Hubungi kami di

Bintan

Cegah Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Kadinkes Bintan Dorong Warga Pakai Masker

Terbit

|

Kepala Dinkes Kabupaten Bintan, Gama AF Isnaeni. F. Dok. seputarkepri.co.id

PENGGUNAAN masker tidak hanya untuk mencegah diri dari paparan Covid-19, melainkan juga penyakit paru-paru lainnya. Termasuk juga  penyakit paru obstruktif kronik.

Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, Gama AF Isnaeni, mendorong warga Bintan tetap pemakaian masker karena dapat mencegah diri terkena polusi udara yang menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik.

“Masker itu menyaring oksigen yang masuk ke dalam tubuh, sehingga tidak mengandung polusi yang mengganggu paru-paru,” ujar Gama di Bintan, Kamis (17/11/2022).

Gama menyarankan, sebaiknya masker digunakan saat mengendarai sepeda motor atau saat bekerja di ruangan atau lokasi dengan udara tercemar asap dan debu.

BACA JUGA :  Di Bintan, 2 Paslon Disahkan Bertarung

Dia menyebutkan, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) ditandai dengan adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel.

Hal yang tidak kalah penting dari pemakaian masker, menurut dia, setiap orang harus memiliki komitmen untuk tidak menyebarkan polusi udara, salah satunya asap rokok.

Edukasi dan motivasi untuk berhenti merokok dibutuhkan. Kebiasaan merokok merupakan satu-satunya penyebab utama PPOK di Indonesia, termasuk di Bintan. Orang-orang yang mengidap PPOK kebanyakan memiliki riwayat sebagai perokok aktif, perokok pasif, dan bekas perokok.

BACA JUGA :  Daftar Link Hasil Seleksi Administrasi CPNS Di Kepri dan 4 Kabupaten/ Kota

Dalam sebatang rokok terkandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun yang berbahaya untuk tubuh, dimana 43 di antaranya bersifat karsinogenik. Dengan komponen utama, yakni nikotin dan zat berbahaya penyebab kecanduan. Tar di dalam rokok bersifat karsinogenik, menurunkan kandungan oksigen dalam darah.

“Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, khususnya kanker paru, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung koroner, dan gangguan pembuluh darah. Selain menyebabkan penurunan kesuburan, gangguan kehamilan, gangguan pertumbuhan janin (fisik dan IQ), gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian,” ucapnya.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid