Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
    2 hari lalu
    Ketua DPRD Kepri Viral Kendarai Harley Davidson Tanpa Helm
    2 hari lalu
    Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
    2 hari lalu
    Bertemu Konjen India, BP Batam Buka Peluang Perluasan Kerjasama
    3 hari lalu
    DPRD Batam Bentuk Pansus Ranperda Pengelolaan Persampahan
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
    1 hari lalu
    “Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
    1 hari lalu
    Singapura Maju karena Sastra?
    1 hari lalu
    MAN Insan Cendekia Batam Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kepri
    2 hari lalu
    Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    6 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    1 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    1 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Gelang GPS Real Time Untuk Pelaku KDRT

Editor Admin 7 tahun lalu 1.3k disimak

NEGARA bagian Tasmania, Australia mulai hari ini mengujicobakan pemasangan gelang pelacak berbasis GPS bagi mereka yang terlibat dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sistem ini akan memonitor pergerakan pelaku KDRT secara seketika atau real time.

Seorang pria asal Kota Bridgewater, Tasmania yang berusia 20 tahun telah menjadi orang pertama di negara bagian itu yang dipasangi gelang kaki yang akan memantau gerakannya secara real time.

Dua orang lagi yang dicurigai melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)  serius atau berulang minggu lalu juga telah diperintahkan oleh pengadilan untuk memakai gelang kaki, yang melacak pergerakanan mereka dengan menggunakan teknologi Global Possisioning atau GPS.

Alat pelacak itu merupakan bagian dari uji coba selama 18 bulan yang dimulai di kota Hobart bulan ini yang bertujuan untuk mengurangi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Diperkirakan hingga 100 alat pelacak akan dioperasikan pada akhir persidangan.

“Pelaku kekerasan keluarga pada akhirnya bertanggung jawab atas kerusakan yang disebabkan oleh perilaku kriminal mereka. Polisi Tasmania terus menahan para pelaku itu dan itulah yang kami fokuskan saat ini,” kata Asisten Komisaris Richard Cowling, dilansir ABC Australia.

Menteri Kepolisian Michael Ferguson mengatakan pemerintah Tasmania dan Federal telah mengalokasikan anggaran lebih dari $ 2,5 juta untuk percobaan penggunaan pelacak pada mereka yang dicurigai melakukan kekerasan keluarga yang serius atau berulang selama 18 bulan.

Di bawah undang-undang yang diberlakukan di Tasmania tahun lalu, polisi dapat mengajukan permohonan ke pengadilan agar pelacak dipasang sebagai perintah persyaratan dalam kasus KDRT.

Dan untuk pertama kalinya di Australia, orang tidak perlu divonis, atau bahkan dikenakan tuduhan terkait kasus KDRT dahulu untuk bisa dipasangi alat pelacak ini.

Di bawah uji coba di Tasmania ini juga, korban akan dapat memilih untuk dipasangi alat pelacak juga yang akan mengingatkan polisi jika mereka berada di sekitar pelaku KDRT, namun mereka tidak akan dapat memantau lokasi pelaku.

“Persidangan akan menentukan selama 18 bulan ke depan apakah teknologi semacam ini dapat menghadirkan perbedaan signifikan bagi kasus KDRT di negara bagian ini dan apakah alat itu dapat membuat perbedaan bagi kehidupan masyarakat,” kata Ferguson.

Kemampuan alat pelacak real time berbasis GPS ini untuk mengatasi topografi Tasmania yang  terdiri dari perbukitan, lembah dan bentangan akan menjadi sorotan selama uji coba ini.

Sementara itu Presiden Masyarakat Hukum, Evan Hughes mengatakan penerapan alat pelacak itu telah menimbulkan sejumlah kekhawatiran tentang memperlakukan tersangka secara efektif sebagai seseorang yang bersalah atas kejahatan bahkan sebelum mereka disidangkan di pengadilan.

Namun dia mengatakan hak dari para pelaku yang masih berstatus terduga harus diimbangi dengan hak dan keselamatan korban dan bahwa dalam beberapa kasus pilihan pelacak dapat berarti bahwa pelaku yang diduga dapat dibebaskan dengan jaminan, di mana mereka biasanya harus disimpan di balik jeruji.

Spanyol dan Portugal telah mengujicobakan teknologi serupa dan New South Wales baru-baru ini mulai menempatkan pelacak GPS pada beberapa pelaku yang telah ada perintah kekerasan keluarga terhadap mereka setelah dibebaskan dari penjara.

 

(*)

 

Kaitan Australia, gelang gps, kdrt, top
Admin 22 November 2018 22 November 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Langkah Pemko Batam Jika Kuota CPNS Tak Terpenuhi
Artikel Selanjutnya Kebiasaan Yang Bisa Memicu Kanker

APA YANG BARU?

Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
Sports 1 hari lalu 163 disimak
“Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
Histori 1 hari lalu 316 disimak
Singapura Maju karena Sastra?
Catatan Netizen 1 hari lalu 200 disimak
Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
Artikel 2 hari lalu 322 disimak
Ketua DPRD Kepri Viral Kendarai Harley Davidson Tanpa Helm
Artikel 2 hari lalu 270 disimak

POPULER PEKAN INI

Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
Statistik 6 hari lalu 654 disimak
BUMD Kepri Disorot, Banyak yang Tidak Mencapai Target Kinerja
Artikel 6 hari lalu 651 disimak
PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 5 hari lalu 624 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 5 hari lalu 583 disimak
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
Artikel 5 hari lalu 556 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?