Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Penolakan Lahan Sekolah Rakyat di Pulau Rempang
    10 jam lalu
    Usai Jalani Proses Hukum di Malaysia, Dua Nelayan Bintan Akhirnya Dipulangkan
    15 jam lalu
    Sempat Langka, Harga Minyakita di Tanjungpinang Tembus Rp19 Ribu per Liter
    15 jam lalu
    Kantor Imigrasi Batam Perketat Pengawasan di Titik Perlintasan Internasional
    15 jam lalu
    Mahasiswa Datangi Kantor Wali Kota dan DPRD Batam, Suarakan Lima Tuntutan Krisis Lingkungan
    15 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    24 jam lalu
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    2 hari lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    3 hari lalu
    SD-SMP Negeri di Batam Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
    3 hari lalu
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

“Maaf Tuhan, Malam Ini Saya Berhutang Seribu Padanya”

Editor Admin 10 tahun lalu 2.4k disimak
Ilustrasi : un.org

SAYA selalu melihatnya, hampir tiap malam usai pulang kerja.  Biasanya, ia selalu ada di sudut jalan yang sama di perempatan Kallista. Posisinya juga hampir selalu begitu. Tertidur ayam-ayaman dengan posisi duduk di bahu beton pinggir jalan. Tangannya yang memegang setumpuk koran didekapkan di dada.

Umur bocah itu saya tebak tidak lebih dari enam tahun.  Masih terlalu kecil untuk menjadi seorang penjaja koran pinggir jalan. Apalagi hingga selarut ini. Tapi kondisi memaksanya untuk mau melakukan pekerjaan itu.

Malam ini, entah sudah malam ke berapa saya melihatnya lagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.  Posisinya tetap sama ; tertidur ayam-ayaman dengan posisi duduk. Tangannya memegang tumpukan koran yang didekapkan di dada.

Sekarang, saya lebih leluasa mengamatinya. Lampu pengatur jalan sedang menyala merah. Kendaraan saya berada di posisi terdepan dalam antrian ini. Tapi, bising mesin diesel  jip saya ternyata tidak cukup ampuh untuk membangunkannya. Ia tetap tertidur. Sesekali kepalanya hampir terjatuh pertanda ia sebenarnya sudah hampir terlelap.

Saat lampu pengatur jalan menyala merah, seharusnya jadi kesempatan baginya untuk menjajakan koran. Menawarkan dari satu pengemudi kendaraan ke pengemudi kendaraan lainnya. Kesempatan itu sepertinya bakal terlewatkan untuk kali ini.

Lima… sepuluh… lima belas…. dua puluh detik! Bocah itu tetap dengan posisinya.

Saya merogoh-rogoh kantong celana, mencari uang receh yang mungkin terselip sisa kembalian membeli rokok tadi siang.

“Kok nggak ada”, ujar saya dalam hati.

Tangan saya kemudian beralih ke kantong bagian belakang untuk mengeluarkan dompet. Tiba-tiba, lampu sudah berubah jadi hijau. Spontan, tangan ini beralih lagi ke laci mobil yang ada di bagian samping. Berharap ada uang recehan yang biasa sengaja saya siapkan untuk membayar biaya parkir kendaraan. Tapi, saya hanya menemukan selembar ribuan saja.

“dik, dik…. Dik” teriak saya dari balik mobil berusaha membangunkan bocah itu. Ia bereaksi dan langsung menoleh. Secepatnya ia bangkit dan kemudian setengah berlari menghampiri kendaraan saya.

“Ini ambil, ambil saja” kata saya sambil mengulurkan tangan padanya. Saya sudah harus bersiap-siap jalan. Suara klakson yang bersahutan di belakang memang sudah tidak sabar menunggu.

“Nggak, om beli saja” kata bocah itu. Ia mengambil uang di tangan saya kemudian memasukkan satu eksemplar korannya ke dalam mobil.

“korannya bawa saja” kata saya sambil berjalan perlahan dengan kendaraan.

Tangan saya mengambil koran yang tadi dimasukkannya ke dalam. Tapi bocah itu sudah beralih ke kendaraan di belakang, berusaha menawarkan korannya lagi. Sepertinya, ia berusaha memanfaatkan sedikit waktu sebelum kendaraan-kendaraan di perempatan ini benar-benar  jalan. Ia ingin mengganti waktunya yang tadi terbuang karena tertidur.

Mendadak terlintas kekhawatiran terhadap bocah itu. Takut terjadi apa-apa padanya. Tubuhnya yang kecil, bisa saja tidak terlihat pengendara lain yang sedang bersiap-siap menjalankan kendaraannya lagi. Apalagi, kesadarannya juga belum pulih setelah tadi sempat tertidur sejenak.

Jika terjadi apa-apa padanya, saya akan merasa jadi orang yang paling berdosa. Sayalah yang tadi membangunkannya. Dari balik spion kendaraan, saya mengamati sampai akhirnya tubuh mungil itu menghilang ditelan malam.

“Alhamdulillah, anak itu baik-baik saja” gumam saya.

Sambil mengemudikan kendaraan menuju rumah, saya lihat lagi koran yang tadi dilemparkan bocah itu ke dalam. Saya cuma bisa tersenyum kecut saat melihat bandrol harganya : 32 halaman – Rp 2000,-

“Maaf Tuhan,  malam ini saya berhutang seribu padanya”. ***

Kaitan anak, lampu merah, Pekerja anak, penjual koran, traffic light
Admin 2 November 2016 2 November 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Madonna Pacaran Dengan Calon “James Bond”?
Artikel Selanjutnya “Tragedi Para TKI di Awal Hari”

APA YANG BARU?

Penolakan Lahan Sekolah Rakyat di Pulau Rempang
In Depth 10 jam lalu 143 disimak
Usai Jalani Proses Hukum di Malaysia, Dua Nelayan Bintan Akhirnya Dipulangkan
Artikel 15 jam lalu 154 disimak
Sempat Langka, Harga Minyakita di Tanjungpinang Tembus Rp19 Ribu per Liter
Artikel 15 jam lalu 137 disimak
Kantor Imigrasi Batam Perketat Pengawasan di Titik Perlintasan Internasional
Artikel 15 jam lalu 131 disimak
Mahasiswa Datangi Kantor Wali Kota dan DPRD Batam, Suarakan Lima Tuntutan Krisis Lingkungan
Artikel 15 jam lalu 168 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 6 hari lalu 377 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 4 hari lalu 334 disimak
Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 2 hari lalu 317 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 5 hari lalu 308 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Mendata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 7 hari lalu 308 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?