Hubungi kami di

Uang

Bapenda Kepri: Realisasi PAD hingga September Capai Rp 1,046 Triliun

Terbit

|

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kepri, Reni Yusneli. F. Dok. batampos.co.id

KEPALA Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Reni Yusneli, menyebutkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 1,046 triliun dalam kurun waktu Januari hingga September 2022.

Reni mengatakan, persentase realisasi PAD dalam periode itu mencapai 90,97 persen dari target pendapatan pada anggaran murni tahun 2022 sebesar Rp 1,150 triliun.

Capaian PAD pada anggaran murni tersebut terdiri dari pajak kendaraan bermotor Rp 354,819 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor Rp 238,450 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor Rp 346,533 miliar, pajak air permukaan Rp 716,9 juta dan pajak rokok Rp 105,855 miliar.

BACA JUGA :  Tanjungpinang Turunkan 452 Atlet, Siap Berlaga di Porprov Kepri 2022

“Realisasi PAD dari bea balik nama kendaraan bermotor mencapai Rp 107,81 miliar. Ini menunjukkan kondisi keuangan masyarakat mulai membaik,” kata Reni, Jumat (7/10/2022).

Sementara itu, pada anggaran perubahan tahun 2022, kata Reni, target PAD meningkat Rp 134 miliar sehingga menjadi Rp 1,285 triliun. Peningkatan target PAD terdiri dari pajak kendaraan bermotor Rp 10 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor Rp 65 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor Rp 59,791 miliar.

“Kami optimistis target PAD tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya.

Reni mengungkapkan nilai tunggakan pajak kendaraan roda dua dan roda empat dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 146,4 miliar. Tunggakan pajak kendaraan bermotor pokok itu berasal dari pemilik 417.890 unit kendaraan.

BACA JUGA :  Pulihkan Sektor Pariwisata di Kota Tanjungpinang, Ini Strategi Rahma-Endang

Ia mengimbau para pemilik kendaraan tersebut segera melunasi kewajibannya agar denda keterlambatan membayar pajak tidak membengkak.

“Seluruh kendaraan teridentifikasi sehingga memudahkan kami untuk mengingatkan pemilik kendaraan tersebut membayar pajak tepat waktu. Petugas penagihan setiap hari mengingatkan pemilik kendaraan untuk membayar pajak,” katanya.

Reni menjelaskan pemilik kendaraan memiliki peran yang besar dalam pembangunan. Sebab, sampai sekaranga PAD terbesar bersumber dari pajak kendaraan.

“Kami memberi apresiasi kepada pemilik kendaraan yang membayar pajak kendaraan karena mereka memiliki kontribusi bagi pembangunan,” ucapnya.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

[GTranslate]