Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Festival Media Selat Malaka 2026 Buka Ruang Suara Masyarakat Kepulauan dan Perbatasan
    12 jam lalu
    Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
    2 hari lalu
    Batam Dominan Berawan, BMKG Imbau Waspada Asap Karhutla
    2 hari lalu
    Tim Gabungan Batam Tertibkan Delapan Bangunan Ilegal di Sagulung
    2 hari lalu
    Kualitas Udara Batam Membaik, Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Turun Drastis 50 Persen
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    1 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    2 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    2 hari lalu
    Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
    2 hari lalu
    Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Halo Pentil Kecakot

Editor Admin 4 tahun lalu 737 disimak

PERKEMBANGAN teknologi yang begitu pesat berdampak pada kehadiran ponsel pintar yang semakin memudahkan berkomunikasi tanpa terbatas jarak dan waktu. Selama ada kuota internet atau wifi, komunikasi melalui telepon dan chat dapat dilakukan kapan saja. Tentu saja ini jauh berbeda dengan zaman dulu pada awal telepon hadir di Indonesia.

Berkomunikasi melalui telepon tak sesederhana memasukkan nomor lalu mengobrol dengan lawan bicara. Kala itu, ada seorang operator yang bertugas menghubungkan sambungan telepon antara pembicara dengan lawan bicaranya yang berada di tempat lain.

“Operator telepon tersebut dipanggil Pentil Kecakot yang memiliki arti Penjaga Tilpun Kecamatan Kota,” tulis Dukut Imam Widodo dalam Malang Tempo Doeloe. Keberadaan Pentil Kecakot pun berperan penting dalam menghubungkan dua orang yang akan berkomunikasi jarak jauh.

Sesungguhnya, pada masa itu telepon bukan satu-satunya alat komunikasi. Banyak orang yang masih berkomunikasi dengan surat menyurat melalui pos dan telegraf. Namun, sejak hubungan telepon lokal digunakan pertama kali di Hindia Belanda pada 16 Oktober 1882, berkomunikasi melalui telepon mulai menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, khususnya orang-orang Belanda dan Eropa.

Ramadhan K.H, Sugiarta Sriwibawa, dan Abrar Yusra dalam Dari Monopoli Menuju Kompetisi menyebut hubungan telepon lokal pertama itu diselenggarakan oleh perusahaan swasta. Telepon tersebut membentang antara Gambir dan Tanjung Priok di Batavia, disusul dua tahun kemudian hubungan telepon di Semarang dan Surabaya.

Perusahaan swasta itu mendapatkan izin konsesi selama 25 tahun. Oleh karena itu, perusahaan alat komunikasi tersebut berkembang pesat di Hindia Belanda. Hingga tahun 1905 jumlah perusahaan telepon di Hindia Belanda mencapai 38. Sementara itu, khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan Telefoon Maatschappij mendapat konsesi selama 25 tahun untuk hubungan Batavia–Semarang yang kemudian dilanjutkan dengan Batavia–Surabaya, Batavia–Bogor, dan Bandung–Sukabumi.

Sejumlah infrastruktur penunjang dibangun, salah satunya kantor telepon. Di kantor telepon itulah para operator bertugas menyambungkan telepon pelanggan. Menurut Ramadhan K.H, dkk. prioritas pemakaian jasa telepon kala itu diberikan kepada pejabat-pejabat pemerintah dan pengusaha. Ada pun pesawat telepon yang digunakan adalah jenis telepon baterai lokal yang mana jarak jangkauannya terbatas.

Para Pentil Kecakot mendapatkan pelatihan selama beberapa waktu. Mengutip surat kabar De Locomotief: Samarangsch Handels-en Advertentie-blad, 21 September 1949, pelatihan operator telepon ini memakan waktu sekitar satu bulan. Biasanya para operator ini akan dilatih berbahasa Belanda dan diajarkan cara menyambungkan telepon dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya.

Prosesnya sebagai berikut: saat anda menelepon seseorang, panggilan akan lebih dahulu terhubung ke operator telepon yang menyebabkan sebuah lampu menyala. Operator telepon itu kemudian memasang sumbat di lubang yang menjadi milik nomor dan laporan anda. Selanjutnya anda memasukan nomor yang ingin anda ajak bicara di mana operator memasukkan steker di ujung kabel yang lain ke dalam lubang yang sesuai dengan nomor telepon pelanggan yang ingin anda ajak bicara.

Karena proses tersebut, setiap operator memiliki lebih dari 2000 bukaan di ujung lain yang ada sambungan telepon. Setelah operator mencolokkan stekernya, lampu lain akan menyala di sisi operator. Hal itu menyebabkan bel berdering di pihak yang dipanggil. Bila lampu kedua padam, ini menjadi tanda bagi operator telepon bahwa pihak yang dipanggil telah melepas kaitannya. Setelah beberapa saat lampu akan kembali menyala dan ini menjadi tanda bahwa panggilan telah berakhir. Biasanya operator telepon akan menarik colokan keluar dari bukaan setelah panggilan telepon selesai.

Proses itu tampaknya tak rumit, namun di waktu-waktu sibuk operator telepon dapat menetapkan 400 sambungan per jam yang berarti ia memiliki sepuluh hingga lima belas detik untuk setiap koneksi. Kondisi itu membuat para operator telepon harus teliti dalam menyambungkan panggilan. Pasalnya, proses yang manual tak jarang menyebabkan telepon salah sambung.

Menurut Dukut, para operator telepon ini biasanya bertugas untuk Sambungan Langsung Dalam Kota, sementara untuk melakukan telepon jarak jauh hingga ke luar kota, prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hingga berjam-jam.

“Mengapa harus menunggu waktu lama? Jawabannya, karena sistem SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) ketika itu belum diketemukan! Jadi, kalau mau interlokal memang harus melalui kota-kota tertentu yang ada kantor tilpunnya. Lantas kantor tilpun itulah yang secara berantai menghubung-hubungkan dengan kota tempat tujuan si penilpun tadi,” tulis Dukut.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan ponsel pintar, teknologi, Telepon
Admin 17 Oktober 2022 17 Oktober 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ansar Ahmad Terpilih Jadi Ketua Asprov PSSI Kepri
Artikel Selanjutnya Sekdaprov Kepri: OPD Jangan Hanya Fokus Belanja Saja, Cari Sumber PAD Baru

APA YANG BARU?

Festival Media Selat Malaka 2026 Buka Ruang Suara Masyarakat Kepulauan dan Perbatasan
Artikel 12 jam lalu 47 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 1 hari lalu 197 disimak
Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
Artikel 2 hari lalu 220 disimak
143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
Pendidikan 2 hari lalu 198 disimak
Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
Ragam 2 hari lalu 196 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 6 hari lalu 474 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 7 hari lalu 424 disimak
Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 3 hari lalu 397 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 5 hari lalu 374 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 7 hari lalu 359 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?