Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Cerah Berawan hingga Sore, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang di Batam
    5 jam lalu
    Batam Garap Investasi Digital Rp 88 Triliun untuk AI Data Centre
    5 jam lalu
    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Mineral Ilegal di Batam
    6 jam lalu
    Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
    1 hari lalu
    BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
    1 hari lalu
    27 Atlet Pelajar Kota Batam Ikuti Seleksi O2SN Cabor Panjat Tebing
    4 hari lalu
    Como 1907 Lolos Liga Champions Eropa, Klub Emil Audero Degradasi ke Serie B
    4 hari lalu
    Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
    5 hari lalu
    Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Sultan Abdul Rahman I Muazzamshah (Sultan Riau Lingga Pertama)
    4 hari lalu
    Pulau Kasu, Batam
    2 minggu lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    4 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Jejak Tanjung Uban; “Oil Town into Paradise” di Masa Hindia Belanda

Editor Admin 2 tahun lalu 3.1k disimak
Salah satu sudut kota tua Tanjung Uban © F. bintorosuryo.com

TANJUNG Uban adalah sebuah kota tua di bagian Utara pulau Bintan. Kota kecil itu sudah ramai sejak dulu karena letaknya yang strategis, selat Uban yang terletak di hadapannya, terhubung ke laut China Selatan.

Daftar Isi
Nama Tanjung UbanTanjung Uban di Masa Hindia BelandaTanjung Uban Paska Kemerdekaan

Oleh : Bintoro Suryo


ADA aktifitas pelayaran yang Ramai di sana sejak dahulu. Dari perairan di hadapannya, terlihat banyak depo-depo minyak yang kini dikelola Pertamina. Depo-depo tersebut sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Menukil laman kemendikbud, Sejarawan Aswandi Syahri menulis sejarah Kota Tanjunguban di Kabupaten Bintan, tidak dapat dilepaskan dari pembangunan instalasi pangkalan minyak milik Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij (NKPM).

Tidak berlebihan bila mengatakan bahwa tonggak penting sejarah Kota Tanjung Uban bermula ketika NKPM mulai membangun pangkalan minyak. Pangkalan minyak itu untuk menampung produksi kilang minyak Sungai Gerong di Sungai Musi, Palembang yang pembangunannya selesai sekitar tahun 1930.

Sejak saat itu, Tanjung Uban bergerak dari sebuah kampung nelayan menjadi kota kecil yang lebih ramai. Bahkan pada suatu ketika di tahun 1948, masyarakat di “kota minyak” dan semua pekerja di pangkalan minyak ini pernah mencapai taraf kemakmuran yang signifikan.

Semua barang kebutuhan pokok disubsidi, sehingga hidup bagaikan di surga. “Oil Town Into Paradise”, begitu tulisan Alan Wolstenholme dalam surat kabar The Straits Times, 28 Oktober 1948 untuk menggambarkan kota kecil Tanjung Uban di bagian Utara pulau Bintan saat itu.

Paska dikelola oleh Pertamina, Depo minyak di Tanjung Uban kini menjadi 10 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Utama yang menerima FAME (Fatty Acid Methyl Eter) dan menyalurkan Biosolar 20 persen (B20) ke TBBM di sekitarnya di Indonesia.

Pertamina menyebut, TBBM Tanjung Uban sebagai Terminal Utama, diestimasikan bisa menyerap FAME sekitar 8.700 KL per-bulan. FAME yang diblending dengan Solar menjadi Biosolar atau B20, selanjutnya didistribusikan ke sejumlah TBBM sekitarnya antara lain TBBM Kijang, Kabil-Batam, dan Natuna.

Nama Tanjung Uban

Penamaan Tanjung Uban berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat berasal dari sebuah pohon yang sudah tua, daun dan akarnya menjuntai ke bawah dan berwarna putih. Orang yang lihat dari laut, pohon itu seperti uban. Karena daratan di Tanjung Uban, menjorok ke laut, sehingga disebut tanjung.

Salah satu sudut kota tua Tanjung Uban, © F. bintorosuryo.com

Pohon itu letaknya di samping Keramat Tanjung Uban. Tapi kini sudah tak tersisa lagi. Dan pohon itu pun tak sempat diberi nama oleh penduduk. Tentang Keramat Tanjung Uban, diyakini adalah makam seorang ulama besar yang meninggal dalam perjalanan dari Semenanjung Malaka menuju Negeri Betawi di Sunda Kelapa.

Tanjung Uban di Masa Hindia Belanda

Pada masa Kesultanan Johor, Riau Lingga dan Pahang pada era Hindia Belanda, Tanjung Uban sudah ada. Pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Daeng Celak (1728-1745) telah diusahakan perkebunan gambir di Pulau Bintan (termasuk bahagian darat Tanjung Uban) yang dikerjakan oleh buruh-buruh Cina dan Melayu.

Sedangkan bahagian pesisir Tanjung Uban yang menghadap Selat Riau adalah daerah rawa-rawa yang pada umumnya dihuni oleh nelayan Melayu. Jadi pada abad ke 18, Tanjung Uban sudah ramai dihuni oleh masyarakat Melayu dan Cina.

Kapal ‘Stanvac Pendopo’ yang mengangkut minyak saat merapat di pelabuhan Tanjung Uban pada bulan Februari 1948. © Photo Copyright Harold Corsini – aukevisser.nl

Tanjung Uban menjadi lebih ramai setelah Pemerintah Hindia Belanda membangun tempat pengisian dan penyimpanan minyak pada tahun 1930 yang dikelola oleh STANVAC (Standard Vacuum Pertolium Company). Para pekerja Stanvac adalah orang Cina kanton yang didatangkan dari Singapura. Baru pada tahun 1932, Stanvac menerima pegawai anak-anak Melayu dan pendatang dari luar daerah.

Tahun 1934, orang-orang Cina mulai membuka warung-warung kopi dan toko-toko kelontong di Tanjung Uban. Di samping itu, didirikan juga Sekolah Cina di sekitar Kampung Cenderawasih. Tahun 1941, Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Tanjung Uban sebagai pusat KNIL (Koninkelijk Nederlands Indisch Leger) untuk wilayah Residen Riau. Maka dibangunlah perumahan tentara yang sekarang menjadi Komplek TNI-AL

Tahun 1947, untuk membantu Angkatan Laut Belanda menjaga pantai dan penyelundupan maka Departemen Van Sheepvaat membentuk satuan tugas yang diberi nama ” Zee en Kustbeweking Dienst ” ( Dinas Penjagaan Laut dan Pantai ) yang berpangkalan di Tanjung Uban. Tahun 1949, Jawatan Pelayaran RI membangun asrama, dermaga, proyek air minum jago yang sekarang menjadi Komplek KPLP/Kesyahbandaran.

Tanjung Uban Paska Kemerdekaan

Berdasarkan SK.Provinsi Sumatra Tengah No.9/Dper/Ket/50 tanggal 8 Mei 1950 tentang otonomi Tingkat II Kepulauan Riau, dibentuk Kresidenan Tanjungpinang yang membawahi Kecamatan Bintan Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Galang dan Kecamatan Batam. Dengan demikian secara pemerintahan, daerah Tanjung Uban telah menjadi Kecamatan sejak tahun 1950.

Salah satu bangunan tua di Tanjung Uban, © F. bintorosuryo.com

Sebelum tahun 1963, penduduk Kota Tanjung Uban menggunakan Dollar Singapura dalam transaksi jual-beli, seperti halnya penduduk Provinsi Kepulauan Riau lainnya. Rupiah Kepulauan Riau (KR) merupakan mata uang penduduk setelah terjadinya konfrontasi dengan Kerajaan Malaysia sebelum bergabung dengan Rupiah sebagai mata uang RI pada tahun 1964.

Walaupun penduduk Kota Tanjung Uban berasal dari berbagai etnis, seperti terlihat adanya kampung-kampung yang bernama: Kampung Jawa dan Kampung Bugis dalam kawasan ini, namun sehari-hari dalam berkomunikasi selalu menggunakan bahasa Melayu Kepulauan.

Tugu ‘Tanjung Uban’ di kota tua Tanjung Uban, © F. bintorosuryo.com

Saat ini, Tanjung Uban menjadi sebuah kelurahan dengan nama kelurahan Tanjung Uban Kota dan merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

(*)

Sumber : 
'Tanjung Uban - p2k.stekom.ac.id 
'Tanjunguban, ‘Kota Pelabuhan’ di Bintan' - kemendikbud.go.id
'Selayang Pandang tentang Asal-Usul Tanjung Uban' - kompasiana.com 
'Kecamatan Bintan Utara' - bintantourism.com
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini terbit pertama kali di : bintorosuryo.com

Kaitan Angkatan laut, bintan, hindia belanda, History, Minyak, pertamina, sejarah, Stanvac, Tanjung uban
Admin 30 November 2023 30 November 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali3
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 141 Rumah Warga di Karimun Terendam Banjir 
Artikel Selanjutnya KPU Batam Tetapkan 320 Titik Pemasangan Alat Peraga Kampanye

APA YANG BARU?

Cerah Berawan hingga Sore, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang di Batam
Artikel 5 jam lalu 120 disimak
Batam Garap Investasi Digital Rp 88 Triliun untuk AI Data Centre
Artikel 5 jam lalu 125 disimak
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Mineral Ilegal di Batam
Artikel 6 jam lalu 137 disimak
“Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
Histori 1 hari lalu 272 disimak
Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
Artikel 1 hari lalu 257 disimak

POPULER PEKAN INI

Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 7 hari lalu 837 disimak
Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 6 hari lalu 766 disimak
Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
Pendidikan 7 hari lalu 691 disimak
Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
Lingkungan 5 hari lalu 602 disimak
Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
Sports 5 hari lalu 550 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?