Hubungi kami di

Jiran

Dikecam, Singapura Tetap Eksekusi Mati Pria Malaysia Pengidap Disabilitas Mental

Terbit

|

Aksi protes menentang hukuman gantung Nagaenthran Dharmalingam. F. Dok. SINDOnews.com/Malaysia Now

SINGAPURA menghukum gantung seorang pria yang mengidap disabilitas mental dalam kasus narkoba. Meski sudah menuai kecaman internasional sejak tahun lalu, pria asal Malaysia bernama Nagaenthran Dharmalingam, itu dieksekusi mati pada hari ini, Rabu (27/4/2022).

Saudara Nagaenthran, Navin Kumar, mengatakan bahwa ia sudah menerima laporan mengenai eksekusi mati itu pada hari ini. Dia mengatakan, jasad Nagaenthran akan dikirimkan ke Malaysia. Keluarga kemudian bakal menggelar pemakaman bagi Nagaenthran di Kota Ipoh.

Nagaenthran akhirnya dieksekusi mati setelah pengadilan menolak banding yang diajukan dalam persidangan pada Selasa (26/4/2022).

Di akhir sidang tersebut, Nagaenthran dan keluarganya hanya bisa menangis. Sembari menangis, Nagaenthran terdengar memanggil ibunya, “Ma.”

BACA JUGA :  Singapura Berencana Buka Kedubes di Israel | Pertama Dalam 53 Tahun

Nagaenthran seharusnya dihukum gantung pada November 2021 lalu. Namun, proses eksekusi ditunda karena Pengadilan Tinggi Singapura mempertimbangkan banding yang diajukan terpidana.

Banding itu diajukan setelah kelompok pemerhati hak asasi manusia mendesak Singapura membatalkan hukuman karena pria 33 tahun tersebut mengidap disabilitas mental.

Merujuk pada informasi dari kelompok penolak hukuman mati, IQ Nagaenthran hanya 69, yang berarti masuk dalam tingkat disabilitas intelektual berdasarkan standar internasional.

Ia juga dinyatakan mengidap hiperaktif akut dan ketagihan minuman keras. Semua masalah ini disebut dapat berdampak pada cara Nagaenthran mengambil keputusan dan mengendalikan emosinya.

Nagaenthran sendiri ditangkap pada April 2009 lalu, saat ia masih berusia 21 tahun. Saat itu, ia ditangkap karena berupaya menyelundupkan nyaris 43 gram heroin ke Singapura. Heroin itu diikatkan di paha kirinya.

BACA JUGA :  Kisah Pengantin Yang Ditipu "Wedding Planner"

Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman mati pada November 2010. Setelah itu, tim Nagaenthran terus menempuh berbagai jalur hukum untuk mengurangi vonisnya, tapi tak pernah berhasil.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, juga sudah menuliskan surat kepada menlu Singapura mengenai kasus tersebut. Ia pun meminta bantuan konsuler untuk Nagaenthran dan keluarganya.

Namun, Kementerian Dalam Negeri Singapura membela keputusan pengadilan. Menurut mereka, Nagaenthran sudah sangat paham kejahatan yang dituduhkan atasnya dan tak bisa lagi mengelak dari hukuman.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Aksi protes menentang hukuman gantung Nagaenthran Dharmalingam. F. Dok. SINDOnews.com/Malaysia Now

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid