Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    97.997 KK di Batam Daftar Perlinsos, Sagulung Tertinggi dengan 18.336 KK
    26 menit lalu
    Singapura Luncurkan M³+ Directory untuk Komunitas Muslim-Melayu
    27 menit lalu
    Krisis Air di Batam, Warga Konsumsi Air dari Pipa Pinggir Jalan
    7 jam lalu
    Air Bersih dan Pengangguran Kian Memprihatinkan di Batam
    8 jam lalu
    Penyelundupan Unggas Asal Malaysia Digagalkan
    8 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
    7 jam lalu
    Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
    7 jam lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
    2 hari lalu
    Garuda Spark Hub Resmi Meluncur
    5 hari lalu
    Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    1 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    2 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    2 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Jelang Akhir Konsesi Air | Dunia Usaha Masih Khawatirkan Kualitas Pelayanan Pasca Konsesi

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1k disimak

BEBERAPA hari menjelang berakhirnya masa konsesi air antara ATB dan BP Batam, beberapa pelanggan kunci (pelanggan besar) PT Adhya Tirta Batam (ATB) masih menunjukan rasa kekhawatiran mengenai adanya potensi gangguan pelayanan setelah konsesi dengan BP Batam berakhir.

Hal tersebut terungkap dalam gelaran acara Key Account Talk yang digelar secara virtual oleh ATB beberapa waktu yang lalu, di Batam. Apalagi beberapa pelanggan kunci berencana melakukan pengembangan tahun 2021 mendatang.

Salah satunya disampaikan oleh PT. Mc.Dermott Indonesia (PTMI) yang merupakan salah satu investor terbesar di Batam. PTMI menilai,  air menjadi salah satu hal substansial yang sangat penting untuk mendukung investasi di Batam.

“Selama dilayani oleh ATB, tidak ada kendala pelayanan air bersih,” ujar Syahrial Bachtiar, HR Manager PTMI dalam acara acara tersebut.

Menurutnya, PTMI akan mulai mengerjakan sebuah projek besar, Aramco Marjan pada 2021 mendatang. Perusahaan membutuhkan dukungan air bersih agar projek ini terlaksana dengan baik.

Namun, ATB tidak lagi melayani kebutuhan air bersih di kota Batam pada 15 November 2020 mendatang, karena konsesi dengan BP Batam selesai. BP Batam menunjuk operator baru untuk mengelola SPAM selama 6 bulan setelah konsesi ATB berakhir.

“Ini cukup menggelitik, kenapa harus diganti, padahal ATB sudah mengetahui lika-liku Batam? “ ungkapnya.

Konsen PTMI adalah soal potensi kendala pelayanan air bersih yang mungkin terjadi di masa mendatang (Pasca Konsesi ATB). PTMI berharap BP Batam ataupun operator baru mengantisipasi konsen-konsen yang telah disampaikan ATB.

“Jangan sampai ketika beralih, tidak terantisipasi. Jangan sampai klien kami bertanya-tanya kenapa ada kendala pelayanan air bersih,” paparnya.

Sementara itu, Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) juga turut khawatir dengan potensi terjadi gangguan di masa peralihan tersebut. Apalagi, mayoritas perusahaan galangan kapal berada di stress area.

Selama ini, ATB masih mampu mengakomodir kebutuhan air bersih di stress area, walaupun tidak mengalir 24 jam. Pasalnya, ATB menerapkan kecanggihan teknologi dalam melakukan rekayasa sistem distribusi secara teliti dan presisi. Jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam penerapannya, maka dipastikan terjadi gangguan di stress area.

Menurut sekretaris BSOA, Novi Hasni Purwanti, kapasitas produksi kapal baru di galangan kapal memang sedang berkurang. Namun perusahaan galangan kapal masih mampu bertahan dengan adanya aktifitas repair dan maintenance.

Biasanya, kapal-kapal yang masuk untuk repair dan maintenance tersebut meminta galangan kapal untuk menyediakan fresh water untuk kapal tersebut. Kebutuhan tersebut dipenuhi menggunakan air dari ATB, karena fresh water itu harus air dengan kualitas yang memadai.

“Bagaimana penyediaan fresh water untuk kapal-kapal itu kalau nanti ada gangguan di daerah stres area? Apalagi kalau nanti tidak ada lagi pengiriman tanki air kalau ada gangguan?” tanya Novi.

Sektor Property juga mengeluhkan hal yang sama, terutama pengembang property yang sedang melakukan pembangunan di wilayah yang masuk dalam stress area. Bahkan, pengembang berharap setelah 6 bulan ATB akan kembali mengelola air di Batam.

“Dengan pergantian operator baru yang hanya untuk 6 bulan, apakah mereka sudah mengetahui dan dapat mengantisipasi? ATB yang sudah berpengalaman saja masih ada gangguan. Apakah Mereka yang baru masuk ke Batam bisa mengantisipasi? Kami berharap setelah 6 bulan, ATB akan kembali mengelola air di Batam,” ujar Putera Indra dari PT Pelita Timur Karya.

Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto Antonius mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik hingga akhir konsesi. ATB juga berharap pelayanan air bersih pasca konsesi tetap berjalan dengan baik.

Namun tak dapat dipungkiri, potensi gangguan pelayanan dapat terjadi bila tidak ada langkah antisipatif yang matang. Pelanggan di stress area adalah yang berpotensi merasakan gangguan pertama kali.

“Kalau di wilayah kota, apalagi yang di hulu saya yakin tidak merasakan gangguan di tanggal 15 November nanti. Tapi pelanggan di stress area harus bersiap-siap,” ujarnya.

Menurut data, ada sekitar 2.700 hingga 2.900 yang ada di stress area. ATB sendiri berhasil menjaga kontinyuitas suplai ke daeah tersebut dengan menerapkan rekayasa sistem distribusi yang dilakukan secara teliti dan presisi.

ATB sudah gunakan sistem berbasis teknologi guna memastikan distribusi air bersih berjalan dengan lancar. Sistem ini terintegrasi mulai dari produksi, distribusi hingga kontrol kebocoran. Sistem ini akan membantu petugas melihat kondisi tekanan pada jaringan-jaringan distribusi yang ada di Batam.

Menurut Benny, teknologi ini hanya ada 1 di Indonesia dan hanya dimiliki oleh ATB. Sehingga, tanpa menggunakan sistem tersebut, maka potensi terjadinya gangguan pelayanan air bersih akan sangat besar, karena operator baru dan BP Batam tidak bisa melihat daerah mana yang mengalami kekurangan air.

“Sama seperti melihat peta buta. Tanpa panduan sama sekali,” jelasnya.

Menurut prediksinya, gangguan pertama-tama akan terjadi di stress area. Kemudian jika tidak segera ditangani, akan melebar ke beberapa titik di hari-hari berikutnya. Karena itu, kemampuan respons yang cepat dalam menangani keluhan yang masuk sangat menentukan.

Teknologi ATB memungkinkan respons cepat terhadap penanganan keluhan yang masuk. Karena, teknologi tersebut mengirimkan informasi valid yang bisa dijadikan dasar untuk mengambil tindakan yang cepat. Seperti lokasi kebocoran, tekanan air, level tanki dan sebagainya.

Namun, bila tidak ada panduan, maka dipastikan kemampuan respons terhadap gangguan akan sangat sangat lambat. Karena operator harus mencari terlebih dahulu sumber masalah, sebelum dapat melakukan penanganan terhadap keluhan tersebut.

“Pelanggan harus maklum ketika keluhan pelanggan tidak bisa dengan cepat ditanggapi, atau  butuh waktu lama,” jelasnya.

Karena itu, Benny mengimbau pelanggan untuk bersiap-siap terhadap potensi-potensi gangguan yang akan terjadi. Terutama bagi pelanggan yang menggunakan air cukup besar, seperti pelanggan industri atau komersial.

“Pelanggan perlu mengantisipasi cadangan ketersediaan air. Karena di jam puncak, berpotensi dialihkan ke tempat lain. Di kawasan industri dan belum punya tanki reservoir, mungkin perlu dipikirkan dari sekarang,” imbuhnya. (*)

Kaitan atb batam, Kerjasama Konsesi Air, khas, Pelanggan, top
Redaksi 4 November 2020 4 November 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Puluhan Warga Kembali Terjaring, Satu Di Antaranya Petugas Kesehatan
Artikel Selanjutnya Menuju I Do Care | 32 Jasa Perhotelan Batam Sudah Daftar Sertifikasi CHSE

APA YANG BARU?

97.997 KK di Batam Daftar Perlinsos, Sagulung Tertinggi dengan 18.336 KK
Artikel 26 menit lalu 25 disimak
Singapura Luncurkan M³+ Directory untuk Komunitas Muslim-Melayu
Artikel 27 menit lalu 9 disimak
Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
Lingkungan 7 jam lalu 82 disimak
Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
Budaya 7 jam lalu 85 disimak
Krisis Air di Batam, Warga Konsumsi Air dari Pipa Pinggir Jalan
Artikel 7 jam lalu 79 disimak

POPULER PEKAN INI

Rabu (26/08) Malam, Air Batam Hilir Matikan Sementara Di Berbagai Wilayah di Batam
Artikel 6 hari lalu 361 disimak
Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
Lingkungan 6 hari lalu 354 disimak
Singapura Siapkan Reklamasi Tiga Pulau di Hadapan Batam
Artikel 6 hari lalu 342 disimak
50 Hektare Lahan di Bintan Terbakar: 67 Titik Karhutla Sejak Juli, Bintan Timur Paling Parah
Artikel 4 hari lalu 338 disimak
Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
Artikel 6 hari lalu 329 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?