Hubungi kami di

Hidup Sehat

Makan Sehat Dengan “Superfood”? Coba Yang Murah Dulu

nien bagaskara

Terbit

|

DI laman greatist.com, superfood didefinisikan sebagai makanan sehat yang mungkin begitu menggoda.

Nama-nama seperti kale, quinoa, greek yogurt, dan biji chia sudah tak asing lagi bagi mereka yang mulai tertarik pada makanan super yang sedang marak diperbincangkan itu.

Sebuah studi di Microchemical Journal 2013, dikutip HuffingtonPost, menunjukkan bahwa jus dari acai, manggis, delima dan goji beri memberi kontribusi jumlah minimal mineral untuk diet.

Studi yang sama mencatat bahwa biji chia dan goji beri yang dikeringkan dengan sinar matahari mengandung sejumlah besar mineral, seperti kalium, zat besi dan zinc.

Namun, perlu diketahui bahwa makan buah utuh selalu jadi pilihan yang lebih baik daripada minum jus, bahkan ketika itu merupakan jus super fruit.

Tak ada yang salah untuk mencoba superfood, selama kamu mampu membelinya.

Hal yang harus diperhatikan adalah makanlah superfood dalam kondisi alami. Terutama buah dan sayur, bukan dalam bentuk pil atau suplemen bubuk. Makan makanan yang bentuknya masih asli memungkinkan kita untuk menyerap jumlah terbesar dari nutrisi mereka.

Sementara bila superfood dimasak jauh dari bentuk aslinya secara signifikan dapat menurunkan kandungan antioksidan yang ada di dalamnya.

Tak peduli seberapa super makanan tersebut, bila kamu tak tahu bagaimana cara mengolahnya, akan menjadi sia-sia.

Bila kamu sedang irit, atau memang tak berniat membeli bahan makanan mahal, ada beberapa makanan yang tak kalah super sebagai alternatif.

Dan yang pasti, itu juga sehat.

Foto : © p3health.net

Foto : © p3health.net

Quinoa, misalnya, disebut-sebut sebagai makanan kaya protein dan serat, padahal lebih rendah dari gandum. Untuk memasak dengan panas tinggi, Anda bisa mengganti minyak kelapa denga minyak zaitun. Salmon dapat diganti dengan sarden, kale diganti bayam, goji beri dengan bluberi.

Ada pun makanan murah namun sehat yang bisa mudah didapatkan serta dikonsumsi setiap hari, seperti telur, kacang-kacangan, dada ayam, tahu, tuna kaleng, salmon kaleng, yogurt, susu, berondong jagung, semangka, pisang, kiwi, apel, pir, jeruk, bawang, tomat, wortel, bit, bayam, kentang, brokoli, edamame, teh, kopi, dan tentu saja air putih.

Makanan murah bisa lebih terasa manfaatnya bila dikonsumsi dengan cara yang benar. Di laman health.kompas.com anjurannya adalah raw food. Itu adalah makanan yang tidak melewati banyak proses sampai siap santap.

Misalnya, saat ingin makan singkong, cukup dicuci, dikupas, lalu direbus, bukan digoreng atau dibuat keripik. Kunci dari raw food adalah membuat bentuk makanan yang disantap tidak jauh dari aslinya.

Idenya seperti dirilis  di laman webmd.com, pemanasan makanan dapat menghancurkan nutrisi dan enzim alami. Padahal enzim tersebut dapat meningkatkan pencernaan dan melawan penyakit kronis.

Sederhananya, ketika kamu memasak, kamu membunuhnya.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook