Hubungi kami di

Ini Batam

Atasi Persoalan Keakuratan Tagihan | ATB Bantu PDAM Kembangkan Sistem Catat Meter Berbasis Digital

iqbal fadillah

Terbit

|

Ilustrasi. Teknologi pencatatan meter air pelanggan berbasis digital, atau Automatic Meter Reading (AMR) milik ATB dapat menjamin keakuratan tagihan, sehingga tidak merugikan pelanggan. Photo : Ist.

SEBAGAI perusahaan ternama di Indonesia dalam hal pengelolaan air bersih, PT Adhya Tirta Batam (ATB) memiliki komitmen untuk mendukung peningkatan profesionalisme PDAM di Indonesia dengan berorientasi pada pengembangan penerapan teknologi terkini serta pelayanan prima.

Setelah berhasil mengembangkan konsep Smart Water Company dan memaksimalkan pelayanan melalui penerapan inovasi teknologi SPARTA Smart System, kini ATB siap berkontribusi untuk memajukan industri pengelolaan air di Indonesia.

Salah satu teknologi yang dikembangkan oleh  ATB adalah  teknologi pencatatan meter air pelanggan atau yang dikenal dengan Automatic Meter Reading (AMR). Pencatatan meter merupakan sebuah proses yang sangat penting dalam pelayanan untuk pelanggan.  

Menurut Head of Secretary ATB, Maria Jacobus, sebenarnya sudah banyak PDAM yang sudah menggunakan catat meter berbasis teknologi. Namun, karena sistem yang dibangun belum terintegrasi dengan baik, maka keakuratan hasil dari pencatatan sering memicu masalah antara PDAM dengan pelanggan. Permasalahan terbesar adalah terjadi selisih antara pemakaian air dengan tagihan air yang harus dibayar.

“Pencatatan meter membutuhkan keakuratan yang tinggi. Karena itu sistem harus dibangun dan dikelola secara professional agar pelanggan dapat terlayani dengan baik dan tidak merugikan pelanggan,” ujar Head of Secretary ATB, Maria Jacobus dalam keteranganya kepada GoWest Indonesia, Rabu (7/1).

Menurut Maria, di akhir tahun 2020, beberapa PDAM dari berbagai kota seperti, Magelang dan Tanjungpinang telah menjalin diskusi intensif dengan ATB. Salah satunya adalah mengenai untuk sistem pencatatan meter berbasis teknologi.

BACA JUGA :  Keluhan Menpan-RB Terhadap Radisson Hotel and Convention Batam Tidak Jelas

Pengembangan teknologi catat meter ini memang menjadi hal yang perlu menjadi perhatian PDAM di Indonesia. Pengalaman  ATB selama 25 tahun melayani kota Batam menjadi percontohan sempurna penerapan sistem catat meter yang baik.

ATB membangun sistem Mobile Meter Reading (MMR) dan Automatic Meter Reading (AMR). Paduan hardware dan software yang di rancang  untuk menghasilkan pembacaan meter lebih akurat.

Begitu juga pengiriman data bacaan secara realtime disertai bukti foto dan koordinat akan membuat data bacaan meter lebih mudah untuk dianalisa. Termasuk jika terjadi pemakaian air terlalu tinggi atau rendah rendah

“Kami juga dapat mengidentifikasi bila terjadi kebocoran jaringan pipa pelanggan. Ada kode peringatan bila ada kejadian khusus. Sehingga dapat dilakukan tindakan lebih cepat  sebelum terjadi kerugian yang lebih besar,” jelas Maria

Dengan sistem yang dikembangkan oleh ATB, petugas tidak hanya diharuskan meng-input data penggunaan air pelanggan, namun juga diwajibkan melampirkan foto aktual dari meter air tersebut, sehingga hasil pembacaannya lebih akurat.

Sistem catat meter berbasis digital memungkinkan ATB untuk menggunakan piranti dengan frekuensi radio dan GPS. Sehingga, dapat menjangkau area yang luas dan tempat yang sulit. Melalui alat tersebut, petugas dapat mengetahui konsumsi dan debit air setiap pelanggan meski tidak datang ke lokasi.

“Melalui teknologi tersebut, data pemakaian air dari setiap pelanggan dapat ditampilkan secara informatif dan real time,” pungkas Maria. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook