BADAN Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya memperkuat distribusi air bersih di Kota Batam. Salah satunya adalah memastikan proyek pembangunan jaringan pipa di sejumlah titik strategis berjalan, setelah proses lelang rampung dan kontraktor ditetapkan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, dalam keterangan resminya mengatakan, dua paket pekerjaan utama kini sudah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.
Paket pertama mencakup pembangunan jaringan distribusi air minum segmen Central Sukajadi hingga M3G (Awal Bros), yang dikerjakan oleh PT Riden Jaya Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp29,28 miliar.
Kontrak proyek tersebut ditandatangani pada 13 April 2026, dengan masa pelaksanaan dimulai 14 April hingga 10 September 2026.
“Proses lelang sudah selesai dan saat ini pekerjaan sudah mulai berjalan sesuai kontrak yang ditandatangani,” ungkap Ariastuty, Selasa (14/04/2026).
Sementara itu, untuk paket kedua meliputi pembangunan jaringan distribusi air minum segmen Simpang Jam hingga Tangki Ozon dan Bukit Senyum.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Persada Nusantara Perdana dengan nilai kontrak mencapai Rp33,63 miliar. Untuk paket ini, pekerjaan telah dimulai sejak 7 April 2026 dan dijadwalkan selesai pada 3 Oktober 2026.
Tuty menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis BP Batam dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih, khususnya untuk wilayah Bengkong hingga Batuampar yang selama ini masih menghadapi keterbatasan distribusi.
“Ini bagian dari upaya kita memperkuat jaringan distribusi agar pelayanan air ke masyarakat bisa lebih optimal,” katanya.
Namun demikian, terkait target awal penyelesaian proyek pada akhir Juli dan rencana distribusi air yang mulai mengalir pada Agustus, ia mengakui adanya potensi penyesuaian jadwal.
Dengan masa pelaksanaan proyek yang kini berlangsung hingga September dan Oktober, distribusi air kemungkinan baru dapat direalisasikan setelah seluruh pekerjaan selesai secara bertahap.
“Kita tentu menyesuaikan dengan progres pekerjaan di lapangan. Yang penting kualitas dan keberlanjutan layanan tetap menjadi prioritas,” kata dia.
Ia berharap, dengan rampungnya proyek ini, persoalan distribusi air yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat teratasi, sekaligus mendukung kebutuhan kawasan permukiman dan industri di Batam yang terus berkembang.
(*)


