Hubungi kami di

Tanah Air

Lion Air Layani Penerbangan 35 Embarkasi Haji dari Asia, Afrika dan Eropa

Terbit

|

Visual Portfolio, Posts & Image Gallery for WordPress

MASKAPAI Lion Air telah mempersiapkan 694 sumber daya manusia mereka, terdiri 164 pilot, 422 awak kabin, 96 teknisi, dua petugas pengatur jadwal (scheduler), dua petugas layanan darat (ground handling) serta delapan petugas dispatcher (flight operation officer). Mereka disiapkan untuk penanganan penerbangan haji tahun ini.

dilaksanakan melalui kerjasama charter  bersama salah satu perusahaan internasional periode 1444 Hijriah/ 2023 untuk menerbangkan lebih dari 1 juta jamaah, masa operasional selama 3 (tiga) bulan berjalan terhitung 21 Mei 2023 – 03 Agustus 2023.

Menurut Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Maskapainya menggunakan basis operasional (home base) di Madinah dan Jeddah.

“Kami melayani jamaah asal pemberangkatan (Embarkasi) dari beberapa negara di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Eropa dengan tujuan kedatangan atau penurunan (debarkasi) Arab Saudi di Bandar Udara Internasional Raja Khalid, Riyadh (RUH); Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah (MED) dan Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (JED),” ujar Danang Mandala Prihantoro seperti disampaikan kepada GoWest Indonesia.

Armada Airbus 330 kategori seri 300 dan 900NEO. © Lion Air

Ada 9 armada Airbus 330 kategori seri 300 dan 900NEO (440 kursi) dan 8 Boeing 737-900ER (215 kursi) yang mereka gunakan. Rata-rata pesawat tersebut berusia muda yang dikirim langsung dari pabrikan pesawat. Dengan armada tersebut Lion Air dinilai mampu untuk melayani penerbangan non-stop berbagai rute yang membutuhkan waktu tempuh hingga lebih dari 15 jam, sehingga sangat tepat untuk mendukung penerbangan ibadah haji.

BACA JUGA :  Ubur-Ubur Lembur Hadir di Batam

Menurut Danang, seluruh pesawat sudah menjalani perawatan intensif, dalam performa terbaik dan laik terbang (airworthy for flight). Lion Air memenuhi dan menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional dimana pesawat tersebut akan dioperasikan.

Kabin maskapai Lion Air yang digunakan untuk melayani penerbangan haji tahun ini, © Lion Air

“Dalam penyelenggaraan haji tahun 2023, Lion Air menargetkan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) rerata 95% dari total 4.600 frekuensi terbang pergi pulang (PP),” katanya.

Keseriusan tersebut juga dilaksanakan seiring dengan memberikan layanan terbaik kepada jamaah haji berdasarkan sistem terstruktur dan komprehensif antara pelaksanaan perawatan pesawat dan pengaturan operasional di bandar udara serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat guna mempertahankan ketepatan waktu (meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan).

BACA JUGA :  Tren PLTS Jadi Lini Industri Baru di Batam

Komitmen tersebut dilakukan dengan menerapkan pengaturan pergerakan penumpang dan pesawat, koordinasi intensif bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran operasional penerbangan, mengaplikasikan standar prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, pelaksanaan pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat serta hal lainnya.

“Dalam kaitan aspek keselamatan, Lion Air telah menghimbau kepada seluruh jamaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, tidak menerima titipan barang berupa bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat, barang elektronika harus dilepas dari baterainya serta pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) sesuai kriteria dari segi kapasitas dan beberapa lainnya sesuai aturan penerbangan,” pungkas Danang.

(ham)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook