Hubungi kami di

Ini Batam

DPRD Batam Setujui Pemko Batam Tambah Penyertaan Modal 300 M di Bank Riau Kepri

Terbit

|

DPRD Kota Batam akhirnya sepakat dan menyetujui perubahan Peraturan Daerah (Perda) No. 3 / 2014 tentang penyertaan modal pada BUMD.

Dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Batam pada Jum’at (5/8) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam, seluruh fraksi DPRD Batam menyepakati rencana Pemko Batam untuk menambahkan penyertaan modal kepada Bank Riau Kepri (BRK) sebesar 300 milyar.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pemko Batam mengalokasikan anggaran sebesar 50 milyar dalam penyertaan modal ke BRK tersebut.

Ketua Pansus Ranperda terhadap Perubahan Peraturan Daerah (Perda) No. 3 / 2014 tentang penyertaan modal pada BUMD, DPRD Batam, Muhammad Mustofa, dalam laporanya menyampaikan, setelah melakukan proses konsultasi keberbagai pihak terkait dan mempertimbangkan aspek-aspek hukum dan aturan terkait penyertaan modal daerah, meminta kepada forum untuk menerima dan menyetujui hasil laporan Pansus tersebut.

BACA JUGA :  Rp.7 Miliar untuk Bangun kembali Pasar Induk

Selain itu dalam laporanya Musofa juga menyampaikan beberapa catatan dan masukan tim Pansus kepada pihak pemerintah, untuk betul-betul mengelola BUMD secara profesional dan berorientasi profit untuk peningkatan PAD kota Batam.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, usai menghadiri rapat paripurna memyampaikan, penyertaan modal ke BRK dengan nilai 300 milyar adalah limit atau batas maksimal dimana nilai tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan APBD kota Batam.

Amsakar juga mengatakan, alasan Pemko Batam menambah peyertaan modal tersebut karena daerah kabupaten/ kota lainnya juga menambahkan penyertaan modalnya ke Bank Riau Kepri.

“Semakin besar saham yang kita miliki maka semakin besar pula deviden yang akan didapat” jelas Amsakar Achmad.

BACA JUGA :  Warga Odessa Batam Centre Apresiasi Program PSPK Pemko Batam

Sementarra itu wakil ketua DPRD Kota Batam, Ahmad Surya, kepada GoWest Indonesia mengatakan, angka 300 milyar adalah angka maksimal yang disepakati, namun pada prakteknya tergantung kepada kemampuan keuangan daerah untuk menyetorkan modal tiap tahunya.

Ia juga menambahkan dengan adanya perubahan Perda tersebut diharapkan pendapaatan asli daerah (PAD) kota Batam akan meningkat.

“Penyertaan sebanyak tiga ratus milyar itu payung besarnya atau angka maksimalnya. Ini tergantung kemampuan keuangan daerahnya. Kalau taun depan baru mampu 50 milyar, artinya kita baru mampu 100 milyar. Berapapun jumlahnya, yang penting harapan kita bisa menambah PAD kita dari deviden yang didapat” jelas Ahmad Surya.

(bio)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid