PEMERINTAH Pusat menunjuk Batam sebagai lokasi perdana peluncuran simbolis Program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir atau SiTaskin Pesisir, di Balai Pertemuan Kampung Nelayan Merah Putih Sembulang, Galang, Selasa (7/07/2026).
Program lintas kementerian ini menyasar percepatan penurunan kemiskinan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Turut hadir Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, dan Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule.
Kepercayaan Pusat untuk Batam
Amsakar menyebut penunjukan Batam jadi kota pertama adalah bentuk kepercayaan pemerintah pusat atas upaya yang sudah berjalan di daerah.
“Ini komitmen bersama menekan angka kemiskinan. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup,” kata Amsakar.
Saat ini jumlah penduduk Batam sekitar 1,4 juta jiwa. Sekitar 68 ribu di antaranya masih masuk kategori miskin. Namun tingkat kemiskinan Batam berhasil turun dari 4,85% menjadi 3,81%.Penurunan itu bukan hanya dari bansos.
Pemerintah juga mendorong program pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi.Untuk warga pesisir, Pemko Batam fokus pada bantuan produktif: alat tangkap, kapal, bibit ikan, keramba, hingga perlindungan sosial.
“Seluruh nelayan sudah kami fasilitasi jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya agar mereka tidak hanya dapat bantuan, tapi juga punya perlindungan,” ujar Amsakar.
Ia berharap SiTaskin Pesisir jadi penguat sinergi pusat-daerah.
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur. Tapi juga keberhasilan memberdayakan masyarakat agar taraf hidupnya naik. Kalau ini jalan, masyarakat akan benar-benar merasakan kehadiran negara,” tegasnya.
KNMP Jadi Pilar Ekonomi Pesisir Baru
Wamen Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih adalah program prioritas Presiden Prabowo untuk menguatkan ekonomi pesisir.
“KNMP tidak hanya bangun permukiman. Tapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru lewat peningkatan nilai tambah hasil tangkap,” ujar Didit.
Contohnya, ikan yang dulu dijual mentah kini mulai diolah jadi produk bernilai lebih tinggi. Itu yang mendongkrak pendapatan nelayan.
Tahun 2026 pemerintah menargetkan 1.269 KNMP di seluruh Indonesia. Hingga kini sekitar 100 kampung sudah selesai sebagai proyek percontohan.
Ke depan, pengembangan akan disesuaikan dengan potensi tiap daerah setelah asesmen dan kepastian status lahan.
“Setiap daerah punya karakter beda. Pengembangannya harus sesuai kebutuhan agar benar-benar mensejahterakan nelayan,” jelas Didit.
Program ini juga mendukung peningkatan konsumsi protein dan Program Makan Bergizi Gratis.
Sinergi Lintas Sektor Kunci Pengentasan Kemiskinan
Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule menegaskan kemiskinan tidak bisa dituntaskan satu lembaga saja. Harus bareng-bareng.
“Lewat SiTaskin Pesisir, tiap kementerian hadir sesuai tugasnya. Masyarakat dapat pendampingan terpadu dan berkelanjutan,” kata Iwan.
Batam dipilih sebagai peluncuran pertama karena dinilai punya potensi besar jadi model nasional pemberdayaan pesisir lewat KNMP.
“Target Presiden Prabowo hanya bisa kita wujudkan lewat kolaborasi,” pungkasnya.
Dengan SiTaskin Pesisir, pemerintah berharap kawasan pesisir Batam dan daerah lain bisa tumbuh lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.
(*)


