Hubungi kami di

Kota Kita

Hindari Lonjakan, Batam & Tg Pinang Dihimbau Taat Prokes

Terbit

|

Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

GUBERNUR Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghimbau khusus untuk kota Batam dan kota Tanjungpinang agar benar-benar memperhatikan kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (Prokes) dalam upaya menghindari adanya penambahan kasus baru covid-19. 

Himbauan Gubernur ini menyusul berfluktuasinya kasus covid di Kepri, terutama terjadi di kota Batam dan Tanjungpinang.

“Agar pengawasan atau screening di setiap pintu-m masuk, baik yang ada di Batam maupun di Tanjungpinang agar diperketat. Kita harus awasi, disiplin masyarakat harus diperhatikan agar kasus covid di Kepri bisa benar-benar kita tekan,” ujar Ansar.

Sehari sebelumnya, dalam upaya menanggapi kasus aktif terkonfirmasi positif covid19 di Kepulauan Riau yang  berfluktuasi, Ansar Ahmad juga telah  menggelar Rapat Koordinasi di Gedung Daerah, Tanjungpinang. Rakor  dengan melibatkan seluruh Pemerintah  Kabupaten dan Kota se Kepri serta Forkopimda. 

Kasus aktif yang tercatat sampai pelaksanaan rakor kemaren  sebanyak 105 kasus dengan sebaran 72 kasus di Kota Batam, 17 Kasus di Kota Tanjungpinang, 9 kasus di Kabupaten Bintan, 5 kasus di Kabupaten Karimun, dan 2 Kasus di Kabupaten Natuna. Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga mencatat 0 kasus. 

BACA JUGA :  Jemaah Haji Asal Batam Dirawat di Makkah Jadi 12 Orang

Pada kesempatan tersebut, Ansar menekankan untuk mengantisipasi melonjaknya kasus aktif ini dengan memperkuat tracing dan memberikan treatment yang baik. 

“Tentu jangan lengah soal tracing, karena tracing sangat menentukan untuk mengetahui kontak erat yang terkonfirmasi positif. Kemudian pastikan treatment harus dilakukan dengan baik, karena jika tingkat kesembuhan tinggi, maka angka kasus aktif akan menurun” pesan Ansar. 

Gubernur juga memberi arahan agar pasien yang terkonfirmasi positif untuk diwajibkan karantina di karantina terpadu. Karena karantina mandiri terbukti sulit untuk dikontrol. 

“Tempat-tempat karantina terpadu agar dikontrol kembali. Seperti Lohas, LPMP, serta Asrama Haji Batam. Cek kembali fasilitasnya. Supaya isolasi terkontrol dan treatment yang baik dapat diberikan” ujarnya.

BACA JUGA :  "Misni, Adi dan Sardison Melaju ke Mendagri" | Kandidat Sekda Asal Batam Terpental

Selanjutnya, Ansar juga memastikan program bantuan tunai bagi keluarga kurang mampu yang terkonfirmasi positif akan tetap dilanjutkan, untuk menanggung kebutuhan keluarga yang ditinggalkan selama masa isolasi. 

“Masing-masing Kabupaten dan Kota juga agar memberikan perhatian untuk memenuhi kebutuhan keluarga pasien. Gunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) karena memang peruntukannya untuk itu” kata Ansar. 

Terakhir, ia menyampaikan bahwa survey serology tahap kedua akan dilaksanakan 6 bulan setelah survey pertama. Pada survey pertama Kepri mendapat hasil yang baik yaitu sebesar 89 persen yang menunjukkan herd immunity masyarakat yang cukup baik. 

“Karena serology harus dievaluasi 6 bulan sekali untuk mengetahui apakah antibodi tetap bertahan terhadap virus sekaligus mengetes vaksin booster yang telah diberikan” tutup Gubernur.

(*/gas)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid