Hubungi kami di

Histori

Ikhwal Awal Serbuk Kristal Methampetamine

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi serbuk kristal methamphetamine atau sabu

METHAMPETAMINE atau Metamfetamin dan dikenal juga sebagai zat pembuat sabu, bukanlah narkoba baru.

Yang akhir-akhir ini lebih berdaya sebab, itu lebih karena ada perkembangan dalam teknik pembuatannya.

Metamfetamin pertama kali dibuat pada tahun 1887 di Jerman dan metamfetamin yang lebih kuat dan mudah dibuat dikembangkan di Jepang pada tahun 1919. Bubuk kristal ini larut dalam air sehingga membuatnya mudah untuk disuntikkan.

Metamfetamin digunakan secara luas selama Perang Dunia ke-II, saat kedua belah pihak menggunakannya agar pasukan tetap terjaga.

Pilot kamikaze menggunakan metamfetamin untuk membantu mereka dalam misi bunuh diri.

Dosis tinggi diberikan kepada pilot Kamikaze Jepang sebelum mereka melakukan misi bunuh diri dan setelah perang, penyalahgunaan metamfetamin dengan suntikan menjadi epidemis (mewabah), saat pasokan yang disimpan untuk penggunaan militer tersedia bagi masyarakat umum Jepang.

Tahun 1950-an, metamfetamin diberikan dengan resep dokter untuk membantu diet dan melawan depresi. Karena mudah didapat, oleh sebab itu digunakan sebagai stimulan non-medis oleh mahasiswa, supir-supir truk dan olahragawan sehingga penyalahgunaannya meluas.

Ilustrasi

Pola ini berubah mendadak di 1960-an karena metamfetamin yang bisa disuntikkan tersedia lebih banyak, berarti penyalahgunaannya juga meningkat.

Lalu di tahun 1970, pemerintah Amerika Serikat menyatakan penggunaannya adalah ilegal. Setelah itu, geng sepeda motor Amerika Serikat mengontrol hampir semua produksi dan distribusinya. Kebanyakan pengguna saat itu hidup di pedalaman dan tidak mampu untuk menggunakan kokain yang lebih mahal.

Tahun 1990-an, organisasi penyelundup narkoba Meksiko mendirikan laboratorium yang besar di California, AS. Selagi lab besar itu mampu menghasilkan 22,7 kg zat dalam satu akhir pekan, lab pribadi yang kecil banyak bermunculan di dapur dan apartemen sehingga sabu dijuluki zat “stove top”.

Mulai dari sana menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan ke Eropa melalui Republik Ceko. Dewasa ini, kebanyakan narkoba yang ada di Asia dihasilkan di Thailand, Myanmar dan Cina.

BACA JUGA :  Batu Bersurat Pasir Panjang dan Telapak Kaki Gautama

Sabu adalah Narkoba

Di Indonesia kristal menthaphetamine atau dikenal sebagai sabu masuk golongan Narkoba.

Kenapa?

Karena pada dasarnya narkoba adalah racun. Jumlah yang dipakai menentukan efeknya.

Ilustrasi kristal Metamfetamine atau Sabu

Dalam jumlah kecil, ia memberi efek stimulan (memacu Anda). Dalam jumlah lebih besar, ia memberi efek sedatif (memperlambat Anda). Jumlah yang lebih besar lagi akan meracuni dan dapat membunuh Anda.

Ini benar untuk semua narkoba. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah yang dipakai untuk memberi efeknya.

Tetapi banyak narkoba memiliki liabilitas lainnya: mereka langsung mempengaruhi otak kita. Mereka mendistorsi persepsi si pengguna tentang apa yang terjadi di sekelilingnya. Akibatnya, tindakan-tindakannya menjadi aneh, irasional, tidak wajar dan bahkan destruktif.

Narkoba menghalangi semua indra. Yang diperlukan maupun yang tidak. Jadi, walaupun memberikan pertolongan jangka pendek dalam mengurangi rasa sakit, Narkoba juga menghapus kemampuan, kesadaran dan mengeruhkan pikiran seseorang.

Obat resep adalah obat-obatan yang dimaksudkan untuk mempercepat atau memperlambat atau mengubah sesuatu tentang cara tubuh kita bekerja agar membuatnya lebih sehat.

Kadang-kadang obat-obatan itu dibutuhkan. Tetapi mereka tetap merupakan narkoba: mereka bertindak sebagai stimulan atau sedatif, dan penggunaan yang terlalu banyak dapat membunuh Anda. Jadi, bila Anda tidak menggunakan obat-obatan itu sebagaimana semestinya, ia sama bahayanya dengan narkoba.

Jawaban yang benar adalah memperoleh faktanya dan pertama-tama tidak menggunakannya.

Mengapa Orang-orang Menggunakan Narkoba?

ORANG-ORANG menggunakan narkoba karena mereka ingin mengubah sesuatu dalam hidup mereka.

Ilustrasi

Berikut adalah beberapa alasan mengapa orang muda menggunakan narkoba:

  • Untuk dapat diterima di lingkungannya.
  • Sebagai pelarian atau bersantai.
  • Untuk mengurangi kebosanan.
  • Untuk tampak dewasa.
  • Untuk memberontak
  • Untuk bereksperimen

Mereka kira narkoba adalah jalan keluarnya. Namun akhirnya, narkoba menjadi masalahnya.

Betapa sukar sekalipun menghadapi masalah kamu, akibat dari penggunaan narkoba senantiasa lebih buruk daripada masalah yang ingin diatasi dengan narkoba.

Jawaban yang benar adalah memperoleh faktanya dan pertama-tama, jangan pernah menggunakannya.

Sumber : Dunia bebas Narkoba

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook