Hubungi kami di

Ini Batam

Komisaris PLN Persero Apresiasi Kegiatan CSR PLN Batam di Amat Belanda

Terbit

|

Rombongan Komisaris PLN Batam, Eko Sulistyo (duduk pakai topi) saat meninjau budidaya rengkam di Pulau Amat Belanda. Foto: @rky/Gowest.id

SELAMA dua tahun lebih, warga Pulau Amat Belanda menjala rumput laut berjenis sargassum sp, sebagai mata pencaharian utama.

Rumput laut berwarna coklat yang juga dikenal dengan rengkam ini menjadi komoditas andalan, yang menopang perekonomian masyarakat di pulau yang letaknya bersebelahan dengan Pulau Belakang Padang tersebut.

Upaya meningkatkan taraf hidup tersebut, mendapat perhatian penuh dari Bright PLN Batam. Lewat program Company Social Responsibility (CSR), PLN Batam membangun sebuah gudang besar yang dapat menampung sekitar 200 ton rengkam.

Rengkam-rengkam ini dikirim ke Batam, yang kemudian diekspor ke negara tujuan utama, yakni Singapura dan Tiongkok. Upaya PLN Batam lewat program CSR ini, mendapat dukungan penuh dari PLN Persero.

Saat mengunjungi Amat Belanda, Sabtu (19/2), Komisaris PLN Persero, Eko Sulistyo mengungkapkan bahwa lewat budidaya rengkam, masyarakat di Amat Belanda mampu bertransformasi untuk mendapatkan taraf hidup yang lebih baik.

“Saya disini diperlihatkan kegiatan CSR di Amat Belanda, yang sifatnya Community Development. Masyarakat disini bertransformasi terbantu dengan budidaya panen mengelola rumput yang laut, yang kemudian menjadi komoditi ekspor,” paparnya.

BACA JUGA :  Karena COVID-19, Emoji Baru Lambat Dirilis

Hasil yang diperoleh cukup membuat Eko terkesan, karena lewat budidaya rengkam, cukup mampu menopang perekonomian pulau kecil tersebut di tengah krisis pandemi Covid-19 saat ini.

“Syukur jika dapat ditingkatkan. Jadi ada nilai tambahya. Soal gudang ini, maka sirkulasinya sangat cepat. Dalam waktu cepat, gudang ini penuh, kemudian dikirim ke Batam. Lalu diisi lagi dan seterusnya. Ini ekosistem yang bagus, dari teman-teman PLN Batam yang didampingi aktivis Puspera disini. Pola kerja sama terjalin dengan baik, dan masyarakat cukup antusiasi dengan sandaran ekonomi baru ini,” tuturnya.

Kedepannya, ia meminta agar PLN Batam segera melengkapi kekurangan alat di Amat Belanda, yang diperlukan untuk mengoptimalkan budidaya rengkam ini.

“Nanti akan ada beberapa tahapan, tidak bisa semuanya langsung terpenuhi. Ada prosesnya. Saya juga melihat jaringan listrik sudah sesuai. Jadi ini bisa menopang nelayan dalam kebutuhan hidupnya sehari-hari,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bright PLN Batam, Nyoman Astawa mengatakan, PLN Batam berkomitmen penuh melistriki hinterland. Dengan demikian, maka perekonomian akan cepat meningkat.

BACA JUGA :  Media Sosial Picu Intoleransi?

“Hinterland ini wilayah kerja kami. Kami tarik kabel laut dari Batam ke Belakang Padang. Kedepannya, kami akan terus mengevaluasi wilayah hinterland, apakah akan dibangun. Tentu kami akan ukur tingkat kepadatan dan jaraknya, dan juga mempertimbangkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal,” ungkapnya.

Sementara itu, RT Amat Belanda, Dede Haryatna mengatakan keberadaan gudang yang dibangun PLN Batam ini, mampu meringankan beban masyarakat dalam budidaya rengkam.

“Bantuan PLN ini sangat membantu. Kami jadi bisa menyimpan rengkam yang sudah dipanen. Kalau tidak, maka kami simpan di rumah, dan itu menjadi beban bagi kami,” jelasnya.

Menurut Dede, rengkam hanya bisa dipanen dalam rentang waktu Desember hingga Maret. Dalam seminggu, nelayan-nelayan di Amat Belanda dapat mengirim 30 ton rengkam ke Batam.

“Itu keseluruhannya. Kalau per kilogramnya itu Rp 1.400,” tuturnya.

*(rky/GoWestId)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid