Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemkab Bintan Kantongi Insentif Fiskal Rp2 Miliar
    13 jam lalu
    Nelayan Hilang saat Nyuluh Ikan di Teluk Bakau Bintan Ditemukan Meninggal Dunia
    13 jam lalu
    Usai Penggerebekan HH Club, Bareskrim Bidik Tempat Hiburan Malam Lain di Batam
    13 jam lalu
    Ojol vs Siswa SMKN 4 di Tiban, Dua Pengendara Luka-Luka
    13 jam lalu
    Sambut HUT RI ke-81, BAZNAS Batam Bagikan 500 Paket Sembako & Edukasi PHBS ke Anak Hinterland
    17 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 3)
    12 jam lalu
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    3 hari lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    4 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    4 hari lalu
    Krisis Tenaga Pendidik di Batam
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

“Maaf Tuhan, Malam Ini Saya Berhutang Seribu Padanya”

Editor Admin 10 tahun lalu 2.4k disimak
Ilustrasi : un.org

SAYA selalu melihatnya, hampir tiap malam usai pulang kerja.  Biasanya, ia selalu ada di sudut jalan yang sama di perempatan Kallista. Posisinya juga hampir selalu begitu. Tertidur ayam-ayaman dengan posisi duduk di bahu beton pinggir jalan. Tangannya yang memegang setumpuk koran didekapkan di dada.

Umur bocah itu saya tebak tidak lebih dari enam tahun.  Masih terlalu kecil untuk menjadi seorang penjaja koran pinggir jalan. Apalagi hingga selarut ini. Tapi kondisi memaksanya untuk mau melakukan pekerjaan itu.

Malam ini, entah sudah malam ke berapa saya melihatnya lagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.  Posisinya tetap sama ; tertidur ayam-ayaman dengan posisi duduk. Tangannya memegang tumpukan koran yang didekapkan di dada.

Sekarang, saya lebih leluasa mengamatinya. Lampu pengatur jalan sedang menyala merah. Kendaraan saya berada di posisi terdepan dalam antrian ini. Tapi, bising mesin diesel  jip saya ternyata tidak cukup ampuh untuk membangunkannya. Ia tetap tertidur. Sesekali kepalanya hampir terjatuh pertanda ia sebenarnya sudah hampir terlelap.

Saat lampu pengatur jalan menyala merah, seharusnya jadi kesempatan baginya untuk menjajakan koran. Menawarkan dari satu pengemudi kendaraan ke pengemudi kendaraan lainnya. Kesempatan itu sepertinya bakal terlewatkan untuk kali ini.

Lima… sepuluh… lima belas…. dua puluh detik! Bocah itu tetap dengan posisinya.

Saya merogoh-rogoh kantong celana, mencari uang receh yang mungkin terselip sisa kembalian membeli rokok tadi siang.

“Kok nggak ada”, ujar saya dalam hati.

Tangan saya kemudian beralih ke kantong bagian belakang untuk mengeluarkan dompet. Tiba-tiba, lampu sudah berubah jadi hijau. Spontan, tangan ini beralih lagi ke laci mobil yang ada di bagian samping. Berharap ada uang recehan yang biasa sengaja saya siapkan untuk membayar biaya parkir kendaraan. Tapi, saya hanya menemukan selembar ribuan saja.

“dik, dik…. Dik” teriak saya dari balik mobil berusaha membangunkan bocah itu. Ia bereaksi dan langsung menoleh. Secepatnya ia bangkit dan kemudian setengah berlari menghampiri kendaraan saya.

“Ini ambil, ambil saja” kata saya sambil mengulurkan tangan padanya. Saya sudah harus bersiap-siap jalan. Suara klakson yang bersahutan di belakang memang sudah tidak sabar menunggu.

“Nggak, om beli saja” kata bocah itu. Ia mengambil uang di tangan saya kemudian memasukkan satu eksemplar korannya ke dalam mobil.

“korannya bawa saja” kata saya sambil berjalan perlahan dengan kendaraan.

Tangan saya mengambil koran yang tadi dimasukkannya ke dalam. Tapi bocah itu sudah beralih ke kendaraan di belakang, berusaha menawarkan korannya lagi. Sepertinya, ia berusaha memanfaatkan sedikit waktu sebelum kendaraan-kendaraan di perempatan ini benar-benar  jalan. Ia ingin mengganti waktunya yang tadi terbuang karena tertidur.

Mendadak terlintas kekhawatiran terhadap bocah itu. Takut terjadi apa-apa padanya. Tubuhnya yang kecil, bisa saja tidak terlihat pengendara lain yang sedang bersiap-siap menjalankan kendaraannya lagi. Apalagi, kesadarannya juga belum pulih setelah tadi sempat tertidur sejenak.

Jika terjadi apa-apa padanya, saya akan merasa jadi orang yang paling berdosa. Sayalah yang tadi membangunkannya. Dari balik spion kendaraan, saya mengamati sampai akhirnya tubuh mungil itu menghilang ditelan malam.

“Alhamdulillah, anak itu baik-baik saja” gumam saya.

Sambil mengemudikan kendaraan menuju rumah, saya lihat lagi koran yang tadi dilemparkan bocah itu ke dalam. Saya cuma bisa tersenyum kecut saat melihat bandrol harganya : 32 halaman – Rp 2000,-

“Maaf Tuhan,  malam ini saya berhutang seribu padanya”. ***

Kaitan anak, lampu merah, Pekerja anak, penjual koran, traffic light
Admin 2 November 2016 2 November 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Madonna Pacaran Dengan Calon “James Bond”?
Artikel Selanjutnya “Tragedi Para TKI di Awal Hari”

APA YANG BARU?

Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 3)
Histori 12 jam lalu 129 disimak
Pemkab Bintan Kantongi Insentif Fiskal Rp2 Miliar
Artikel 13 jam lalu 132 disimak
Nelayan Hilang saat Nyuluh Ikan di Teluk Bakau Bintan Ditemukan Meninggal Dunia
Artikel 13 jam lalu 108 disimak
Usai Penggerebekan HH Club, Bareskrim Bidik Tempat Hiburan Malam Lain di Batam
Artikel 13 jam lalu 126 disimak
Ojol vs Siswa SMKN 4 di Tiban, Dua Pengendara Luka-Luka
Artikel 13 jam lalu 108 disimak

POPULER PEKAN INI

“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 4 hari lalu 675 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 2 hari lalu 552 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 5 hari lalu 354 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
Histori 5 hari lalu 290 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 3 hari lalu 289 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?