Hubungi kami di

Khas

Batam Pilot Project Kepemilikan Properti Asing?

iqbal fadillah

Terbit

|

Kegiatan Batam Invesment Summit yang dilaksanakan di Clubhouse Orchard Park, Senin (24/04/2018) : © GoWest.ID

BADAN Pengusahaan (BP) Batam menginginkan agar kota ini menjadi pilot project atau kawasan percontohan Warga Negara Asing (WNA) bisa memiliki hunian di Batam.

Hal ini juga dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan sektor industri properti.

“Untuk WNA kita tahu, apabila ingin memiliki hunian harus memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Sementara untuk memiliki Kitas, WNA harus memiliki pekerjaan di Indonesia. Hal ini sangat berbeda dengan beberapa Negara dalam penjualan properti,” ujar Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Dalam Batam Invesment Summit yang dilaksanakan di Clubhouse Orchard Park, Senin (24/04/2018) awal pekan ini.

Lukita menambahkan, untuk target penjualan properti ini sendiri merupakan properti yang tergolong hunian mewah. Selain itu, untuk target pembeli sendiri adalah para lansia dan pensiunan yang kesulitan dalam memiliki hunian di Negaranya.

“Jadi saya tegaskan, WNA yang memiliki hunian di sini bukan untuk bekerja di Batam, melainkan hanya untuk tempat tinggal di masa tuanya.

Mungkin nanti apabila ada WNA Singapura ingin membelikan rumah bagi orang tuanya, silahkan beli hunian mewah seperti apartement di Batam. Hal ini juga memudahkan apabila nanti mereka ingin berlibur, sekaligus mengunjungi orang tuanya di Batam,” paparnya.

Lukita sendiri mengaku untuk menjadikan Batam sebagai pilot project di Indonesia, instansinya siap menjadi penjamin dalam proses pembelian hunian tersebut.

“Sejak 2 atau 3 tahun lalu, saat saya masih di Menko Perekonomian REI Batam pernah mengusulkan hal ini. Saat itu mereka menyatakan siap menjadi pihak penjamin untuk WNA yang akan membeli hunian mewah di Batam. Tapi hal ini terkendala mengenai kredibilitas para penjamin,” lanjutnya.

BACA JUGA :  "Ratu Pun Terjerat" Yang Viral di Malaysia

Selaku badan Pemerintahan, Lukita menyampaikan bahwa BP Batam sangat berkompeten dan memiliki kredibilitas yang sangat mendukung dalam melaksanakan usulan tersebut.

Pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap WNA yang tinggal di Batam nantinya.

“Untuk itu saat ini kita akan membahas mengenai hal ini dengan pihak Kementrian Agraria dan Tata Ruang RI, serta pihak Imigrasi untuk pengawasannya. Mungkin ke depannya kita bisa berikan visa longstay yang khusus. Kenapa kita antusias, karena perbandingan harga yang sangat jauh untuk membeli apartement dengan tipe yang sama di Batam dan Singapura, kalau disini harganya Rp 1 miliar, di Singapura harganya bisa mencapai enam kali lipatnya,” lanjutnya.

Dunia Properti Mendukung

Sementara itu, Assistent Vice President Strategic Marketing Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya menyambut baik usulan Batam menjadi pilot project kepemilikan hunian mewah oleh WNA.

“Kita sebagai pelaku usaha, kalau ada kebijakan dan Pemerintah mau menjamin. Tentu akan meningkatkan industri propeti. Apalagi Batam jadi pilot project kepemilkan asing di indonesia, artinya pertumbuhan properti yang diburu asing akan meningkat,” kata Agung

Tidak hanya itu, penjualan properti mewah yang menargetkan WNA. Diharapkan dapat membantu 138 sektor industri turunan lainnya di bidang properti.

“Seperti industri pembuatan batu – bata dan sebagainya. Selain itu, hal ini tentu mendorong daya beli dari masyarakat lokal karena pertumbuhan ekonomi mulai merangkak naik apabila 138 industri turunan ini mulai bergerak bersama,” ucapnya.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook