Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kabar Duka: Putra Bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
    5 jam lalu
    Polisi Gadungan Asal Lampung Peras Perempuan Tanjung Uban Rp20 Juta Lewat Tinder
    16 jam lalu
    Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
    17 jam lalu
    Bahas Kebebasan Pers se-Asia Tenggara, Fesmed Selat Malaka AJI 2026 Sukses Digelar di Batam dan Tanjungpinang
    1 hari lalu
    Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang 2-0 atas Singapura Timnas Garuda Buka Peluang
    7 jam lalu
    Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
    17 jam lalu
    Indonesia Pecah Telur di Aichi-Nagoya 2026, Tim Beregu Putra Bulutangkis Sumbang Emas Pertama
    1 hari lalu
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    4 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    5 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    1 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
HistoriRagam

Berapa Bulu Pada Shuttlecock? | SEJARAH SHUTTLECOCK

Editor Admin 5 tahun lalu 8.2k disimak

SHUTTLECOCK atau kok merupakan peralatan paling penting dan utama dalam permainan bulu tangkis.

Daftar Isi
Sejarah ShuttlecockStandar Internasional Shuttlecock

Bulu tangkis mungkin masih bisa dimainkan kendati tanpa menggunakan sepatu atau bahkan net. Tetapi, tanpa shuttlecock atau kok, olahraga bulu tangkis tidak bisa berjalan.

Melalui shuttlecock pula setiap pemain bisa memperoleh angka dan mencapai kemenangan.

Kok bulu tangkis merupakan rangkaian bulu yang dirakit seperti kerucut dengan ujung kepalanya terbuat dari gabus.

Terdapat ketentuan resmi mengenai ukuran, berat, dan jumlah bulu shuttlecock seperti termuat dalam panduan peraturan bulu tangkis seperti dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Ya, BWF menetapkan standar internasional dari shuttlecock.

Ukuran shuttlecock atau kok berdiamater sekitar 25-28 milimeter dengan berat yaitu sekitar 4,75 hingga 5,5 gram. Lalu, bagaimana dengan jumlah bulu shuttlecock?

Jumlah bulu kok yang dipakai untuk pertandingan resmi yaitu 16 bulu yang melingkar dan tertancap pada bagian dasar berupa gabus.

Adapun panjang tiap helai bulu shuttlecock adalah 62-70 militer.

Sejarah Shuttlecock

Permainan bulu tangkis bersumber dari bentuk permainan tepok bola antar dua pemain dengan sebutan battledore.

Bola dalam permainan bulu tangkis disebut dengan istilah shuttlecock seiring perkembangannya pada abad ke-16 di Inggris.

Asal dari sebutan shuttlecock sendiri berasal dari gabungan kata shuttle, yang merujuk pada pergerakan bolak-baik bola saat ditepok oleh para pemain.

Menurut laman Etymonline, sebutan cock sendiri berasal dari penggunaan bulu pada bola tersebut sehingga mirip dengan tampilan ayam hidup.

Shuttlecock kemudian menjadi bagian dari olahraga bulu tangkis seperti yang dikenal saat ini pada penetapan peraturannya pada akhir abad ke-19 di Inggris.

Standar Internasional Shuttlecock

Shuttlecock atau bola dalam permainan bulutangkis terbuat dari bulu alami dan gabus berbahan serat kayu dari pohon ek (oak).

Namun, seperti dikutip dari laman Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), kedua bahan tersebut bisa digantikan dengan bahan sintetis lain dengan karakteristik serupa.

Aturan dari BWF menyebut jumlah bulu pada kok bulutangkis yaitu 16 bulu yang melingkar dan tertancap pada bagian dasar berupa gabus.

Ukuran shuttlecock atau kok berdiameter dasar sekitar 25-28 milimeter, panjang tiap helai bulu 62-70 milimeter. Adapun berat kok bulu tangkis yaitu sekitar 4,75 hingga 5,5 gram.

Selain itu, lingkaran pada bagian atas yang diukur dari tiap ujung bulu harus berada pada kisaran ukuran 58 sampai 68 milimeter.

Karakter shuttlecock berbahan alami sendiri lebih disukai karena mampu mengarah lebih tepat dibandingkan kok berbahan sintetis.

Bahkan, ketika dipukul laju kok berbahan alami dapat melaju secara mendatar usai dipukul serta dapat mencapai kecepatan lebih tinggi.

(*)

Sumber : BWF | Kompas 

Kaitan BULUTANGKIS, histori, sejarah, SHUTTLECOCK
Admin 28 November 2021 28 November 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Timnas U-18 Kembali Menang di Turki
Artikel Selanjutnya Memilah Sampah, Menukar Dengan Emas

APA YANG BARU?

Kabar Duka: Putra Bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Artikel 5 jam lalu 82 disimak
FIFA ASEAN Cup 2026, Menang 2-0 atas Singapura Timnas Garuda Buka Peluang
Sports 7 jam lalu 78 disimak
Polisi Gadungan Asal Lampung Peras Perempuan Tanjung Uban Rp20 Juta Lewat Tinder
Artikel 16 jam lalu 251 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 17 jam lalu 408 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 17 jam lalu 436 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 4 hari lalu 638 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 1 hari lalu 460 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 17 jam lalu 436 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 3 hari lalu 420 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 6 hari lalu 412 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?