Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot karena Pergeseran Pusat Aktivitas Warga
    5 jam lalu
    Dugaan Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta
    14 jam lalu
    Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
    1 hari lalu
    13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
    1 hari lalu
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
    5 jam lalu
    Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
    2 hari lalu
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    2 hari lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    2 hari lalu
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    7 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

Indonesia Bersiap Meratifikasi Perjanjian ZEE Dengan Vietnam

Editor Admin 1 tahun lalu 578 disimak
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam setelah konferensi pers di Istana Kepresidenan di Jakarta, 10 Maret 2025. © F. Bay Ismoyo/AFPDisediakan oleh GoWest.ID

KESEPAKATAN Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam yang akan segera diratifikasi menandai langkah strategis kedua negara dalam memperkuat kedaulatan maritim dan menghadapi tekanan geopolitik di Laut China Selatan (LCS), kata pengamat, Rabu.

Indonesia diperkirakan akan meratifikasi perjanjian dengan Vietnam mengenai batas ZEE bulan depan, kata Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Viet Nam, To Lam, yang berkunjung ke Jakarta, Senin.

Ratifikasi ini menandai berakhirnya sengketa antara Indonesia dan Vietnam selama lebih dari satu dekade terkait perairan yang tumpang tindih.

Jakarta dan Hanoi mencapai kesepakatan mengenai batas ZEE pada Desember 2022 setelah melakukan negosiasi selama 12 tahun. Sebelumnya, kedua negara bersitegang akibat klaim tumpang tindih di perairan sekitar Kepulauan Natuna di Laut China Selatan.

Agar perjanjian ini dapat berlaku, masing-masing parlemen kedua negara harus meratifikasinya.

Zona Ekonomi Eksklusif memberi hak eksklusif kepada suatu negara untuk mengelola sumber daya alam di perairan dan dasar lautnya. Dengan batas yang jelas, diharapkan tidak akan terjadi lagi kesalahpahaman dan pengelolaan yang keliru antara kedua negara, kata peneliti Laut China Selatan asal Vietnam, Dinh Kim Phuc.

“Janji ratifikasi perjanjian ZEE ini mengirimkan sinyal positif, baik dari segi keamanan maupun ekonomi,” kata Phuc. “Di antara pencapaian terbaru dalam hubungan bilateral kedua negara, menurut saya ini yang paling penting.”

Ia juga menambahkan bahwa perjanjian ini bisa menjadi preseden berharga bagi negara-negara ASEAN lainnya dalam menyelesaikan sengketa maritim secara damai.

“Kita berharap ratifikasi oleh parlemen kita bulan April sesudah Idulfitri dan mereka juga dalam legislatif mereka juga. Mereka akan ratifikasi (dalam) waktu dekat,” kata Prabowo dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan To Lam. “Insyaallah, saya akan tanda tangan di Hanoi pada kunjungan kenegaraan saya sebagai balasan kepada kunjungan dari Yang Mulia To Lam.” 

Dalam kunjungan To Lam, Indonesia dan Vietnam juga meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif, mencerminkan kerja sama yang semakin erat antara kedua negara.

Prabowo menambahkan bahwa ia berencana melakukan kunjungan balasan ke Vietnam dalam waktu dekat, di mana ia akan menandatangani perjanjian pelaksanaan (implementing agreement) dengan pihak Vietnam. “Saya yakin kesepakatan ini akan membawa kesejahteraan bagi rakyat kedua negara,” ujarnya.

Perairan yang berbatasan dengan Kepulauan Natuna sebelumnya menjadi titik konfrontasi antara aparat penegak hukum Indonesia dan Vietnam, terutama terkait aktivitas nelayan Vietnam yang sering dituduh melanggar batas dan melakukan penangkapan ikan ilegal. Indonesia berulang kali menahan dan menenggelamkan kapal-kapal ikan Vietnam yang dianggap melanggar wilayahnya.

Pembicaraan tentang penetapan batas ZEE dimulai pada 2010 dan melalui lebih dari selusin putaran negosiasi sebelum akhirnya mencapai kesepakatan.

Perumahan dan perahu warga di Pelabuhan Teluk Baruk di Pulau Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, 22 September 2023. [Bay Ismoyo/AFP]

Raden Mokhamad Luthfi, pengamat hubungan internasional dari Universitas Al Azhar Indonesia, menilai kesepakatan ini dipengaruhi oleh kebutuhan kedua negara untuk memiliki dasar hukum yang kuat dalam mengeksplorasi sumber daya di perairan tersebut. 

“Vietnam memang tegas soal kedaulatan lautnya, tetapi mereka bukan negara ekspansionis seperti China. Ini membuat kesepakatan lebih mudah dicapai,” kata Luthfi kepada BenarNews.

Kesepakatan ini juga memperkuat posisi Indonesia dan Vietnam dalam menghadapi klaim sepihak China di Laut China Selatan, kata Luthfi. 

“Perjanjian ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Vietnam sama-sama menolak klaim sembilan garis putus-putus yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional UNCLOS 1982,” kata Luthfi, merujuk kepada garis wilayah yang dicetak oleh China di peta mereka sebagai dasar klaim historis atas hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan.

Pakar hukum maritim dari Universitas Gadjah Mada, I Made Andi Arsana, mengatakan bahwa kesepakatan ini memberikan kejelasan mengenai hak penangkapan ikan di Laut China Selatan.

“Dengan adanya kesepakatan ZEE, secara logika, pengelolaan dan penanganan lintas batas menjadi lebih mudah,” kata Arsana kepada BenarNews. 

“Sebelumnya, masing-masing negara memiliki klaimnya sendiri, sehingga sulit menentukan apakah sebuah kapal telah melanggar batas. Sekarang, dengan adanya batas yang diakui secara hukum, regulasi dapat ditegakkan dengan lebih tegas.”

Ia menganalogikan situasi sebelumnya seperti bertetangga tanpa pagar.

“Jika kita berbicara dengan tetangga tanpa pagar, akan sangat rumit untuk menentukan apakah mereka melewati pagar kita atau tidak, mencuri atau tidak.”

Hingga saat ini, pemerintah China belum memberikan komentar mengenai pernyataan Presiden Indonesia terkait perjanjian ini. Baik ZEE Vietnam maupun Indonesia berada dalam area yang diklaim oleh Beijing sebagai bagian dari “sembilan garis putus-putus”.

Kaitan indonesia, Ratifikasi, vietnam, Zee
Admin 14 Maret 2025 14 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Dikecam, Pemotongan Anggaran di Tengah Meningkatnya Ancaman Bencana
Artikel Selanjutnya Semua Izin Terbit, iPhone 16 Siap Dijual di Indonesia

APA YANG BARU?

Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot karena Pergeseran Pusat Aktivitas Warga
Artikel 5 jam lalu 122 disimak
Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
Lingkungan 5 jam lalu 107 disimak
Dugaan Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta
Artikel 14 jam lalu 147 disimak
Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 1 hari lalu 293 disimak
13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
Artikel 1 hari lalu 263 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 7 hari lalu 849 disimak
Pulau Kasu, Batam
Wilayah 7 hari lalu 678 disimak
Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Batam
Pendidikan 5 hari lalu 590 disimak
Final Turnamen Voli Piala Wali Kota Batam Berakhir Ricuh
Sports 5 hari lalu 582 disimak
Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
Sports 4 hari lalu 550 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?