Hubungi kami di

Bintan

Kawasan Lagoi Mulai Terapkan ‘Blue Pass’

Terbit

|

Salah satu sudut di kawasan wisata Lagoi, Bintan.

GUBERNUR Kepri Ansar Ahmad menyatakan kawasan pariwisata Lagoi, Bintan siap dibuka untuk kunjungan turis. Hal ini didukung oleh penerapan alat kontak tracing bernama blue pass yang memiliki kode unik serta dapat dipindai oleh ponsel pintar.

“Kawasan ini sudah benar-benar prepare segala sesuatunya. Terutama soal protokol kesehatan. Salah satunya dengan penerapan blue pass yang dapat dipindai QR Code nya,” kata Gubernur Ansar.

Kawasan wisata Lagoi, Bintan menjadi salah satu wilayah yang dijadikan ujicoba penggunaan perangkat ini.

Ansar berharap penerapan alat pelacak kontak blue pass tentunya dapat memberikan keyakinan terhadap pemerintah Singapura untuk memperbolehkan penduduknya datang dan berwisata ke Bintan.

“Sudah beberapa kali pihak Singapura mengecek kesiapan kita, dan kita juga telah dinyatakan benar-benar siap. Terlebih dengan blue pass ini yang mana juga digunakan oleh penduduk Singapura selama masa pandemi COVID-19 untuk pelacakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Diskon 25-75 Persen di Lagoi, Buralimar : "Kami Yakin Mereka Tergoda"

Selanjutnya, Pemprov Kepri akan berkomitmen penuh mengawasi aktivitas kunjungan wisman ini dengan menempatkan personel Satgas Covid 19 di berbagai tempat.

“Mengingat kondisi Covid 19 di Kepri cukup stabil, maka kita berkeyakinan sesuai dengan komitmen percepatan pemulihan ekonomi, ini dapat segera kita wujudkan dengan prinsip menjaga kehati-hatian mengawal pandemi ini,” kata Ansar.

Blue pass merupakan alat yang dipinjamkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura kepada BNPB. KBRI di Singapura bersama beberapa kemitraan Singapura telah berkolaborasi dalam mengupayakan salah satu solusi pelacakan atau tracing penyebaran Covid-19 dengan perangkat ini.

BACA JUGA :  Satgas Migas Kabupaten Bintan Amankan Pemilik Pangkalan di Toapaya Selatan

Blue pass bekerja secara otomatis untuk mendeteksi perangkat yang digunakan pengguna lain yang berdekatan  pada jarak sekitar 3 meter. Dengan kurun waktu sekitar 10 menit Blue pass yang saling berdekatan itu akan merekam ke dalam perangkat pengguna sebagai kontak erat. Alat tanpa GPS ini tidak akan melacak keberadaan pengguna.

Sementara itu, data akan diunduh ke dalam penyimpanan data yang aman. Apabila suatu saat pengguna atau teman kerja yang dites terbukti positif Covid-19, pelacakan kontak pada penyimpanan data akan dilakukan. Data akan secara cepat menginformasikan terkait contact tracing. Perangkat kecil berwarna biru ini ringan dan tahan air serta kapasitas baterai 12 bulan.

(*/gas)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook