Hubungi kami di

Ini Batam

Kepala BP Batam Ikut Divaksin | Rudi : “Alhamdulillah Saya Sehat”

iqbal fadillah

Terbit

|

Petugas tenaga Kesehatan dari RSBP Batam melakukan Vaksinasi Covid-19 kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, didampingi Direktur RSBP Batam, dr. Afdhalun Hakim di Balairungsari BP Batam, Batam Centre, Kamis (4/3). Photo : @Ist.

BADAN Pengusahaan (BP) Batam menggelar kegiatan Vaksinasi Covid-19 tahap 1 untuk pejabat setingkat Pimpinan dan pejabat setingkat eselon I, II, III dan IV.

Kegiatan vaksinasi pejabat dilingkungan BP Batam ini, dipimpin langsung oleh Direktur Rumah Sakit BP Batam (RSBP), dr. Afdhalun Hakim, pada Kamis (4/3) di Balairungsari BP Batam, Batam Centre.

Menurut Kabag. Humas BP Batam, Yudi Hari Purdaja, kegiatan vaksinasi ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis sd Sabtu (4, 5 dan 6 Maret) dengan jumlah total yang diberikan vaksin sebanyak 260 orang.

“Untuk hari ini mulai tadi pagi pukul 08.30 sampai pukul 13.00 nanti sebanyak 100 orang mulai dari Kepala BP Batam, para Wakil Kepala dan para pejabat eselon lainya. Hari Jum’at besok, 70 orang dan hari Sabtu 90 orang” jelas Yudi disela-sela kegiatan vaksinasi.

Dalam kegiatan Vaksinasi tersebut, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, turutserta hadir dan dilakukan Vaksinasi oleh petugas kesehatan dari RSBP Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang juga merupakan Walikota Batam, mengucapkan rasa syukurnya, karena akhirnya dirinya dapat divaksin dalam rangka pencegahan Covid-19. Begitu juga bagi pegawai di lingkungan BP Batam.

“Allhamdullilah hari ini kita divaksin, awalnya saya juga timbul rasa keraguan, tapi dari awal vaksin dilakukan di Batam, belum pernah saya menerima laporan atau kejadian-kejadian setelah vaksin. Jadi mulai hari ini secara bertahap sampai hari Sabtu, seluruh pejabat BP Batam hingga tingkat 4 akan mendapatkan vaksin,” ujar Muhammad Rudi.

“Saya juga ingin apabila cukup, karyawan yang berumur 50 tahun ke atas dijadikan prioritas, didahulukan saja,” tambah Muhammad Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, setelah mendapatkan Vaksin Covid-19, mengungkapkan pengalaman yang dirasakannya saat divaksin.

“Tekanan darah saya normal, dokter mengatakan saya dapat divaksin. Saya juga berharap kegiatan ini dapat berjalan baik tanpa ada kendala,” kata Muhammad Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berharap setelah ini, vaksin dapat diberikan kepada kepada guru-guru di Batam agar proses belajar-mengajar dengan cara tatap muka yang sebentar lagi akan dibuka bisa terlaksana dengan baik. Ia juga tetap mengingatkan agar setelah divaksin tetap harus menjaga protokol kesehatan.

BACA JUGA :  Tantangan Buat Para Chef di Kepri | "Kembangkan Kuliner Melayu"

“Setelah divaksin bukan berarti kita boleh bergerak bebas, kita tetap harus disiplin mengikuti protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat,” kata Muhammad Rudi.

Dalam kegiatan vaksinasi covid-19 ini, selain dihadiri oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga diikuti oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; dan seluruh Pejabat Tingkat I, II, III dan IV di lingkungan Badan Pengusahaan Batam.

Direktur Badan Usaha Rumah Sakit BP Batam, Afdhalun A. Hakim, mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 ini sudah menjadi program pemerintah pusat untuk memberantas Covid-19.

“Kegiatan dalam rangka vaksinasi Covid-19 hari ini sangat bermanfaat bagi kita semua, karena menjadi salah satu cara kita menghalangi serangan dari virus covid-19 itu,”ujar Afdhalun.

“Dengan kesempatan yang baik ini kita akan melaksanakan vaksinasi dengan benar agar tidak salah sasaran disesuaikan dengan regulasi yang sudah ditetapkan’” tambah Afdhalun.

Afdhalun menambahkan, tidak semua orang dapat divaksinasi karena sudah ada prosedur tetapnya.

“Terdapat beberapa langkah verifikasi yang harus dilakukan sebelum seseorang mendapatkan vaksinasi, yaitu, melakukan pendftaran, selanjutnya melakukan cek tekanan darah, apabila tekanan darah menunjukan tekanan yang normal maka langkah selanjutnya adalah melakukan vaksinasi. Setelah itu akan ada masa observasi selama 30 menit,” tutur Afdhalun.

“Dalam masa observasi kita akan pantau gejala klinis atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi) yang akan muncul pasca pemberian vaksin. Jika pun timbul efek samping dari vaksin, biasanya muncul karena faktor alergi, seperti vaksin-vaksin lain. Sekitar 400 tenaga kesehatan di RSBP Batam sudah mendapatkan kesempatan (divaksin) lebih dulu. Alhamdulillah semuanya baik-baik saja,” kata Direktur RS BP Batam, dr. Afhdalun Abdul Hakim.

*(Zhr/GoWestId)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook