Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Biaya Umrah 2022 Rp 28 Juta, Belum Termasuk PCR & Karantina

Terbit

|

Suasana pemberangkatan jemaah umrah perdana saat pandemi Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (8/1/2022). F. Dok. Okezone.com

PEMERINTAH Indonesia kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah, yang dimulai dengan pemberangkatan perdana 414 jemaah umrah di masa pandemi ke Tanah Suci pada Sabtu (8/1/2022).

Sejalan dengan itu, Kementerian Agama (Kemenag) dengan asosiasi penyelenggara ibadah umrah dan haji telah menetapkan untuk biaya umrah tahun 2022 sebesar Rp 28 juta.

Biaya umrah 2022 yang sebesar Rp 28 juta tentu berbeda dengan masa sebelum pandemi Covid-19. Pasalnya ada berbagai aturan yang harus dibatasi kapasitasnya mulai dari bus, hingga kamar hotel sehingga butuh biaya tambahan untuk mengikuti aturan tersebut.
 
“Biaya umrah 2022 mulai Rp 28 juta,” kata Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (SAPUHI), Syam Resfiadi, kepada detikcom, Minggu (9/1/2022).

Sedangkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kementerian Agama (Kemenag), Nur Arifin, mengatakan penetapan harga tersebut belum termasuk untuk harga test PCR dan masa karantina, sebelum keberangkatan, kedatangan, hingga kepulangan.

“Jadi biaya saat ini umrah standarnya Rp 28 juta, tahun lalu berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 777 Tahun 2020 umrah di masa pandemi sebesar Rp 26 juta, saat ini sudah kita lakukan musyawarah dengan asosiasi, sepakat biaya Rp 28 juta diluar karantina dan PCR,” ujarnya saat ditemui MNC Portal di Jakarta, Sabtu (8/1/2022).

Meski demikian, Nur Arifin menjelaskan harga tersebut merupakan hasil rapat bersama asosiasi, namun belum mendapatkan penandatangan oleh Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas .

“Tapi Rp 28 juta ini belum tanda tangan menteri, baru rapat final, tapi mungkin nanti akan ada penyesuaian,” sambungnya.

Terkai harga test PCR hingga kebutuhan karantina itu sendiri, Nur Arifin mengatakan pihaknya tidak dapat menentukan harga yang menjadi harga acuan. Sebab hal tersebut dilimpahkan oleh keputusan Satgas Covid-19.

“Untuk karantina ini dananya di Satgas Covid, kami di kementerian agama tidak punya kewenangan untuk menetapkan biaya karantina, kami mengikuti keputusan dari Satgas Covid,” tuturnya.

Nur Arifin menambahkan pelaksanaan umrah tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, mengingat pandemi Covid-19 yang belum usai sehingga penerapan protokol kesehatan (prokes) harus menjadi perhatian seluruh jemaah.

“Terutama dari sisi kesehatan, seperti adanya test PCR, karantina, kemudian hotel juga ada pembatasan, kalau era pandemi kan satu hotel hanya 2 orang, kalau normal, itu bisa 4 orang,” jelasnya.

(*)

sumber: IDX channel.com | detik.com

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook