Hubungi kami di

Industri

Industri Pakai Solar Subsidi, Memperin Ancam Sanksi Tegas

Terbit

|

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. F. Dok. Merdeka.com/Liputan6.com/Tira Santia

MENTERI Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengancam akan memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan industri yang masih menggunakan solar subsidi untuk proses produksi, pembangkit listrik, atau transportasi.

Agus Gumiwang mengklaim telah meminta masing-masing direktorat di lingkungan Kementerian Perindustrian(Kemenperin) untuk mengimbau seluruh sektor binaannya agar tidak menggunakan solar subsidi.

“Kalau perusahaan industri masih menggunakan BBM bersubsidi, akan ada sanksi tegas,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Senin (11/4/2022).

Merujuk data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), kebutuhan solar di sektor industri untuk proses produksi dan pembangkit listrik terus meningkat. Pada 2021, kebutuhan solar untuk produksi sebanyak 8,4 miliar liter, melonjak dari 214,9 juta liter pada 2019.

Agus berharap sektor industri binaan Kemenperin dapat mematuhi peraturan yang berlaku terkait penggunaan solar, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Perpres Nomor 191 Tahun 2014 terkait Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

BACA JUGA :  Pemanfaatan E-Smart Untuk Industri Kecil Menengah

Perpres tersebut menyatakan solar merupakan jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu yang diberikan subsidi oleh pemerintah, dengan pengaturan penyediaan dan pendistribusiannya, termasuk batasan volume penyaluran (kuota), diatur oleh Badan Pengatur Hilir Migas.

BBM tertentu jenis solar dikenakan aturan wajib dicampur dengan Biodiesel FAME dengan komposisi 30 persen (B30) dan selisih harga pencampurannya ditanggung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sesuai dengan Perpres Nomor 66 Tahun 2018.

“Jadi, industri harus menggunakan BBM diesel khusus untuk industri, yang skema pendistribusiannya berbeda dengan BBM jenis tertentu solar bersubsidi,” kata Agus.

Ia menuturkan terdapat perbedaan spesifikasi BBM industri (Industrial Diesel Oil/IDO) dengan BBM solar atau B30 bersubsidi (Automotive Diesel Oil/ADO) yang apabila dipaksakan digunakan akan merusak mesin industri.

BACA JUGA :  Menaker: Perusahaan Profit Bagus, Beri THR Lebih Bagi Pekerja

Lebih lanjut, Agus mengatakan pengawasan penggunaan BBM jenis tertentu yang diberikan subsidi akan dilakukan oleh Kepolisian RI bekerja sama dengan Penyidik PNS (PPNS) yang terkait.

Khusus untuk kegiatan ekspor ilegal BBM jenis solar, telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Illegal Export BBM Solar di bawah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, yang menyatukan langkah pengamanan perbatasan dari penyalahgunaan BBM solar untuk kegiatan melawan hukum.

Satgas khusus ini beranggotakan kementerian terkait seperti Kemenperin yang diwakili oleh Inspektorat jenderal, Kepolisian RI, TNI Angkatan Laut, Mabes TNI, hingga Badan Keamanan Laut.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid