Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
    2 jam lalu
    Polisi di Batam Tertibkan 102 Sepeda Motor Knalpot “Brong”
    4 jam lalu
    Polisi Amankan Enam Tersangka Pengeroyokan di Mal TCC Tanjungpinang
    4 jam lalu
    Pria Berinisial TP Diduga Cabuli Anak Angkat, Diamankan Polsek Sagulung
    5 jam lalu
    1 Unit Rumah Rusak Berat Tertimpa Pohon Akibat Hujan dan Angin di Kel. Sadai
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih di Klenteng Senggarang
    4 jam lalu
    “Pulau Minyak dan Karantina; Sambu, 1929”
    1 hari lalu
    Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
    4 hari lalu
    Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas Digelar di SMKN 1 Batam
    4 hari lalu
    Berapa Lama Emas Harus Disimpan Agar Menguntungkan?
    7 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Eijkman: Temuan Strain Mutasi Virus Corona yang Lebih Menular Tak Mempengaruhi Vaksinasi

Editor Admin 6 tahun lalu 782 disimak

KEPALA Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, membeberkan adanya temuan strain mutasi virus corona D614G di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium, strain mutasi ini diyakini jauh lebih cepat menginfeksi sel dan menular sepuluh kali lebih cepat.

Daftar Isi
Tingkatkan kewaspadaanPerkembangan vaksin telah sampai 50 persen

Disebutkan bahwa mutasi D614G ditemukan di kota-kota besar Indonesia antara lain Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.

Dikutip dari DW Indonesia, Amin menjelaskan bahwa mutasi D614G pertama kali dideteksi pada bulan Mei lalu dari isolat yang diperoleh pada bulan April. “Mutasi terjadi secara random,” ungkapnya, Senin (31/08) kemarin.

Amin menyampaikan bahwa strain mutasi virus yang ditemukan di Indonesia serupa dengan yang dideteksi negara-negara lain, seperti Malaysia dan Filipina.

Namun, yang menjadi perhatian kini adalah, apakah mutasi D614G termasuk di dalam virus-virus yang WGS-nya (whole genom sequencing) telah dilaporkan ke GISAID atau tidak. Terkait hal ini, Amin menjelaskan bahwa mutasi D614G memiliki clade (turunan) yang berbeda dari yang sudah dilaporkan ke GISAID.

Virus corona COVID-19 disebutkan memiliki tujuh clade, di antaranya adalah S, V, L, G, GH, GR dan O. Jenis virus corona yang telah diurutkan Eijkman sebelumnya “masuk dalam Clade L dan O.”

Prof. Amin Soebandrio, Kepala Eijkman Institute for Molecular Biology, © DW Indonesia

“Dari 10 WGS pertama yang disubmit oleh LBM Eijkman ke GISAID, belum ditemukan mutasi ini,” papar Amin.

“Mutasi D614G terdapat pada Clade G, GH, atau GR,“ sambungnya.

Tingkatkan kewaspadaan

MENANGGAPI adanya temuan ini, epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terlebih saat ini kasus baru di Indonesia terus mengalami peningkatan.

“Itu menunjukkan mutasi cepat, jadi ada potensi penularannya lebih cepat. Indonesia harus hati-hati, jangan-jangan peningkatan lebih banyak ini disebabkan karena strain baru,“ tutur Miko.

Kepala Departemen Epidemiologi Faklutas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI ini pun menyerukan agar pemerintah kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah-wilayah zona merah. Ia berpendapat pelonggaran PSBB yang saat ini dilakukan berpotensi meningkatkan laju penyebaran virus corona.

“Nah, harusnya pada saat merah diberlakukan PSBB, artinya pembatasan sosial yang berskala besar apakah areanya RW atau kelurahan. Jangan PSBB transisi, enggak jelas,“ tegas Miko.

“Tidak berefek karena pembatasan sosial sekaligus pelonggaran sosial. Dibuka macam-macam,“ sambungnya.

Perkembangan vaksin telah sampai 50 persen

MESKI mutasi D614G ditemukan di Indonesia, Kepala LBM Eijkman Prof. Amin Soebandrio mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan meyakinkan bahwa mutasi tidak berpengaruh kepada proses vaksinasi.

Ia meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Mutasi ini belum terbukti terkait dengan keparahan penyakit, serta tidak mempengaruhi kinerja vaksin yang ditujukan kepada RBD (Receptor Binding Domain),“ jelasnya.

Amin pun menyampaikan saat ini LBM Eijkman terus melakukan pengembangan vaksin virus corona agar secepatnya bisa diproduksi dan diberikan kepada masyarakat Indonesia.

“Perkembangan vaksin sudah mencapai sekitar 50% dari seluruh rangkaian pengembangan bibit vaksin. Saat ini sudah masuk proses sistem ekspresi protein rekombinan,“ pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus positif di Indonesia telah mencapai lebih dari 170 ribu kasus. Dari angka tersebut, sedikitnya 7.400 kasus meninggal dunia, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus kematian COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara dan nomor tiga di Asia setelah India dan Iran.

(*)

Sumber : DW Indonesia

Kaitan Covid-19, top, Vaksin
Admin 1 September 2020 1 September 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Zona Hijau di Batam Tinggal Dua!
Artikel Selanjutnya Pererat Silaturahmi, BP Batam Gelar Pertandingan Persahabatan Lawan Polda Kepri

APA YANG BARU?

Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
Artikel 2 jam lalu 67 disimak
Polisi di Batam Tertibkan 102 Sepeda Motor Knalpot “Brong”
Artikel 4 jam lalu 101 disimak
Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih di Klenteng Senggarang
Budaya 4 jam lalu 90 disimak
Polisi Amankan Enam Tersangka Pengeroyokan di Mal TCC Tanjungpinang
Artikel 4 jam lalu 96 disimak
Pria Berinisial TP Diduga Cabuli Anak Angkat, Diamankan Polsek Sagulung
Artikel 5 jam lalu 114 disimak

POPULER PEKAN INI

Kapolda Kepri Pastikan Proses Hukum Kematian Bripda Natanael Dijalankan Secara Transparan
Artikel 6 hari lalu 410 disimak
BP Batam Segera Bangun Dua Jaringan Pipa Distribusi
Artikel 6 hari lalu 361 disimak
BP Batam Pastikan Pengadaan Pot Bunga Pakai Dana CSR
Artikel 6 hari lalu 352 disimak
Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Kampung Jabi, Batu Besar
Artikel 7 hari lalu 338 disimak
Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
Histori 4 hari lalu 323 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?