Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sindikat Judi Online Libatkan WNA Kembali Dibongkar di Batam
    34 menit lalu
    Sasar Pengguna Kendaraan Bermotor, BPTD Kepri Gelar Razia Gabungan
    2 jam lalu
    Dua Orang Anak Meninggal Dunia, Tenggelam di Waduk
    17 jam lalu
    BP Batam Pulihkan Bekas Lahan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan KKOP
    19 jam lalu
    Polisi Razia Knalpot Brong, Balap Liar, dan Kendaraan Tak Laik Jalan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
    13 jam lalu
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    23 jam lalu
    5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
    24 jam lalu
    Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
    3 hari lalu
    “Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    7 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    1 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    1 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Melihat Rencana FTZ Batam-Bintan-Karimun Yang Akan Disatukan

Editor Admin 6 tahun lalu 4.9k disimak
ŽºÀ

MENTERI Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone) Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun (BBK) akan disatukan untuk meningkatkan investasi.

Daftar Isi
Gesa Pengembangan Kawasan Industri BintanSiapa Pengelola FTZ BBK?

“Salah satu strategi perekonomian di Kepri yang dilakukan pusat yakni mengkonsolidasikan kawasan FTZ Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun,” kata Airlangga dalam acara konsolidasi Partai Golkar di Hotel Nirwana Garden di Lagoi, Bintan, Jumat (31/1/2020) malam.

Airlangga di laman Antara menjelaskan penyatuan kawasan bebas itu bagian dari “omnibus law” untuk meningkatkan investasi di Kepri. Ia akan memimpin organisasi ini.

Rencana itu juga sudah disampaikan kepada mitra usaha asal Singapura sebagai jawaban atas keluhan investor selama ini.

“Ada banyak keluhan yang kami terima dari para investor sehingga perlu penyederhanaan regulasi untuk meningkatkan investasi,” ucapnya.

Ia mengemukakan investasi di kawasan bebas meliputi investasi bidang pariwisata, manufakturing, pendidikan, dan kesehatan. Di kawasan bebas Bintan dan Batam diharapkan akan lahir universitas berskala internasional.

Di kawasan bebas juga akan dikembangkan sektor kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

“Kepri bertetangga dengan Singapura dan Malaysia. Oleh karena itu harus menampakkan kemajuan Indonesia.

“Tugas utama saya juga menyangkut revitalitasi sektor pariwisata. Kalau sekarang jumlah wisman 1,2 juta orang, maka pusat menargetkan tahun 2023 jumlah wisman meningkat hingga 2 juta orang,” ujarnya.

Airlangga menyerukan seluruh kader Partai Golkar mendukung upaya Presiden Jokowi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan perekonomian melalui “omnibus law”.

Gesa Pengembangan Kawasan Industri Bintan

PEMERINTAH sedang menggesa pengembangan kawasan industri di Bintan, Kepulauan Riau, yang berdasarkan tiga sektor utama yakni pariwisata, perindustrian dan pardagangan karena didukung akses dan lokasi yang strategis.

“Pemerintah menyadari betul, keunggulan aksesibilitas dan konektivitas menjadi nilai lebih bagi kawasan ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Ketika meninjau kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Kepulauan Riau, Menko Perekonomian menjelaskan kawasan itu berada di lokasi startegis karena terletak di wilayah perbatasan dalam kawasan ASEAN dan Sabuk Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Dalam hal industri, BIE ditargetkan akan diisi sebanyak 16 pelaku usaha atau tenant dengan total menyerap 4.242 tenaga kerja.

Industri yang akan dibangun di sini adalah Bintan Offshore Marine Center (BOMC) yang menyediakan jasa layanan kelautan, kemudian Bintan Aviation Investment (BAI) yang berfokus untuk pembangunan bandara, aerospace park, dan fasilitas perbaikan dan perawatan (MRO).

Halal Hub, kata dia, juga dikembangkan sebagai kawasan industri halal dan makanan halal.

Sementara itu untuk mendukung industri di kawasan, akan didirikan logistics hub untuk usaha e-commerce.

Lahan yang dipergunakan untuk Bandara Internasional Bintan sekitar 800 hektare dan Kawasan Terpadu Industri Kedirgantaraan seluas sekitar 500 hektare merupakan bagian kawasan perdagangan bebas (FTZ) dan sepenuhnya dimiliki oleh pihak swasta yang menginisiasi proyek.

Pengelolaan lahan tersebut juga dijalankan oleh pihak swasta dan secara terintegrasi dengan kawasan BIE.

Sampai saat ini, pembebasan lahan sudah mencapai 80 persen termasuk fasilitas MRO Fase 1 yang pada awal tahun 2021 ditargetkan pembangunan landasan pacu sudah selesai.

“Nilai investasi yang diperkirakan untuk Bandara Internasional Bintan Fase 1 adalah 150 juta dolar AS dan Aerospace Industry Park sebesar 700 juta dolar AS,” ungkap Menko Airlangga.

Kawasan BIE sudah memiliki fasilitas kepabeanan, Imigrasi dan Karantina serta dinyatakan sebagai Kawasan Obyek Vital.

Selain itu, juga sudah memiliki akses jalan yang baik dan minim kemacetan, terminal penumpang dan barang, serta mempunyai layanan feri langsung ke Singapura.

Di kawasan itu juga sudah ada Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas produksi 5.000 m3 per hari, pembangkit listrik sebesar 21 MW ditambah dua kali 15 MW menggunakan tenaga batu bara yang sedang dibangun.

Kemudian, jaringan telekomunikasi fiber optik, sistem pengelolaan limbah untuk kapasitas 13 ribu orang, stasiun dan peralatan pemadam kebakaran yang lengkap.

Tahun 2020, target wisatawan asing ke Bintan sebesar 900 ribu atau 5,3 persen dari target nasional mencapai 17 juta berdasarkan data Kementerian Pariwisata RI.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan tahun 2020 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 727.526 orang dengan wisman terbesar berasal dari China (31,38 persen) Singapura (17,54 persen), dan India (3,55 persen).

Siapa Pengelola FTZ BBK?

KEMENTERIAN Bidang Koordinator (Kemenko) Perekonomian tengah menggarap konsep integrasi Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB) di empat kota, di Kepri, Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang.

Ilustrasi Batam-Bintan-Karimun : © The StraitTimes

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono beberapa waktu lalu mengatakan, konsep tersebut masih akan dibahas bersama Gubernur Kepri dan DPRD Provinsi Kepri, yang memiliki wewenang di tiga wilayah FTZ selain Batam.

“Yang pasti, sebelum dibuat, kami akan mengundang dulu Gubernur Kepri dan DPRD. arahan ini harus kami diskusikan dulu, karena berdasarkan undang-undang, otoritasnya ada di gubernur dan Ketua DPRD,” katanya, Senin (13/1/2020) lalu.

Menurut Susiwijono, pengelolaan kawasan FTZ di empat kota tersebut selama ini memiliki perbedaan. 

Konsep Intregasi kawasan FTZ Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang ditargetkan selesai dalam 3 bulan pertama pada awal 2020. Saat ini konsep tersebut akan dibahas secara matang.

“Kuartal satu ini target sudah selesai konsepnya. Pertama mungkin kami akan integrasikan dulu dewan kawasannya, ini sedang kami usahakan. Itu kan ada 4 Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB), sehingga ada 4 Dewan Kawasan, 4 BP,” lanjutnya.

Selama ini pengelolaan Dewan Kawasan di keempat daerah berbeda-beda. Batam, dikelola dan diawasi langsung kebijakannya oleh pusat yaitu kementerian dan presiden, sedangkan 3 kawasan lainnya oleh provinsi.

“Kan beda sekali levelnya, sehingga untuk policy kan sulit kalau harus ngundang menteri-menteri pusat untuk memutuskan masalah perpajakan, perdagangan, industri kan level kebijakannya beda,” katanya.  

Konsep ini bertujuan  jelas agar ekonomi di kawasan lebih maksimal dan efisien , tidak hanya di Batam saja.

“Terus terang kan kayak BP Bintan dan Karimun Keppres-nya juga tidak diperpanjang di 2018 sehingga kasian kesulitan pengelolaannya. Presiden minta dibikinkan konsep integrasinya supaya antar kawasan juga efisien. Kalau nanti sampai menyatukan Dewan Kawasan, BP nya harus jadi satu, fisiknya mungkin harus kita desain agar antar kawasan tidak perlu dokumen administrasi, namun untuk sampai situ pasti perlu proses,” tuturnya.

Susiwijono berharap dengan terintegrasi kawasan FTZ di Kepri mampu mengurangi keluhan rumitnya administrasi dan mahalnya pajak dan biaya yang harus dikeluarkan pengusaha.

Lantas jika terwujud, akankah pengelolaan FTZ BBK dilakukan di satu Badan Pengelola saja? Siapa?

BP Batam kah yang diperluas jadi BP BBK?

Sepertinya, kita masih harus melihat perkembangan rencana ini hingga beberapa waktu ke depan.

(*)

——————





Kaitan Batam bintan karimun, ftz, top
Admin 1 Februari 2020 1 Februari 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ronaldo Jadi Yang Pertama Dengan 200 Juta Followers di IG
Artikel Selanjutnya Warga Natuna Tolak Pengiriman WNI Dari Wuhan

APA YANG BARU?

Sindikat Judi Online Libatkan WNA Kembali Dibongkar di Batam
Artikel 34 menit lalu 57 disimak
Sasar Pengguna Kendaraan Bermotor, BPTD Kepri Gelar Razia Gabungan
Artikel 2 jam lalu 53 disimak
Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
Pendidikan 13 jam lalu 74 disimak
Dua Orang Anak Meninggal Dunia, Tenggelam di Waduk
Artikel 17 jam lalu 170 disimak
BP Batam Pulihkan Bekas Lahan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan KKOP
Artikel 19 jam lalu 167 disimak

POPULER PEKAN INI

PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 6 hari lalu 720 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 6 hari lalu 680 disimak
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
Artikel 6 hari lalu 656 disimak
Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
Pendidikan 5 hari lalu 576 disimak
Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
Artikel 3 hari lalu 553 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?