Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
    9 jam lalu
    Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
    1 hari lalu
    Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
    1 hari lalu
    Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
    1 hari lalu
    MTQH 2026 Kepri, Kota Batam Kembali Raih Juara Umum
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    12 jam lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    2 hari lalu
    8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
    3 hari lalu
    Argentina Jaga Asa Pertahankan Gelar, Kalahkan Mesir di 16 Besar
    4 hari lalu
    Skor Akhir 1-4, Setan Merah Belgia Sikat Tuan Rumah Amerika Serikat
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    6 hari lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
VOA Indonesia

Banyak Warga Jadi Korban Penipuan ‘Deepfake’ yang Catut Nama Prabowo

Editor Admin 1 tahun lalu 766 disimak
Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam pertemuan di Kuala Lumpur pada 27 Januari 2025, sebagai ilustrasi. Sebuah video Instagram yang mencatut nama Prabow dengan menggunakan deepfake berhasil menipu warga di 20 provinsi. (Foto: HASNOOR HUSSAIN/AFP)Disediakan GoWest.ID

MESKIPUN mulut Prabowo dalam video itu tampak bergerak dan matanya berkedip, ternyata video tersebut bagian dari penipuan deepfake yang diungkap polisi pada bulan lalu, yang berhasil mengelabui warga di 20 provinsi.


PRESIDEN Prabowo Subianto tampak mengenakan topi dan jas berwarna hitam, muncul dalam sebuah video di Instagram. Dalam video itu, ia menanyakan kepada masyarakat bagaimana ia bisa membantu setelah terpilih tahun lalu.

“Siapa yang belum menerima bantuan dari saya? Apa kebutuhan kalian saat ini?” Prabowo tampak bertanya kepada pemirsa dalam klip yang diunggah pada November.

Namun, meskipun mulut Prabowo tampak bergerak dan matanya berkedip, kata-kata yang diucapkannya ternyata merupakan penipuan yang mencatut namanya. Video tersebut ternyata bagian dari penipuan deepfake yang diungkap polisi pada bulan lalu, yang berhasil mengelabui warga di 20 provinsi.

Warga yang termakan oleh aksi penipuan itu diminta menghubungi nomor WhatsApp dan membayar “biaya administrasi” antara Rp250.000 hingga Rp1 juta. Namun, bantuan yang dijanjikan itu hanya bualan belaka.

Sejak pemilu tahun lalu, sejumlah pakar sudah memperingatkan tentang potensi lonjakan deepfake yang semakin canggih. Audio, gambar, dan video yang tampak berasal dari tokoh terkenal ternyata hasil manipulasi penipu dengan menggunakan kecerdasan buatan.

Dan para korban mengatakan bahwa tipuan tersebut sangat canggih dan tampak nyata sehingga membuat orang lain rentan untuk ditipu juga.

“Orang-orang harus lebih berhati-hati. Jangan gampang tergiur iming-iming hadiah,” kata Aryani (56 tahun), yang sempat tertipu dan menyerahkan Rp200.000 setelah melihat video deepfake seorang pengusaha terkemuka di Tanah Air.

“Saya butuh uang, tetapi sebaliknya saya diminta untuk mengirim uang. Mereka bahkan melakukan panggilan video dengan saya, seolah-olah saya berbicara langsung dengan mereka,” ujarnya.

Selama kampanye pilpres, deepfake menjadi senjata utama dalam menyebarkan misinformasi. Teknologi ini digunakan baik untuk merugikan maupun menguntungkan para kandidat.

Seorang pria menggunakan telepon seluler di New Orleans pada 11 Agustus 2019. (Foto: Ilustrasi/AP)

Namun, kini teknologi tersebut dimanfaatkan oleh para penjahat untuk meraup keuntungan dengan menipu.

Tersebar Luas

Tim Fact-Check AFP menemukan bahwa akun yang mengunggah video Prabowo juga sudah memposting puluhan video serupa. Video-video tersebut menampilkan berbagai tokoh terkenal, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Video-video itu juga digunakan untuk menipu dengan iming-iming bantuan keuangan bodong.

Polisi berhasil menangkap seorang tersangka yang berhasil meraup Rp65 juta dari penipuan ini, ujar Direktur Unit Kejahatan Siber Bareskrim Polri Himawan Bayu Aji pada Februari.

Ia menambahkan bahwa petugas juga menahan tersangka kedua yang terlibat dalam penipuan serupa dengan menggunakan teknologi deepfake. Namun, berapa uang hasil aksi penipuan itu tidak dijelaskan.

Hasil investigasi Fact Check AFP mengungkap bahwa penyebaran video deepfake ternyata jauh lebih banyak dan luas, tidak hanya pada dua akun yang diumumkan polisi itu.

Video deepfake yang mencatut nama Presiden Prabowo masih beredar di media sosial meski sudah ada penangkapan tersebut. Puluhan video serupa juga muncul di TikTok dengan tagar “Prabowo berbagi berkah.”

Sejak Prabowo resmi menjabat pada Oktober, setidaknya 22 akun TikTok ketahuan mempromosikan penipuan serupa, menurut jurnalis AFP. Beberapa di antaranya bahkan sengaja memanfaatkan momen pelantikannya sebagai presiden untuk menarik lebih banyak korban.

Sebuah akun dengan lebih dari 77.000 pengikut berhasil menarik 7,5 juta penayangan dengan video deepfake Prabowo yang seolah-olah menawarkan bantuan keuangan.

Akun lain dengan ribuan pengikut sudah mengunggah 100 video sejak Januari, sebagian besar berisi deepfake Prabowo yang seolah-olah membagikan uang tunai.

Seorang wanita di Washington, DC, melihat video manipulasi yang menggubah ucapan Presiden Donald Trump dan mantan Presiden Barack Obama, menunjukkan bagaimana teknologi “deepfake” dapat menipu pemirsa. (Foto: Robert LEVER/AFP)

TikTok menyatakan pihaknya sudah menghapus salah satu video penipuan deepfake beserta akun yang terkait. Mereka juga menegaskan akan terus menindak semua konten yang melanggar pedoman komunitas, termasuk yang bersifat menyesatkan.

Aribowo Sasmito, salah satu pendiri Mafindo, mengungkapkan bahwa timnya menemukan penipuan deepfake baru setiap minggu karena penyebarannya yang begitu cepat di dunia maya.

“Kami mulai melihat video deepfake sejak tahun lalu karena perangkat AI menjadi lebih mudah diakses dan terjangkau,” katanya kepada AFP. 

[ah/ft]

Kaitan Penipuan deep fake, prabowo, presiden
Admin 4 Maret 2025 4 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Studi: 60% Orang Dewasa, termasuk Indonesia, akan Alami Obesitas pada 2050
Artikel Selanjutnya Tambahan 14 Unit Truk untuk Tangani Sampah di Batam

APA YANG BARU?

RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
Artikel 9 jam lalu 55 disimak
Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 12 jam lalu 102 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 1 hari lalu 81 disimak
Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
Artikel 1 hari lalu 98 disimak
Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
Artikel 1 hari lalu 113 disimak

POPULER PEKAN INI

Serindit Food Center di Tepi Laut untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
Artikel 6 hari lalu 431 disimak
Perjuangan Kanada Terhenti, Singa Atlas Maroko Melangkah ke Perempat Final
Sports 7 hari lalu 306 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 3 hari lalu 303 disimak
Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 4 hari lalu 300 disimak
Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
Statistik 6 hari lalu 294 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?