PEMERINTAH Kota (Pemko) Tanjungpinang sudah memberikan bantuan langsung terhadap 1.733 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) sepanjang 2022.
“Bantuan itu untuk membentuk pengusaha-pengusaha kecil yang tangguh dan mandiri. Ini merupakan tujuan serta menjadi target pembangunan ekonomi kerakyatan,” kata Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, dikutip dari Antara, Kamis (16/2/2023).
Rahma menegaskan akan terus memberi bantuan pada para pelaku usaha kecil di ibu kota Provinsi Kepri itu, guna membangun kekuatan ekonomi kerakyatan agar masyarakat berdaulat secara finansial.
Rahma menjelaskan, ribuan pelaku UMKM dan IKM itu mendapatkan bantuan langsung sesuai kebutuhan yang diperlukan, mulai dari lemari es, pengaduk, blender, kompor gas, mesin giling ampia, oven, sampai ke dandang dan kuali.
Ia menyebutkan bantuan itu membuat perkembangan UMKM dan UKM tumbuh bak cendawan di musim hujan.
Rahma mencontohkan pelaku IKM keripik bawang, dari sebelumnya memiliki kapasitas produksi 20 kilogram per bulan, kini mampu meningkatkan kapasitas produksinya sampai 40 kilogram per bulan.
“Beragam bantuan yang disalurkan itu bersumber dari dari dana APBN, APBD, Dana Insentif Daerah (DID), sampai dana CSR perusahaan ditujukan untuk memperkuat ekonomi pelaku UMKM/IKM,” papar Rahma..
Tidak hanya menyediakan bantuan alat produksi, lanjutnya, Pemko Tanjungpinang juga menyediakan sarana promosi produk IKM. Hal itu diwujudkan dengan memfasilitasi penjualan produk IKM ke swalayan, penyaluran produk ke hotel-hotel, hingga penyelenggaraan bazar produk lokal.
“Hasilnya cukup baik, karena pelaku UMKM/IKM mendapat omzet yang berlipat ganda,” ucapnya.
Rahma juga mengungkapkan dia lebih cenderung membangun ekonomi masyarakat dari skala mikro, yaitu langsung menyasar kepada para pelaku UMKM/IKM.
“Jadi tak masalah, ketika ada orang menyebut saya wali kota dandang kuali,” kata Rahma.
(*/pir)


