KESADARAN masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengikuti vaksinasi dosis ketiga atau penguat (booster) masih rendah. Tak heran, jika capaian vaksin booster sangat lambat.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, capaian vaksin booster di Kepri baru 655.418 orang atau 47,72 persen. Sedangkan jumlah warga yang sudah disuntik vaksin dosis pertama sebanyak 1.771.399 orang atau 98,26 persen, serta dosis kedua 1.529.186 orang atau 84,83 persen.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mohamad Bisri, lambatnya pencapaian vaksin booster, salah satunya disebabkan pemahaman sebagian masyarakat yang keliru.
“Animo masyarakat untuk vaksinasi meningkat sejenak di awal akses perjalanan luar negeri dan dalam negeri dibuka. Jadi keinginan vaksinasi bagi sebagian orang hanya untuk memenuhi syarat perjalanan. Ini keliru,” kata Bisri di Tanjungpinang, dikutip dari Antara, Jumat (15/7/2022).
Bisri menyebutkan, pemahaman yang keliru itu perlu segera diperbaiki. Vaksinasi itu sebagai program yang diselenggarakan pemerintah secara gratis untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat saat pandemi Covid-19.
Dilihat dari manfaatnya, kata dia, semestinya capaian vaksinasi, terutama dosis ketiga, meningkat tajam sejak Januari 2022 sampai sekarang. Namun realitanya, target capaian vaksinasi 50 persen hingga akhir April 2022 atau sebelum Idulfitri 1443 Hijriah belum tercapai sampai sekarang.
Menurut dia, warga yang disuntik vaksin dosis penguat paling banyak terjadi saat liburan menjelang Idulfitri.
“Semestinya tidak seperti itu. Vaksinasi itu adalah kebutuhan yang diperoleh secara gratis dari negara. Ini benar-benar untuk kebutuhan hidup agar daya tahan tubuh kita meningkat,” ujarnya.
(*)


