Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Mitsubihi Strom Seruduk 8 Pemotor di Perempatan K-Square Batam
    8 menit lalu
    Batam-Yogyakarta Kini Bisa Terbang Langsung Tanpa Transit
    17 jam lalu
    Lupa Matikan Kompor, Dapur Warung di Tanjungpinang Ludes Terbakar
    23 jam lalu
    Sempat Ditahan di Malaysia, 4 Nelayan Asal Bintan Akhirnya Dipulangkan KJRI Johor Bahru
    24 jam lalu
    Anggaran Terbatas, Pemko Batam Baru Bisa Cover 4.000 Lansia dari 20 Ribu Target Penerima
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Portugal dan Swiss Lolos Babak 16 Besar
    19 jam lalu
    Kalahkan Austria 0-3, Tim Matador isi 1 Slot di Babak 16 Besar
    1 hari lalu
    Susul Kanada dan Meksiko, Tuan Rumah Amerika Masuk Babak 16 Besar
    2 hari lalu
    Dramatis Belgia Kontra Senegal, Belgia Unggul 3-2
    2 hari lalu
    Dual Gol Harry Kane ke Gawang Kongo Bawa Inggris ke Babak Selanjutnya
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    23 jam lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    24 jam lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 hari lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    5 hari lalu
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

DARI TANJUNG UNCANG, PINDAH KE BATU BESAR | Sejarah Bandara Hang Nadim, Batam (1)

Editor Admin 6 tahun lalu 6.2k disimak

PROYEK pembangunan Bandara Hang Nadim di Batam sudah mulai dilakukan sejak era Batam dikelola oleh Pertamina di bawah Ibnu Soetowo pada tahun 1974.

Awalnya, lokasi bandara di Batam ditetapkan di wilayah Tanjung Uncang. Kemudian dengan beberapa pertimbangan, akhirnya dipindah ke Batu Besar karena adanya aturan internasional yang menerangkan bahwa lokasi itu dapat mengganggu intensitas penerbangan bandara Paya Lebar di Singapura.

Proses pemilihan lokasi bandara di Batu Besar dilakukan secara sederhana saja dengan topografi dan peninjauan lapangan langsung oleh Marsekal pertama  Soedjatmiko selaku Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) dan staf teknik Otorita Batam serta pihak kontraktor Robin Ednasa.

Kondisi Batam saat itu masih dipenuhi hutan belantara.

“Ya, hutan. Semua mobil di sini Land Rover karena dia menghendaki double gardan kan untuk jalan di lumpur”, kata Dirut PT. Esqarada, Daniel Burhannudin dalam keterangannya tentang Batam di era 70-an seperti dikutip dari dokumenter “Mereka Bicara Tentang Batam – Dulu, Sekarang dan Yang Akan Datang“.

Dalam buku : “Mengungkap Fakta Pembangunan Batam Era Ibnu Soetowo – JB Sumarlin“, di era Ibnu Soetowo disebutkan bahwa pada awal pembangunan, bandara ini hanya memiliki landasan pacu sepanjang 850 meter saja. Baru bisa dioperasikan dan didarati oleh pesawat jenis twin otter, sky van serta helikopter.

Dekade 70-an memang merupakan tonggak awal pembukaan Batam sebagai daerah industri. Awalnya oleh Pertamina dan kemudian dilanjutkan oleh Badan Otorita Batam (BP Batam saat ini, pen).

Pada era ini, selain bandara, pemerintah juga membangun wilayah Batu Ampar sebagai lokasi industri berikut pelabuhan lautnya.

Menurut mantan Direksi PT. Persero Batam, Kasimun di dokumenter “Mereka Bicara Tentang Batam – Dulu, Sekarang dan Yang Akan Datang“, untuk pengembangan pelabuhan laut sendiri, pemerintah juga menggandeng kontraktor asal Singapura, Robin Shipyard.

“Saat itu Batam masih dipegang Pertamina (era Ibnu Soetowo, pen). Berjalan tiga tahun pembangunan pelabuhan, Batam kemudian dialihkan ke Otorita Batam”, kata Kasimun.

Sementara itu, pada tahun 1980, bandara Hang Nadim sudah bisa beroperasi layaknya bandara perintis dan didarati pesawat jenis Fokker 28.

Saat awal beroperasi itu, gedung terminalnya masih dibangun secara sederhana dengan bentuk semi permanen berbahan triplek dan biasa disebut sebagai gedung terminal A.

Gedung terminal pertama bandara Hang Nadim Batam tahun 1980. Foto : Repro

“Saya masuk ke Batam bulan Desember 1983. Bertepatan dengan terbentuknya Pemerintah Kota Batam (kota Madya Batam, pen). Kondisi Batam saat itu masih sangat sepi”, kata mantan Karyawan Otorita Batam Fitrah Kamaruddin di dokumenter “Mereka Bicara Tentang Batam – Dulu, Sekarang dan Yang Akan Datang“.

Ia masih mendapati gedung terminal A bandara Hang Nadim Batam yang sederhana dan terbuat dari triplek.

“Waktu lihat Airportnya sedih sekali. Airportnya dari triplek (gedung terminalnya, pen)”, lanjut Fitrah Kamaruddin.


(Bersambung)

(*/lis/GoWestID) 

Kaitan bandara, batam, hang nadim, sejarah, top
Admin 11 April 2020 11 April 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Purnama Perige 8 April 2020, Supermoon di Masa Pandemi Corona
Artikel Selanjutnya 20.000 Test Kit dan 2 PCR dari Singapura Tiba di Batam

APA YANG BARU?

Mitsubihi Strom Seruduk 8 Pemotor di Perempatan K-Square Batam
Artikel 8 menit lalu 42 disimak
Batam-Yogyakarta Kini Bisa Terbang Langsung Tanpa Transit
Artikel 17 jam lalu 63 disimak
Portugal dan Swiss Lolos Babak 16 Besar
Sports 19 jam lalu 90 disimak
Lupa Matikan Kompor, Dapur Warung di Tanjungpinang Ludes Terbakar
Artikel 23 jam lalu 181 disimak
Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
Seni 23 jam lalu 157 disimak

POPULER PEKAN INI

Debarkasi Haji Batam Hampir Tuntas, 10.516 Jamaah Pulang, Tinggal Kloter 25 di Madinah
Artikel 5 hari lalu 323 disimak
Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
Artikel 4 hari lalu 318 disimak
Cuaca di Kota Batam Jum’at (3/07) Diprediksi Cerah Berawan
Artikel 2 hari lalu 301 disimak
Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
Artikel 5 hari lalu 294 disimak
Hari ini (1 Juli), Cuaca Batam Cerah Berawan
Artikel 3 hari lalu 275 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?