Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kerangka Manusia Ditemukan di Area DAM Duriangkang Batam
    16 jam lalu
    Kloter Pertama Haji Embarkasi Batam (BTH 1) Tiba
    16 jam lalu
    Hujan Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Atap Rumah Warga Tertimpa
    2 hari lalu
    Tabrakan Angkot vs Trailer di Jalan Brigjen Katamso, Tidak Ada Korban Jiwa
    2 hari lalu
    Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polisi Periksa Kadishub Batam
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    16 jam lalu
    Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
    1 hari lalu
    Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
    1 hari lalu
    PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
    2 hari lalu
    “Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    1 hari lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    1 hari lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    1 hari lalu
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    3 hari lalu
    Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
    4 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Halo Pentil Kecakot

Editor Admin 4 tahun lalu 686 disimak

PERKEMBANGAN teknologi yang begitu pesat berdampak pada kehadiran ponsel pintar yang semakin memudahkan berkomunikasi tanpa terbatas jarak dan waktu. Selama ada kuota internet atau wifi, komunikasi melalui telepon dan chat dapat dilakukan kapan saja. Tentu saja ini jauh berbeda dengan zaman dulu pada awal telepon hadir di Indonesia.

Berkomunikasi melalui telepon tak sesederhana memasukkan nomor lalu mengobrol dengan lawan bicara. Kala itu, ada seorang operator yang bertugas menghubungkan sambungan telepon antara pembicara dengan lawan bicaranya yang berada di tempat lain.

“Operator telepon tersebut dipanggil Pentil Kecakot yang memiliki arti Penjaga Tilpun Kecamatan Kota,” tulis Dukut Imam Widodo dalam Malang Tempo Doeloe. Keberadaan Pentil Kecakot pun berperan penting dalam menghubungkan dua orang yang akan berkomunikasi jarak jauh.

Sesungguhnya, pada masa itu telepon bukan satu-satunya alat komunikasi. Banyak orang yang masih berkomunikasi dengan surat menyurat melalui pos dan telegraf. Namun, sejak hubungan telepon lokal digunakan pertama kali di Hindia Belanda pada 16 Oktober 1882, berkomunikasi melalui telepon mulai menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, khususnya orang-orang Belanda dan Eropa.

Ramadhan K.H, Sugiarta Sriwibawa, dan Abrar Yusra dalam Dari Monopoli Menuju Kompetisi menyebut hubungan telepon lokal pertama itu diselenggarakan oleh perusahaan swasta. Telepon tersebut membentang antara Gambir dan Tanjung Priok di Batavia, disusul dua tahun kemudian hubungan telepon di Semarang dan Surabaya.

Perusahaan swasta itu mendapatkan izin konsesi selama 25 tahun. Oleh karena itu, perusahaan alat komunikasi tersebut berkembang pesat di Hindia Belanda. Hingga tahun 1905 jumlah perusahaan telepon di Hindia Belanda mencapai 38. Sementara itu, khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan Telefoon Maatschappij mendapat konsesi selama 25 tahun untuk hubungan Batavia–Semarang yang kemudian dilanjutkan dengan Batavia–Surabaya, Batavia–Bogor, dan Bandung–Sukabumi.

Sejumlah infrastruktur penunjang dibangun, salah satunya kantor telepon. Di kantor telepon itulah para operator bertugas menyambungkan telepon pelanggan. Menurut Ramadhan K.H, dkk. prioritas pemakaian jasa telepon kala itu diberikan kepada pejabat-pejabat pemerintah dan pengusaha. Ada pun pesawat telepon yang digunakan adalah jenis telepon baterai lokal yang mana jarak jangkauannya terbatas.

Para Pentil Kecakot mendapatkan pelatihan selama beberapa waktu. Mengutip surat kabar De Locomotief: Samarangsch Handels-en Advertentie-blad, 21 September 1949, pelatihan operator telepon ini memakan waktu sekitar satu bulan. Biasanya para operator ini akan dilatih berbahasa Belanda dan diajarkan cara menyambungkan telepon dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya.

Prosesnya sebagai berikut: saat anda menelepon seseorang, panggilan akan lebih dahulu terhubung ke operator telepon yang menyebabkan sebuah lampu menyala. Operator telepon itu kemudian memasang sumbat di lubang yang menjadi milik nomor dan laporan anda. Selanjutnya anda memasukan nomor yang ingin anda ajak bicara di mana operator memasukkan steker di ujung kabel yang lain ke dalam lubang yang sesuai dengan nomor telepon pelanggan yang ingin anda ajak bicara.

Karena proses tersebut, setiap operator memiliki lebih dari 2000 bukaan di ujung lain yang ada sambungan telepon. Setelah operator mencolokkan stekernya, lampu lain akan menyala di sisi operator. Hal itu menyebabkan bel berdering di pihak yang dipanggil. Bila lampu kedua padam, ini menjadi tanda bagi operator telepon bahwa pihak yang dipanggil telah melepas kaitannya. Setelah beberapa saat lampu akan kembali menyala dan ini menjadi tanda bahwa panggilan telah berakhir. Biasanya operator telepon akan menarik colokan keluar dari bukaan setelah panggilan telepon selesai.

Proses itu tampaknya tak rumit, namun di waktu-waktu sibuk operator telepon dapat menetapkan 400 sambungan per jam yang berarti ia memiliki sepuluh hingga lima belas detik untuk setiap koneksi. Kondisi itu membuat para operator telepon harus teliti dalam menyambungkan panggilan. Pasalnya, proses yang manual tak jarang menyebabkan telepon salah sambung.

Menurut Dukut, para operator telepon ini biasanya bertugas untuk Sambungan Langsung Dalam Kota, sementara untuk melakukan telepon jarak jauh hingga ke luar kota, prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hingga berjam-jam.

“Mengapa harus menunggu waktu lama? Jawabannya, karena sistem SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) ketika itu belum diketemukan! Jadi, kalau mau interlokal memang harus melalui kota-kota tertentu yang ada kantor tilpunnya. Lantas kantor tilpun itulah yang secara berantai menghubung-hubungkan dengan kota tempat tujuan si penilpun tadi,” tulis Dukut.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan ponsel pintar, teknologi, Telepon
Admin 17 Oktober 2022 17 Oktober 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ansar Ahmad Terpilih Jadi Ketua Asprov PSSI Kepri
Artikel Selanjutnya Sekdaprov Kepri: OPD Jangan Hanya Fokus Belanja Saja, Cari Sumber PAD Baru

APA YANG BARU?

Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
Pendidikan 16 jam lalu 199 disimak
Kerangka Manusia Ditemukan di Area DAM Duriangkang Batam
Artikel 16 jam lalu 202 disimak
Kloter Pertama Haji Embarkasi Batam (BTH 1) Tiba
Artikel 16 jam lalu 191 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 1 hari lalu 300 disimak
Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
Pendidikan 1 hari lalu 290 disimak

POPULER PEKAN INI

“Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
Histori 6 hari lalu 796 disimak
BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
Artikel 6 hari lalu 779 disimak
Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
Artikel 6 hari lalu 732 disimak
Prakiraan Cuaca Kepri Jumat (29/5/2026): Berawan hingga Hujan Ringan, Waspadai Petir
Artikel 4 hari lalu 680 disimak
Polda Kepri Hentikan Kasus Kecelakaan Maut WNA Tiongkok Lewat RJ
Artikel 6 hari lalu 627 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?