PETUGAS dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam (BMKG) Hang Nadim Batam memprakirakan bahwa pada pagi hari langit Kota Batam akan diselimuti oleh awan tebal.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (16/082026), BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca yang didominasi awan tebal dan potensi hujan ringan sepanjang hari.
Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga siang hari, di mana hujan dengan intensitas ringan diprediksi turun di sejumlah titik wilayah kota.
Memasuki malam hari, awan tebal masih akan mendominasi, begitu pula pada dini hari menjelang detik-detik proklamasi, kondisi berawan tebal masih akan terasa.
Suhu udara di Kota Batam pada hari itu diperkirakan berada pada kisaran 26 hingga 29 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan relatif tenang, yakni antara 4 hingga 13 kilometer per jam.
Kondisi ini cukup bersahabat untuk aktivitas luar ruangan, meskipun masyarakat tetap diingatkan untuk membawa perlengkapan payung atau jas hujan mengingat potensi hujan ringan di siang hari.
BMKG Hang Nadim Batam juga memprakirakan wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara umum akan didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan.
Namun, potensi hujan ringan diprediksi terjadi di hampir seluruh wilayah Kepri, terutama pada siang hingga sore hari.
“Peningkatan kelembaban udara pada lapisan atas di kawasan Kepri menjadi pemicu utama pertumbuhan awan-awan hujan yang semakin intensif,” jelas Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (16/08/2026) pagi.
“Secara umum cuaca di wilayah Provinsi Kepulauan Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan, dan terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian besar wilayah Kepulauan Riau pada siang hingga sore hari,” tambahnya.
Masyarakat Kota Batam dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air di ruas jalan yang rendah, terutama jika hujan turun dengan durasi yang cukup lama.
Meskipun intensitas tergolong ringan, akumulasi air hujan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama bagi warga yang hendak menghadiri rangkaian upacara atau perayaan kemerdekaan di tingkat kota dan kelurahan.
Dengan kondisi cuaca yang cenderung lembab dan berawan, BMKG juga mengingatkan para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini sebelum beraktivitas, guna mengantisipasi perubahan kondisi di tengah laut yang mungkin dipengaruhi oleh awan kumulonimbus.
(*)


