2016.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, akan mulai membangun pusat riset di Indonesia awal 2017 mendatang. Saat ini, menurut Rudiantara, persiapan pembangunan proyek tersebut sudah memasuki tahap akhir.

Menurut Rudiantara, Apple sudah menyiapkan berbagai persiapan, terutama mengenai kandungan domestiknya. Mereka juga sudah menyampaikan komitmen investasi dari pembangunan proyek tersebut. “Itu lebih penting. Akhir Desember ini, mereka mulai eksekusi lokasi. Jadi, 2017 sudah mulai membangun gedung, merekrut orang.”

BACA JUGA :  Latihan FPI - TNI ; "Itu Latihan Bela Negara"

Menurut Airlangga, riset memang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan swasta. Namun, riset tidak selalu berhasil. “Yang gagal juga banyak. Misalnya, software. Inovasi di industri lebih fleksibel dibanding inovasi di pemerintahan. Kalau di pemerintahan tentu harus proven. Kalau tidak proven, punya resiko yang lain,” ujarnya.

Airlangga menegaskan, yang terpenting dari pengembangan industri tidak hanya keluaran dari industri serta jumlah ekspor dan impor. Kesiapan sumber daya manusia pun penting. “Karena itu, Presiden mengeluarkan instruksi, 60 persen SMK itu terkait vocational industry. Dengan itu, keterampilan semakin tinggi,” katanya.

Menurut Airlangga, industri memang bukan hanya menciptakan barang. Pemerintah perlu menciptakan sumber daya manusia untuk menjadi pebisnis. “Kalau keahlian hanya berbasis perguruan tinggi, terlalu sedikit. Kita ingin memasalkan industri kecil dan menengah, karena itu kita dorong dengan pelatihan vokasional.” ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook