Hubungi kami di

Dunia

Demokrat Siapkan Pasal Pemakzulan Untuk Trump

Mike Wibisono

Terbit

|

Presiden AS, Donald Trump. © DW

ANGGOTA Demokrat DPR AS akan memperkenalkan pasal pemakzulan pada hari Senin setelah Donald Trump mendorong para pendukungnya untuk menyerbu Capitol AS pada hari Rabu, kata anggota DPR Ted Lieu di Twitter.

Ted Lieu, anggota Demokrat California yang membantu menyusun dakwaan, mengatakan pasal tersebut telah menarik 190 sponsor bersama pada Sabtu malam Sampai Sabtu sore, namun tidak ada anggota Partai Republik yang menandatangani, kata juru bicara Lieu, dikutip dari Reuters, 10 Januari 2021.

“Kami memiliki video pidato di mana (Trump) menghasut massa. Kami memiliki video dari massa yang menyerang Capitol. Ini bukan panggilan yang dekat,” kicau Lieu Sabtu malam.

Trump awalnya memuji para pendukungnya di Capitol tetapi kemudian mengutuk kekerasan mereka dalam sebuah video. Keputusan untuk meminta ketenangan datang atas desakan para pembantu senior, beberapa berpendapat dia bisa menghadapi pencopotan dari jabatan atau tanggung jawab hukum, kata sumber.

BACA JUGA :  Perang Twitter Trump Vs Ayatollah Ali Khamenei

Pemakzulan oleh DPR yang dipimpin oleh Partai Demokrat, setara dengan dakwaan, akan memicu persidangan kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya di Senat yang dikendalikan Partai Republik. Sebelumnya Trump bebas dari pemakzulan atas tuduhan bahwa ia mengancam keamanan nasional AS.

Dua presiden sebelumnya dimakzulkan tetapi juga dibebaskan di Senat. Richard Nixon mengundurkan diri pada tahun 1974 karena skandal Watergate ketika dia tahu akan kalah pilpres.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi juga telah meminta anggotanya untuk membuat rancangan undang-undang untuk menerapkan Amendemen ke-25 Konstitusi, yang memungkinkan pencabutan kekuasaan dari seorang presiden yang tidak dapat memenuhi tugasnya.

Upaya intensif untuk menggulingkan Trump telah menarik dukungan yang tersebar dari Partai Republik, yang partainya telah terpecah oleh tindakan presiden. Partai Demokrat telah menekan Wakil Presiden Mike Pence untuk meminta Amendemen ke-25, tetapi dia menentang gagasan itu, kata seorang penasihat.

(*)

Sumber : Reuters / Tempo
Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook