DI tengah padatnya aktivitas warga, Pemerintah Kota Batam mempercepat pembenahan infrastruktur jalan. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air DBMSDA menargetkan 7 titik pelebaran jalan rampung tahun ini.
Kepala DBMSDA Kota Batam Metra Dinata menyebut proyek itu tersebar di sejumlah kawasan padat. Lokasinya meliputi Simpang Cikitsu, Simpang Tiga, Simpang Kara, kawasan Perumahan Orchid Sagulung, ruas depan SPBU dekat Sekolah Ulil Albab, hingga jalur Simpang Sei Pancur menuju Kampung Bagan.
“Yang kami kerjakan tahun ini ada tujuh lokasi. Fokusnya bukan hanya memperlebar badan jalan, tetapi bagaimana pekerjaan ini bisa memberikan dampak langsung terhadap kelancaran pergerakan masyarakat, memperbaiki akses dan menghubungkan kawasan yang semakin berkembang,” ujar Metra, Selasa (18/8/2026).
Ia menargetkan seluruh pekerjaan yang masuk program 2026 dapat selesai tahun ini juga.
Selain pelebaran, DBMSDA juga melakukan peningkatan struktur di beberapa ruas. Dua di antaranya Jalan Victoria Tanjung Riau dan kawasan Nongsa dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Pemko juga membangun dinding penahan jalan di sekitar kawasan Lanud Hang Nadim. Proyek senilai Rp389 juta itu bertujuan menjaga keamanan dan ketahanan infrastruktur di titik rawan longsor.
Metra menegaskan pembangunan tidak berhenti di proyek baru. Pemeliharaan rutin tetap jalan. DBMSDA bahkan membentuk satuan tugas khusus yang turun ke lapangan setiap hari untuk memantau kerusakan.
“Satgas kerusakan jalan kami bergerak setiap hari. Mereka turun memantau kondisi jalan dan ketika ada bagian yang mengalami kerusakan, kami upayakan segera dilakukan patching. Prinsipnya, jangan sampai kerusakan kecil dibiarkan hingga menjadi lebih besar,” kata Metra.
Kerusakan, kata dia, bisa dipicu volume kendaraan, cuaca, hingga aktivitas di sekitar badan jalan.
Bersamaan dengan itu, pembenahan drainase juga dikebut. DBMSDA melakukan normalisasi dan pembersihan saluran di titik-titik rawan genangan. Beberapa lokasi yang sudah ditangani: kawasan Dana Graha, saluran belakang Baloi Ditpam hingga Simpang Awal Bros, Tiban Centre, kolam retensi Kodim Batuaji, serta Jalan S. Parman dan depan Ruko Permata Piayu.
Menurut Metra, drainase yang lancar penting untuk menjaga kondisi jalan. Genangan yang tidak ditangani bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Kita tidak hanya bicara membangun jalan baru atau melebarkan jalan. Setelah infrastruktur tersedia, kondisinya juga harus dijaga. Karena itu pemantauan, patching dan pembenahan drainase tetap berjalan bersamaan,” ujarnya.
Pemko Batam berharap rangkaian pekerjaan pelebaran, peningkatan struktur, pemeliharaan, dan normalisasi drainase ini mampu membuat perjalanan warga lebih lancar dan infrastruktur bisa mengejar pertumbuhan kawasan Batam.
(sus)


