Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
    14 jam lalu
    ‘Rayap Besi’ Tutup Drainase di Terowongan Pelita Tertangkap
    15 jam lalu
    Data Pendaftar SPMB Batam Diduga Bocor
    15 jam lalu
    Tiga Orang Diamankan BNNP Kepri Terkait Peredaran Vape Mengandung Narkoba
    23 jam lalu
    Pelaku UMKM Kawasan Mega Legenda Diberi Waktu Relokasi Mandiri Hingga Akhir Tahun
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
    5 jam lalu
    Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
    5 jam lalu
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    2 hari lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    2 hari lalu
    Parade Kemilau Nusantara Kepri 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Benan, Lingga
    5 jam lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    1 hari lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    3 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    5 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 jam lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Disnakertrans Kepri Menyayangkan Maraknya Tindakan Penelantaran Pekerja Subcon

Editor Redaksi 10 bulan lalu 337 disimak
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Dicky Wijaya. F/ Disediakan Gowest.id

KEPALA Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Dicky Wijaya, menyayangkan masih maraknya praktik memperlantarkan para pekerja oleh perusahaan pemberi kerja seperti yang terjadi baru-baru ini, yang menimpa puluhan pekerja bangunan dari Jawa Barat di Batam.

Dicky mengakui adanya kasus tersebut, namun, ia menjelaskan para pekerja itu adalah subkontraktor (subcon) dari perusahaan luar Batam dan tidak terdaftar di Disnakertrans.

“Pekerja dari luar Kepri subcon dari luar Kepri. Banyak yang seperti ini. Jadi tidak terdata,” kata Dicky, Rabu (13/8/2025), seperti dikutip dari Bisnis.com.

Menurut Dicky, para pekerja tersebut bekerja di PT Tunas Kabil melalui subkontraktor. Masalahnya, mereka didatangkan langsung dari Pulau Jawa tanpa melalui prosedur yang benar dan tidak melapor ke Disnaker. Kondisi ini membuat Disnakertrans tidak bisa memberikan perlindungan hukum.

“Kasihan pekerjanya. Kami enggak bisa lindungi. Kalau kami ke sana ya mereka jatuhnya ilegal. Kami enggak bisa lacak, tidak ada aturan apa pun karena mereka liar,” ujarnya.

Maraknya kasus seperti ini, kata Dicky, menjadi tantangan tersendiri bagi pengawasan ketenagakerjaan.

Banyaknya pekerja dari luar daerah yang masuk tanpa melalui jalur resmi membuat mereka rentan terhadap eksploitasi, seperti tidak dibayar gajinya atau tidak mendapatkan hak-hak dasar sebagai pekerja.

“Tanpa data dan laporan yang jelas, pengawasan menjadi sulit dan pekerja menjadi tidak berdaya” pungkasnya.

Sebagaimana yang diketahui, sebelumnya, viral berdar sebuah video yang diunggah di media sosial TikTok yang berisi dukungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk puluhan pekerja bangunan asal Jawa Barat yang diterlantarkan tanpa digaji di Batam.

Dalam videoa tersebut, salahseorang pekerja bernama Chandra meminta perlindungan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ia mengaku sebagai warga Jawa Barat dan menyebut ada 63 pekerja yang mengalami nasib serupa: gaji tidak dibayar selama lebih dari satu bulan dan diusir dari tempat tinggal mereka.

“Saya, Chandra, sebagai warga Jawa Barat, minta perlindungan ke Kang Dedi Mulyadi. Saya di sini sama rekan-rekan, 63 orang, ditindas sama orang China. Hak saya, keringat saya selama satu bulan lebih gak dibayar. Saya minta tolong bantuannya,” kata Chandra dalam video tersebut.

“Saya kerja, bukan apa-apa. Sekarang gaji gak dibayar, suruh keluar juga langsung hari ini. Tolong tanggapi Pak Dedi, tolong sebesar-besarnya.”

Dalam vidoe tersebut, nampak juga Dedi Mulyadi yang berjanji akan memulangkan segera puluhan pekerja asal Jabar tersebut.

“Buat saudaraku, sahabatku, dulur kuring, dulur aing, insyaallah kita akan segera tangani,” kata Dedi dalam video tersebut.

Dedi Mulyadi menegaskan, prioritasnya saat ini adalah keselamatan dan kepulangan para pekerja. Pihaknya juga akan mempelajari jalur hukum terkait masalah hak upah yang belum dibayarkan. (*)

Kaitan batam, Disnakertrans, kepri, Pekerja Subcon, Pekerja Terlantar
Redaksi 14 Agustus 2025 14 Agustus 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 162 KK Terdampak Proyek Rempang Eco-City Telah Terima SHM di Tanjung Banon
Artikel Selanjutnya Supplier Apple Bangun Pabrik di Batam, Begini Penjelasan BKPM

APA YANG BARU?

#ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
Documentary 2 jam lalu 102 disimak
Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
Catatan Netizen 5 jam lalu 113 disimak
Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
Catatan Netizen 5 jam lalu 112 disimak
Pulau Benan, Lingga
Wilayah 5 jam lalu 100 disimak
Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
Artikel 14 jam lalu 174 disimak

POPULER PEKAN INI

Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
Statistik 7 hari lalu 639 disimak
Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
Sports 5 hari lalu 615 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 3 hari lalu 576 disimak
Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
Artikel 4 hari lalu 553 disimak
Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
Sports 4 hari lalu 552 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?